Breaking News
Memuat breaking news...

SMA Nurul ‘Ilmi Padangsidimpuan Tanamkan Budaya Riset, Asah Nalar Kritis Siswa

Redaksi
Redaksi
Selasa, 27 Oktober 2026 - 8.49 AM WIB
SMA Nurul ‘Ilmi Padangsidimpuan Tanamkan Budaya Riset, Asah Nalar Kritis Siswa
Kepala Divisi Bidang Pendidikan, YPI BM Muda Nurul 'Ilmi, Budi Suherman, S.S., M.Pd menyerahkan piagam penghargaan pemateri Ahmad Afandi, S.E., M.E.,Senin (26/10/2026). Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

P.SIDIMPUAN (Waspada.id): SMA Swasta Nurul ‘Ilmi Padangsidimpuan berikan edukasi sekaligus tanamkan budaya literasi dan riset kepada siswa agar mampu menyusun karya ilmiah secara sistematis dan terukur melalui Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) TP 2026/2027, Sabtu (24/10/2026).

Pelatihan yang mengusung tema “Think, Research, Create: Menumbuhkan Budaya Riset dan Inovasi di Kalangan Pelajar”, yang dipusatkan di Laboratorium Fisika SMA Swasta Nurul ‘Ilmi Padangsidimpuan ini bertujuan mengasah pola pikir kritis, kreativitas, serta kemampuan siswa melahirkan karya ilmiah.

Kepala Divisi Bidang Pendidikan, YPI BM Muda Nurul 'Ilmi, Budi Suherman, S.S., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya menanamkan budaya riset dan membangun iklim akademik sejak dini. Menurutnya, pelajar tidak cukup hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga harus mampu menganalisis, mempertanyakan, dan menguji informasi secara kritis.

Ia menekankan, rasa ingin tahu dan kepekaan terhadap persoalan di lingkungan sekitar merupakan modal awal bagi siswa untuk melahirkan gagasan penelitian yang bermanfaat.

SMA Nurul ‘Ilmi Padangsidimpuan Tanamkan Budaya Riset, Asah Nalar Kritis Siswa

Kepala Divisi Bidang Pendidikan, YPI BM Muda Nurul 'Ilmi, Budi Suherman, S.S., M.Pd, Panitia guru dan pemateri Ahmad Afandi, S.E., M.E., foto bersama, Senin (26/10/2026).Waspada.id/Ist

“Pelajar perlu dibiasakan mengamati berbagai persoalan, mencari informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta menemukan solusi melalui proses penelitian,” ucapnya.

Kepala SMA Swasta Nurul ‘Ilmi P.Sidimpuan, Elfira Rosa Nasution, S.Pd., mengatakan, kegiatan ini sangat penting dalam memperkuat literasi dan budaya riset di sekolah tersebut.Untuk itu, ia menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut.

Elfira Rosa Nasution menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus mengoptimalkan potensi akademik peserta didik.

"Penguatan keterampilan menulis dan penelitian diharapkan dapat mendorong siswa lebih percaya diri dalam menyampaikan ide serta menghasilkan karya yang orisinal," tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, ujar Elfira Rosa Nasution, Pelatihan KTI ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang kritis dalam berpikir, kreatif dalam berkarya, serta solutif dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Untuk memperdalam pemahaman siswa dalam menyusun karya tulis ilmiah secara sistematis dan terukur, pihak sekolah menghadirkan akademisi UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Ahmad Afandi, S.E., M.E., sebagai narasumber.

SMA Nurul ‘Ilmi Padangsidimpuan Tanamkan Budaya Riset, Asah Nalar Kritis Siswa

Ahmad Afandi, S.E., M.E., menjelaskan kepada siswa SMA Nurul 'Ilmi P.Sidimpuan teknik menyusun karya ilmiah secara sistematis dan terukur, Senin (26/10/2026).Waspada.id/Ist

Dalam pemaparannya, Ahmad Afandi menjelaskan. Tentang dasar-dasar penelitian dan teknik penulisan karya ilmiah. Materi yang disampaikan meliputi penentuan fokus masalah, perumusan pertanyaan penelitian, penyusunan latar belakang, pengembangan kajian teori, hingga pemahaman metodologi penelitian dasar.

Ia juga mendorong siswa agar tidak memandang penelitian sebagai sesuatu yang rumit dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, berbagai fenomena sederhana di lingkungan sekolah maupun masyarakat dapat menjadi titik awal untuk merumuskan masalah dan menghasilkan penelitian yang bernilai guna.

Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan mampu mengembangkan gagasan berdasarkan fakta dan data, bukan sekadar asumsi. Keterampilan ini sekaligus menjadi bekal penting dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan derasnya arus informasi pada era digital.

Filosofi “Think, Research, Create” yang diusung dalam kegiatan ini menegaskan bahwa proses belajar tidak boleh berhenti pada hafalan materi. Pelajar perlu dibimbing untuk berpikir analitis, menelusuri jawaban melalui langkah-langkah ilmiah, serta menghasilkan gagasan dan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata.(id46)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement