Siswa SD di Padangsidimpuan Tewas di Dekat Pompa Air, Polisi Temukan Indikasi Arus Listrik


P.SIDIMPUAN (Waspada.id): Seorang siswa kelas V SD di Padangsidimpuan, RZW, 12, meninggal dunia setelah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dekat mesin pompa air di lingkungan sekolah, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Rabu (14/10/2026).
Peristiwa tragis tersebut mengundang perhatian setelah pemeriksaan awal menemukan indikasi adanya aliran listrik pada badan mesin pompa air di lokasi kejadian.
Korban pertama kali ditemukan oleh FH, 46, seorang guru di sekolah tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, korban ditemukan dalam posisi telungkup di dekat rumah dinas sekolah, tepatnya di antara dinding bangunan dan dinding beton sumur, dengan posisi tubuh berada di atas mesin pompa air.
Saat ditemukan, korban sudah tidak sadarkan diri sehingga saksi segera meminta bantuan guru lainnya untuk memberikan pertolongan.
Korban selanjutnya dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan awal. Namun, pihak puskesmas menyarankan agar korban segera dibawa ke rumah sakit. Korban kemudian dilarikan ke RS Meta Medika Padangsidimpuan. Setelah mendapatkan pemeriksaan medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka.
Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Bhabinkamtibmas sekitar pukul 12.00 WIB. Personel kepolisian kemudian mendatangi lokasi dan melaporkan kejadian itu kepada jajaran Polres Padangsidimpuan. Sekitar pukul 12.40 WIB, personel Polres Padangsidimpuan bersama tim identifikasi dan personel Polsek Batunadua tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan serta olah TKP.
Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan indikasi adanya aliran listrik pada badan mesin pompa air setelah dilakukan pengecekan menggunakan alat tespen. Petugas PLN yang turut melakukan pemeriksaan menerangkan adanya kebocoran pada elemen atau gulungan kabel listrik di dalam mesin pompa air, sehingga badan mesin diduga ikut dialiri arus listrik.
Pompa air tersebut diketahui terhubung dengan instalasi listrik rumah dinas sekolah, sedangkan saklarnya berada di bagian dapur. Meski demikian, penyebab pasti kematian korban masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Sekitar pukul 14.00 WIB, jenazah korban dibawa ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum. Hasil pemeriksaan dokter menemukan sejumlah luka, di antaranya luka bakar tidak beraturan di bagian belakang siku tangan kiri, luka lecet pada siku serta lengan kiri, dan beberapa luka memar pada bagian wajah dan kedua lengan.
Dalam kesimpulan visum, dokter menerangkan bahwa luka bakar disebabkan oleh kekerasan akibat panas, sedangkan luka memar dan lecet disebabkan oleh kekerasan benda tumpul. Hasil tersebut belum memastikan penyebab kematian korban.
Polisi menyarankan pihak keluarga agar jenazah menjalani autopsi untuk membantu kepentingan penyelidikan. Namun, keluarga menyatakan tidak bersedia dan mengajukan surat permohonan kepada Kapolres Padangsidimpuan agar autopsi tidak dilakukan. Pihak keluarga kemudian membuat surat pernyataan yang ditandatangani ayah kandung korban bersama para saksi dan diketahui Kepala Desa. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, sementara penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, terutama terkait keselamatan instalasi listrik dan keberadaan mesin pompa air di lingkungan sekolah yang juga digunakan sebagai tempat aktivitas siswa. Kepolisian masih perlu mendalami rangkaian kejadian serta hasil pemeriksaan yang tersedia untuk memastikan penyebab kematian korban. Kejadian tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik dan pengamanan peralatan yang berpotensi membahayakan keselamatan anak-anak di lingkungan pendidikan.(Id45)
Berita Terkait




























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda