Siaga Bencana, Ratusan Santri DQA Aceh Ikuti Simulasi Gempa dan Kebakaran Bersama BNBP Aceh Besar

ACEH BESAR (Waspada.id): Dayah Darul Quran (DQA) Aceh bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar menggelar simulasi mitigasi bencana gempa bumi dan kebakaran di kompleks dayah tersebut, Jalan Banda Aceh-Medan KM 19,5, Gampong Tumbo Baro, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 800 peserta yang terdiri atas santri, dewan guru, dan karyawan DQA. Simulasi digelar sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga dayah dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwal Jamil, S.Sos., M.Si., yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut mengatakan, edukasi dan simulasi kebencanaan penting dilakukan secara berkala, terutama di wilayah yang memiliki potensi bencana cukup tinggi.
Menurutnya, Aceh memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi berbagai bencana, mulai dari gempa bumi dan tsunami hingga banjir yang terjadi di sejumlah wilayah.
“Melihat pengalaman Aceh sejak dahulu, mulai dari gempa dahsyat dan tsunami 2004 hingga bencana banjir besar yang terjadi pada 2025, maka kegiatan seperti ini penting dilakukan. Kita harus selalu waspada terhadap berbagai potensi bencana, baik gempa bumi, kebakaran, banjir maupun bencana lainnya,” kata Ridwal.
Ia menjelaskan, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas kebencanaan, tetapi juga harus dimiliki setiap individu, termasuk para santri dan warga lingkungan pendidikan.
“Dengan adanya edukasi dan simulasi seperti ini, anak-anak diharapkan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Pengetahuan dasar tentang penyelamatan diri dapat menjadi bekal penting untuk mengurangi risiko korban,” ujarnya.
Direktur Dayah Darul Quran Aceh, Ustazd Hajarul Akbar, mengapresiasi pelaksanaan simulasi tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memberikan pengetahuan praktis kepada seluruh warga DQA mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kesiapsiagaan terhadap bencana harus diajarkan sejak dini, sehingga para santri, guru dan seluruh karyawan memiliki pengetahuan serta keberanian dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana,” kata Ustazd Hajarul.
Ia menambahkan, materi yang disampaikan BPBD Aceh Besar dapat dipahami dan menjadi bekal bagi seluruh warga DQA.
“Mudah-mudahan seluruh santri, guru dan karyawan dapat menyerap ilmu mitigasi bencana dengan baik dan menerapkannya jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator kegiatan, Ustaz Saifullah, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut dibagi dalam tiga sesi, yakni penyampaian materi, edukasi, dan simulasi.
“Anak-anak diajarkan mengenali gempa bumi, termasuk teknik penyelamatan diri, kemudian dilanjutkan dengan praktik simulasi gempa. Mereka juga diperkenalkan dengan alat dan sarana prasarana yang digunakan petugas dalam penyelamatan korban,” ujar Saifullah.
Dalam simulasi tersebut, peserta diajarkan cara melindungi diri saat terjadi gempa, seperti berlindung di bawah meja, menjauh dari bangunan yang berpotensi runtuh, serta menuju titik kumpul yang telah ditentukan setelah kondisi memungkinkan. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah awal untuk mengantisipasi dan menghadapi kebakaran.
“Kegiatan berlangsung sukses dan para siswa mengikutinya dengan antusias. Harapan kami, pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal bagi seluruh warga DQA untuk lebih siap dan tidak panik ketika menghadapi bencana,” katanya.(id66)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda