Siraman Rohani Bersama Kejari Poso: Merawat Kerukunan dan Toleransi Antarumat BeragamaSiraman Rohani Bersama Kejari Poso: Merawat Kerukunan dan Toleransi Antarumat Beragama

POSO (Waspada.id): Suasana khidmat dan penuh rasa kekeluargaan menyelimuti Aula Kantor Kejaksaan Negeri Poso pada Kamis (06/08/2026). Kejari Poso menggelar kegiatan Siraman Rohani Kristen dengan menghadirkan narasumber Pdt. Ratna Lagonda, S.Th. Pertemuan kali ini membawa pesan yang sangat sejuk, yakni mengupas tuntas tentang indahnya hidup dalam kerukunan.
Dalam khotbahnya, Pdt. Ratna Lagonda menyampaikan bahwa kerukunan dan kedamaian hidup merupakan teladan agung yang diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat manusia. Dia menekankan bahwa kerukunan bukan sekadar hidup berdampingan tanpa konflik. Lebih dari itu, kerukunan adalah fondasi utama yang mendatangkan kebaikan, menggerakkan kemajuan bersama, dan menyempurnakan kualitas pelayanan kita kepada sesama. "Ketika hati setiap pegawai selaras dan rukun, maka lingkungan kerja akan berubah menjadi ladang berkah yang penuh kedamaian," ujarnya.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Poso, Yos A. Tarigan, S.H., M.H., M.I.Kom., hadir langsung dan membaur bersama jajarannya sepanjang acara. Kajari sangat mengapresiasi pesan tersebut dan menegaskan bahwa esensi kerukunan ini harus menyentuh seluruh lapisan pegawai tanpa memandang perbedaan.
"Kerukunan seperti ini adalah napas institusi kita. Oleh karena itu, kegiatan penyegaran spiritual ini wajib dilakukan secara merata untuk seluruh umat beragama. Setelah hari ini, jadwal berikutnya akan dilaksanakan Siraman Rohani Islam pada Senin (10/08/2026), disusul untuk umat Hindu pada Jumat (14/08/2026), serta bagi pegawai beragama Buddha yang juga akan disesuaikan pelaksanaannya. Kita ingin merawat toleransi ini agar tetap tumbuh subur di Kejari Poso," ungkap Yos A. Tarigan, S.H., M.H., M.I.Kom.
Komitmen Kajari Poso dalam menjaga keharmonisan ini memang sudah mengakar sejak lama. Hal itu selalu tercermin dari dukungan total yang beliau berikan dalam setiap momen ibadah dan perayaan besar keagamaan, seperti saat pelaksanaan ibadah puasa, menyambut Hari Raya Idul Fitri, dukungan untuk persiapan perayaan Natal mendatang, Hari Raya Nyepi, Hari Raya Waisak, dan hari-hari besar keagamaan lainnya.
Melalui momen siraman rohani ini, seluruh aparatur Kejaksaan Negeri Poso diingatkan kembali bahwa ikatan kerukunan yang kuat akan melahirkan kekompakan kerja, ketulusan dalam mengabdi, serta semangat yang tinggi untuk memberikan pelayanan hukum terbaik bagi masyarakat Poso.(rel)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda