SMA Nurul ‘Ilmi P.Sidimpuan Uji Kemampuan Siswa Tampil di Forum melalui Speeach Contest HUT Ke-81 RISMA Nurul ‘Ilmi P.Sidimpuan Uji Kemampuan Siswa Tampil di Forum melalui Speeach Contest HUT Ke-81 RI

P.SIDIMPUAN (Waspada.id) : Dalam menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, SMA Swasta Nurul ‘Ilmi Padangsidimpuan gelar Speeach Contest (Lomba Pidato) antara siswa berbahasa Inggris, di Gedung Olah Raga (GOR) Nurul ‘Ilmi, Silandit, Padangsidimpuan, Sabtu (15/88/2026).
Speeach Contest yang digagas Guru Bahasa Inggris SMA Swasta Nurul ‘Ilmi dengan tema
"From School Walls to Nation’s Goals: Living the Values of Sovereignty, Justice and Prosperity" menjadi ajang uji kemampuan siswa tampil di forum berpidato dalam bahasa Inggris.
Sebanyak 24 siswa yang jadi peserta Speeach Contest tersebut merupakan utusan dari masing-masing kelas hasil dari seleksi Guru Komunitas Belajar (Kombel) Bahasa Inggris. Peserta ditantang berpikir, berargumentasi dan berani bicara di forum.
Selain keberanian siswa tampil di forum, kemampuan siswa dalam mempertanggung jawabkan gagasan tentang kedaulatan, keadilan dan kesejahteraan menjadi salah satu indikator penilaian oleh tim juri dari UIN Syahada Padangsidimpuan.
Ketua Panitia, Fandi Fahrozi, S.Pd, yang berbicara dalam bahasa Inggris menegaskan speech Contest merupakan salah satu sarana penting untuk melatih kemampuan berbicara siswa.

Wakasek Kurikulum SMA Nurul ‘Ilmi P.Sidimpuan, Anwar Saleh Siregar, S.Pd serahkan piagam penghargaan kepada salah seorang juri Speeach Contest, Sabtu (15/8/2026). Waspada.id/Ist
“Lomba ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi pemenang, tetapi bagaimana meningkatkan kepercayaan diri siswa untuk berbicara di depan banyak orang,” ujarnya.
Menurutnya, penguasaan Bahasa Inggris tidak berhenti pada kemampuan menulis, menyimak, berbicara dan memahami tata bahasa tapi kemampuan tersebut harus dipraktikkan agar Bahasa Inggris menjadi bagian dari komunikasi sehari-hari siswa.
Fandi Fahrozi berharap kegiatan tersebut terus digelar dengan peserta yang lebih banyak pada tahun-tahun mendatang.
Kepala SMA Swasta Nurul ‘Ilmi P.Sidimpuan, Elfira Rosa Nasution, S.Pd., menyebutkan bahwa lomba tersebut memiliki nilai bukan hanya sekadar kompetisi, tapi menjadi ruang dan sarana uji kemampuan siswa dalam menguasai bahasa Inggris.
Momentum kemerdekaan, katanya, harus menjadi ruang bagi siswa untuk menyampaikan gagasan, melatih keberanian dan membangun kemampuan berpikir kritis. “Sekolah bukan hanya untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebuah proses,” katanya.
Menurutnya, keberanian tampil, kemampuan berbicara dan wawasan kebangsaan harus dibentuk sejak bangku sekolah.Namun penguatan dalam berbahasa Inggris juga sangat penting bagi generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan.
Elfira mengapresiasi kerja keras panitia dan peserta yang telah mempersiapkan diri. Menurutnya, kegiatan seperti ini memperkuat kolaborasi sekaligus menjadi bagian dari pengembangan keterampilan dan karakter pelajar.
Tiga Nilai yang Tak Bisa Ditawar
Kepala Divisi Pendidikan SMA Swasta Nurul ‘Ilmi Padangsidimpuan, Budi Suherman, S.S., M.Pd, yang juga bernicara dalam bahasa Inggris menyatakan bahwa tema Speech Contest mengangkat tiga nilai yang tidak boleh ditawar dalam mempersiapkan generasi pemimpin masa depan yakni kedaulatan, keadilan dan kesejahteraan.
“Sekolah dan guru tidak hanya mempersiapkan siswa untuk lulus ujian, tetapi untuk memimpin dan mengabdi demi cita-cita bangsa,” katanya sambil menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut tidak boleh berhenti sebagai jargon dalam pidato. Kedaulatan, keadilan dan kesejahteraan harus dimulai dari perilaku sehari-hari.
Mulai dari bagaimana siswa memperlakukan teman, berani mengambil keputusan sendiri hingga menaati aturan sekolah. “Hal-hal sederhana itulah yang menjadi cara untuk mewujudkan kedaulatan, keadilan dan kesejahteraan,” tegasnya.
Kepala Lembaga Pusat Pengembangan Bahasa UIN Syahada Padangsidimpuan Dr. Eka Sustri Harida, M.Pd dan dosen Bahasa Inggris UIN Syahada, Shokira Linda Vindhe Rambe, M.Pd, sebagai juri dalam Speeach Contest melakukan penilaian secara cermat dan terukur.
Penilaian dibagi dalam tiga aspek utama. Content meliputi kesesuaian tema, struktur, orisinalitas ide dan logika argumentasi. Delivery mencakup intonasi, kontak mata, bahasa tubuh dan durasi. Sedangkan language meliputi pilihan kata, pelafalan dan tata bahasa.

Guru Bahasa Inggris SMA Nurul ‘Ilmi P.Sidimpuan, Ade Purnama S.S serahkan hadiah juara 1 Speeach Contest, Sabtu (15/8/2026). Waspada.id/Ist
Hasilnya, Muhammad Fadlan (X PA 2) meriah Juara I. Kemudian Juara II diraih Zivanna Atisah Hamzah (X PI 2) dan Juara III diraih Rivandi Alimu Faiq Daulay (X PA 3).
Sedangkan Juara Harapan I diraih Adib Daffa Hizza (XII PA 1), Harapan II diraih Fathiyah Dwi Annisa Nasution (X PI 3) dan Harapan III diraih Nadira Amanda Siregar (X PI 4).
Di balik panggung lomba dalam menyambut HUT ke-81 RI tersebut, SMA Nurul 'Ilmi sedang menanamkan sesuatu yang jauh lebih penting: keberanian berbicara, kemampuan berpikir dan mental untuk memimpin.
Sebab, calon pemimpin tidak lahir hanya dari nilai rapor. Mereka ditempa dari keberanian menyampaikan gagasan, kemampuan mempertanggungjawabkan pendapat dan kesiapan menghadapi publik.(id46)
























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda