Setwapres dan TP2S Tinjau Penanganan Stunting di SergaiSetwapres dan TP2S Tinjau Penanganan Stunting di Sergai

SERGAI (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) mendapat kunjungan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) RI bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) untuk melihat langsung upaya percepatan penurunan stunting di daerah tersebut.
Rombongan disambut Bupati Sergai Darma Wijaya di Desa Melati, Kecamatan Perbaungan, Rabu (26/8/2026) siang. Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau pelaksanaan Posyandu Cempaka serta sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan kesehatan dan lingkungan masyarakat.
Darma Wijaya mengatakan, penanganan stunting masih menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari kemiskinan, ketahanan pangan, pola asuh, sanitasi hingga akses terhadap pelayanan dasar.
Menurutnya, persoalan lain yang perlu dibenahi adalah keterjangkauan sasaran, validitas data, perubahan perilaku masyarakat dan koordinasi lintas sektor. “Data menjadi dasar untuk menentukan siapa yang harus diintervensi, bentuk intervensinya, kebutuhan sumber daya, sekaligus mengukur keberhasilan program,” ujar Darma.
Ia menjelaskan, terdapat perbedaan angka stunting antara hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dengan pencatatan melalui aplikasi E-PPGBM. Pada 2024, SSGI melakukan survei terhadap 710 balita sebagai sampel. Sedangkan berdasarkan pengukuran melalui E-PPGBM dengan pendekatan by name by address, dari 43.849 balita tercatat 550 balita mengalami stunting atau sekitar 1,89 persen.

Anak-anak bersama kader Posyandu dan petugas kesehatan dalam kegiatan Posyandu di Desa Melati, Kecamatan Perbaungan, Rabu (26/8), Waspada.id/Kominfo Sergai
Sementara berdasarkan data E-PPGBM hingga Juli 2026, jumlah kasus tercatat 441 balita atau 1,37 persen. “Perbedaan angka ini menjadi perhatian serius bagi kami. Pemkab Sergai sedang melakukan langkah agar perbedaan data tersebut dapat dijelaskan secara objektif dan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Bupati menambahkan, Pemkab Sergai juga tengah mengajukan surat sanggahan atas perbedaan data tersebut kepada Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI.
“Kami tidak ingin berhenti pada pencapaian angka. Tujuan akhirnya adalah memastikan anak-anak Sergai tumbuh sehat, cerdas, produktif dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM, Eddy Cahyono Sugiarto, menilai keterlibatan sumber daya manusia, terutama generasi muda, penting dalam mendukung berbagai program pemerintah.
“Kita harus mempersiapkan SDM, khususnya para pemuda, agar dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menjalankan kebijakan dan program yang sudah direncanakan,” kata Eddy.
Ia optimis upaya bersama yang dilakukan Pemkab Sergai dapat terus menekan angka stunting. Dalam kunjungan tersebut, tim Setwapres juga meninjau instalasi pengolahan air limbah (IPAL), rumah warga dan fasilitas PDAM sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan serta kualitas lingkungan. (bs)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda