Breaking News
Memuat breaking news...

SI-PANTAS Produk UGN Tingkatkan Kompetensi Guru SD Susun E-Modul IPS

Redaksi
Redaksi
Selasa, 28 Juli 2026 - 5.14 PM WIB
SI-PANTAS Produk UGN Tingkatkan Kompetensi Guru SD Susun E-Modul IPS
Tim PKM UGN ajarkan aplikasi SI PANTAS dalam penyusunan e-modul IPS. (Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

P.SIDIMPIAN (Waspada.id): Universitas Graha Nusantara (UGN) menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan melalui pelaksanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk SI-PANTAS (Sinergi Pembelajaran Angkola Tapanuli Selatan):

PKM dalam bentuk pelatihan guru ,merancang e-modul IIlmu Pengetahuan ewSosia; (IPS) yang berwawasan multikultural. Kegiatan berlangsung dua hari, Jumat (24/7) dan Sabtu (25/7/2026) di SD Negeri 200112 Padangsidimpuan Utara.

Kegiatan ini merupakan program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026.

Program pengabdian diketuai Siti Maryam Pane, dengan anggota Elissa Evawani Tambunan, dan Gunadi, serta melibatkan dua orang mahasiswa UGN sebagai bentuk implementasi kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan.

Sebanyak 20 guru sekolah dasar (SD) mengikuti kegiatan ini dengan tujuan meningkatkan kemampuan mengembangkan e-modul IPS berbasis digital. Mengintegrasikan nilai-nilai multikultural dan budaya lokal Angkola Tapanuli Selatan. melalui inovasi aplikasi SI-PANTAS.

Para guru memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi digital. Tetapi juga penguatan karakter, toleransi, serta pelestarian budaya lokal dalam proses pembelajaran.

Ketua Tim PKM, Siti Maryam Pane, menjelaskan bahwa SI-PANTAS dikembangkan sebagai media pembelajaran digital.Mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran kontekstual.

SI-PANTAS dirancang untuk membantu guru menyusun e-modul IPS yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Selain meningkatkan literasi digital guru, aplikasi ini juga mengangkat kekayaan budaya Angkola sebagai sumber belajar.

"Sehingga peserta didik dapat mengenal, menghargai, dan melestarikan budaya daerahnya sejak dini," ujarnya.

Pelaksanaan program dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahapan. Yaitu analisis kebutuhan, sosialisasi program, pelatihan penggunaan aplikasi SI-PANTAS, pendampingan penyusunan e-modul IPS, monitoring dan evaluasi, hingga penyusunan program keberlanjutan.

Pada tahap analisis kebutuhan, tim mengidentifikasi bahwa sebagian besar guru masih menggunakan bahan ajar konvensional dan belum memiliki pengalaman dalam mengembangkan e-modul berbasis digital yang memuat konten multikultural.

Seluruh kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi, praktik langsung, simulasi, serta pendampingan individual oleh tim pengabdian.

Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang sangat baik. Seluruh peserta (100 persen) berhasil mengoperasikan aplikasi SI-PANTAS secara mandiri dan menghasilkan satu e-modul IPS digital sesuai dengan karakteristik kelas masing-masing.

Selama kegiatan telah dihasilkan 20 e-modul digital yang siap diimplementasikan dalam proses pembelajaran di sekolah. Produk yang dihasilkan memuat materi IPS berbasis budaya lokal, aktivitas pembelajaran interaktif, asesmen formatif, serta penguatan nilai-nilai multikultural.

Tim pengabdian menilai bahwa guru telah memiliki keterampilan awal yang memadai untuk mengembangkan e-modul secara mandiri dan berkelanjutan.

Kepala SD Negeri 200112 Padangsidimpuan, Latifa Hanum Pulungan, mengapresiasi terselenggaranya program "Terima kasih kepada Universitas Graha Nusantara dan DPPM Kemendikti Sains, dan Teknologi atas pelaksanaan program ini," ujarnya.

SI-PANTAS memberi pengalaman baru bagi guru dalam menyusun bahan ajar digital yang inovatif dan berwawasan multikultural. Seluruh guru kini telah mampu menghasilkan e-modul IPS yang dapat langsung digunakan dalam proses pembelajaran.

Seorang peserta pelatihan, Tetti, S.Pd., mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan. "Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami dibimbing dari dasar hingga mampu menyusun e-modul sendiri," ucapnya. (Id45)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement