Siswa SMP Sukma Bangsa Belajar Membaca Cepat


SIGLI (Waspada.id): Kemampuan membaca cepat dan memahami informasi menjadi bekal penting bagi pelajar dalam menghadapi tantangan pembelajaran modern. Menjawab kebutuhan tersebut, SMP Sukma Bangsa Pidie menggelar workshop mini untuk melatih siswa membaca secara efektif, cermat, dan kritis.
Kegiatan yang menghadirkan Muchlisan Putra, atau akrab disapa Pak Ukis, sebagai narasumber tersebut mengusung tema “Membaca Cepat: Menjadi Detektif Informasi”.
Workshop ini digagas penanggung jawab literasi SMP Sukma Bangsa, Ernida, selaku pustakawan sekolah, sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya membaca sekaligus meningkatkan keterampilan literasi siswa di tengah perkembangan teknologi digital.
Ernida mengatakan, penguatan literasi di kalangan pelajar semakin penting seiring derasnya arus informasi dan penggunaan telepon genggam yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Pelajar saat ini menghadapi tantangan literasi yang semakin kompleks. Di tengah gemerlapnya dunia digital dan penggunaan HP, minat membaca buku perlu terus ditumbuhkan dan diperkuat,” ujarnya.
Menurutnya, literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga bagaimana siswa mampu memahami, memilah, dan memanfaatkan informasi secara bijak.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi pengalaman menyenangkan yang mendorong siswa semakin dekat dengan buku dan menjadikan membaca sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.
Dalam penyampaian materi, Pak Ukis mengajak siswa memahami pentingnya membaca cepat sebagai keterampilan pendukung pembelajaran. Melalui berbagai contoh dan aktivitas, siswa diperkenalkan pada manfaat membaca cepat, kebiasaan yang memperlambat kecepatan membaca, serta teknik membaca yang lebih efektif.
Salah satu aktivitas menarik adalah tantangan mengamati gambar selama 10 detik, kemudian menjawab sejumlah pertanyaan secara acak. Permainan sederhana ini menguji kemampuan siswa dalam menangkap detail, mengingat, dan menemukan informasi dengan cepat.
Suasana workshop semakin hidup ketika siswa mengikuti permainan ice breaking bertajuk “Berdiri atau Duduk?”. Melalui sejumlah pernyataan ringan seputar kebiasaan membaca, siswa diajak bergerak, mengenali pengalaman masing-masing, sekaligus membangun suasana belajar yang akrab dan penuh semangat.
Materi inti workshop mencakup empat hal utama, yakni pengertian dan manfaat membaca cepat, kebiasaan buruk yang menghambat kecepatan membaca, teknik meningkatkan kecepatan membaca, serta cara mengukur kecepatan dan pemahaman bacaan.
Siswa juga diperkenalkan pada teknik eye span atau jangkauan pandangan mata, skimming untuk menangkap gambaran umum dan gagasan utama, serta scanning untuk menemukan informasi spesifik dalam sebuah teks.
Selain itu, mereka diajak mengenali kebiasaan yang perlu dikurangi saat membaca, seperti vokalisasi, gerakan bibir, membaca ulang atau regresi, serta gerakan kepala yang tidak diperlukan.
Sebagai penguatan materi, siswa berlatih membaca teks dan menjawab pertanyaan pemahaman. Mereka juga diperkenalkan pada pengukuran kecepatan membaca melalui satuan kata per menit (KPM) serta Kecepatan Efektif Membaca (KEM).
Melalui latihan tersebut, siswa memahami bahwa membaca cepat bukan berarti membaca secara terburu-buru, melainkan membaca secara efisien dengan tetap menjaga pemahaman terhadap isi bacaan.
Pak Ukis berharap workshop mini tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam mengembangkan keterampilan literasi, membaca lebih efektif, serta menjadikan aktivitas membaca sebagai kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penguatan literasi bukan hanya tanggung jawab guru Bahasa Indonesia, tetapi juga seluruh elemen sekolah, termasuk perpustakaan, dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendorong siswa untuk terus membaca, berpikir kritis, dan mencintai pengetahuan.
Hari ini pembaca, esok pemimpin. Semangat membaca menjadi salah satu langkah penting untuk membentuk generasi yang kritis, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. ( id69)
Berita Terkait












































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda