SMAN 2 Abdya Latih 30 Siswa Kuasai Bantuan Hidup Dasar

BLANGPIDIE (Waspada.id): SMAN 2 Aceh Barat Daya (Abdya), bekerja sama dengan Kodim 0110/Abdya dan Puskesmas Manggeng, Selasa (15/9), menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi 30 siswa terpilih, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 TNI.
Kegiatan tersebut menghadirkan tenaga kesehatan dari Kodim 0110/Abdya, Iskandar, serta Kepala Puskesmas Manggeng, bersama dokter. Para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar, menghadapi kondisi kegawatdaruratan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SMAN 2 Abdya, Lisa Suriaty, S.Sos mengatakan, pelatihan BHD penting, karena peserta didik tidak hanya membutuhkan kecakapan akademik, tetapi juga kemampuan praktis yang dapat berguna ketika menghadapi situasi darurat.

Menurutnya, kondisi seperti pingsan, kecelakaan, terjatuh maupun kejadian di air, dapat terjadi kapan saja. Karena itu, siswa perlu memiliki pengetahuan dasar untuk memberikan pertolongan awal secara tepat, sebelum bantuan medis tiba. “Pengetahuan tentang bantuan hidup dasar, merupakan bagian dari pendidikan kecakapan hidup. Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keberanian, ketenangan dan keterampilan dasar, ketika menghadapi kondisi darurat,” ujar Lisa.
Ia menambahkan, kerja sama dengan Kodim 0110/Abdya dan Puskesmas Manggeng, merupakan bentuk komitmen sekolah membangun kemitraan dengan berbagai pihak, dalam meningkatkan mutu pendidikan. “Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan institusi yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan dan keselamatan, akan memperkaya pengalaman belajar siswa, sekaligus membentuk karakter yang peduli dan responsif terhadap lingkungan,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai teknik dasar BHD, termasuk penanganan kondisi seseorang yang mengalami pingsan, dengan masih terdapat tanda-tanda pernapasan dan denyut nadi, maupun kondisi yang disertai gangguan atau tidak adanya pernapasan dan denyut nadi.
Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan mampu mengenali situasi darurat, mengambil tindakan awal secara aman dan tepat, serta memahami batas kemampuan pertolongan pertama, sambil menunggu penanganan tenaga medis.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa, pendidikan di sekolah tidak semata berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mempersiapkan peserta didik agar memiliki kecakapan hidup, kepedulian sosial dan kesiapan menghadapi berbagai situasi di luar ruang kelas.(id82)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda