Siswa SMA Negeri 1 dan Sekolah Yayasan Bersama Diduga Korban Keracunan MBGSiswa SMA Negeri 1 dan Sekolah Yayasan Bersama Diduga Korban Keracunan MBG

KARO (Waspada.id): Siswa SMA Negeri 1 Berastagi dan sekolah Yayasan Bersama Berastagi yang terdiri dari SMP dan SMA diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan program MBG. Atas peristiwa itu, para siswa tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, Kamis (13/8).
Sampai berita ini dikirim, sejumlah siswa yang sudah kembali ke rumah, kembali merasakan sakit dan harus mendapatkan penanganan medis, sehingga menjadi kendala untuk jumlah siswa yang diduga keracunan MBG tersebut.
Pantauan Waspada.id dan keterangan siswa yang tengah mendapatkan penanganan medis di RS Amanda Berastagi menyebutkan, setelah menyantap makanan MBG, situasi di lingkungan sekolah mulai terlihat tidak seperti biasa. Para siswa merasakan gejala mulas, sesak napas, dan muka memerah.
Mengetahui situasi dan banyaknya siswa yang mengalami sakit serupa, peristiwa itu langsung diketahui pihak sekolah dan segera melarikan siswanya ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis kembali.
Mengetahui banyaknya siswa yang mengalami didiga keracunan, sejumlah ambulans dari beberapa rumah sakit langsung membawa para siswa agar segera ditangani secara medis dari sejumlah rumah sakit seperti Puskesmas Berastagi, RSU Amanda Berastagi, RSU Efarina Berastagi, RSUD Kabanjahe, dan Mina Kabanjahe.
Sementara untuk jumlah siswa yang dilaporkan mengalami keracunan belum bisa dipastikan. Sampai saat ini masih dalam pendataan oleh pihak sekolah dan Dinas Kesehatan.
Pasca peristiwa keracunan makan gizi gratis di dua sekolah tersebut, Bupati Karo Antonius Ginting didampingi Kapolres Karo bersama jajarannya tiba di RSU Amanda Berastagi untuk meninjau langsung kondisi para siswa yang tengah mendapatkan penanganan dan berkoordinasi dengan tim medis.
Sementara pihak orang tua dan berbagai pihak, berharap sesuai aturan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Karo dan BPOM segera mengambil sampel makanan MBG dan melakukan uji laboratorium secara transparan.
Selain itu, atas peristiwa ini juga diharapkan dan mendesak Pemerintah Kabupaten Karo menjamin seluruh biaya perawatan korban sampai sembuh dan pihak penyelenggara MBG segera mengevaluasi total program MBG di Kabupaten Karo agar kejadian serupa tidak terulang.
Sejumlah pihak dan seluruh orang tua serta masyarakat Karo menyampaikan keprihatinan mendalam dan doa untuk kesembuhan seluruh siswa. Mereka juga mengapresiasi gerak cepat tenaga medis RSU Amanda, RSU Efarina, dan RSU Kabanjahe.
"Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada kejelasan dan pertanggungjawaban,” ujar beberapa pihak, orang tua, pihak terkait dan masyarakat saat ditemui Waspada.id di RSU Amanda Berastagi.
Kapolres Tanah Karo melalui Kasi Humas AKP Perdemon Maha prihal peristiwa ini menyebutkan, pihaknya sampai saat ini belum bisa memberikan keterangan pasti jumlah siswa yang kini masih dilakukan penanganan di beberapa rumah sakit. (id35)
























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda