SMK Dwiwarna Perkuat BKK, Siapkan Lulusan Tembus Dunia Kerja

MEDAN (Waspada.id): Menyiapkan lulusan agar tidak berhenti pada ijazah, SMK Swasta Dwiwarna Medan memperkuat peran Bursa Kerja Khusus (BKK) sebagai jembatan antara lulusan dan dunia kerja.
BKK SMK Swasta Dwiwarna telah terdaftar di Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan sebagai lembaga yang membantu menyalurkan tenaga kerja lulusan sekolah tersebut ke dunia kerja.
Hal itu disampaikan Kepala SMK Swasta Dwiwarna, Husni Amril, ST, didampingi Ketua Yayasan Dwiwarna Prof. Dr. Zainuddin, ST, M.Pd, Bendahara Yayasan Dra. Kemalasari, dan Sekretaris Yayasan Dr. Munajat, SE, M.Si, dalam keterangan pers di ruang kepala sekolah, Jalan Jati II/Sarula No. 4, Kota Medan, Rabu (30/9/2026).
Husni mengatakan, penguatan BKK menjadi bagian dari upaya sekolah memastikan kompetensi yang diperoleh siswa selama menempuh pendidikan memiliki keterhubungan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
"SMK Dwiwarna terus memperkuat hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri, termasuk melalui BKK sebagai bagian penting dalam membantu penyaluran tamatan ke dunia kerja," ujarnya.
Sebagai SMK Pusat Keunggulan, SMK Dwiwarna juga membekali siswa dengan pengalaman praktik menggunakan peralatan yang disiapkan dengan mengacu pada kebutuhan industri.
Sejumlah fasilitas praktik yang tersedia antara lain carlift TKRO, mesin CNC, bengkel TSM, laboratorium Mikro TKJ, peralatan spooring dan balancing, serta empat laboratorium komputer.
Fasilitas pendukung lainnya meliputi masjid, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), perpustakaan dan pojok baca, lapangan olahraga indoor dan outdoor, bengkel dan laboratorium berstandar industri, serta ruang kelas yang dilengkapi pendingin udara.
Tak hanya dari sisi fasilitas, sekolah juga mendorong siswa menghasilkan karya berbasis keterampilan dan teknologi. Beberapa karya yang ditampilkan antara lain mobil Gocar, mobil golf, robotik, prototype palang pintu otomatis, serta miniatur panel surya.
Karya-karya tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang diarahkan untuk mengasah kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan secara langsung.
Perkuat Kemitraan Industri
Untuk mendekatkan pendidikan dengan kebutuhan lapangan kerja, SMK Dwiwarna juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan, di antaranya Auto 2000 SM Raja dan Medan Amplas, Wuling Motor, PT. Telkom Indonesia, PT Indako Trading Coy, Sumatera Jaya, dan lainnya.
Kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri tersebut menjadi salah satu bagian dari misi sekolah dalam meningkatkan relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja.
Selain keterampilan teknis, SMK Dwiwarna juga menempatkan pembentukan karakter sebagai bagian penting dalam pendidikan.
Visi SMK Dwiwarna Medan adalah menjadi lembaga pendidikan unggul dengan karakter Profil Lulusan serta berdaya saing di era digitalisasi dan kompetisi global.
Untuk mencapai visi tersebut, sekolah menjalankan sejumlah misi, antara lain meningkatkan kualitas sistem manajemen, memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman, membudayakan literasi dan seni, serta memperkuat pembinaan karakter Lulusan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Dwiwarna Prof. Dr. Zainuddin, ST, M.Pd mengatakan, bagi Yayasan Dwiwarna, pembukaan BKK ini bukan sekadar pembukaan sebuah unit atau kegiatan baru di sekolah. BKK merupakan bagian penting dari tanggung jawab yayasan untuk memastikan bahwa pendidikan yang diberikan kepada siswa memiliki kesinambungan dengan dunia kerja. Ini dibuktikan dengan dukungan diadakannya kegiatan JOB Fair setiap tahun di SMK Dwiwarna Medan.
"Kita memahami bahwa tantangan dunia kerja saat ini semakin kompleks. Dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang bukan hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi, keterampilan, karakter, disiplin, kemampuan beradaptasi dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi," ujarnya.
"Karena itu, pendidikan di SMK tidak boleh berhenti di ruang kelas. Anak-anak kita harus mendapatkan kesempatan untuk belajar, berlatih, menghasilkan karya, mengenal dunia industri, sekaligus mendapatkan informasi dan akses terhadap peluang kerja. Di sinilah keberadaan BKK menjadi sangat penting," sambung Prof Zainuddin.
Dia juga bersyukur bahwa SMK Swasta Dwiwarna telah terdaftar di Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan sebagai tempat penyalur tenaga kerja bagi lulusan. Ini tentu menjadi sebuah kepercayaan sekaligus tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
"Saya ingin menegaskan kepada seluruh jajaran sekolah bahwa keberhasilan BKK bukan diukur hanya dari keberadaannya, tetapi dari seberapa banyak lulusan kita yang benar-benar mendapatkan kesempatan bekerja, bekerja sesuai kompetensinya, dan mampu berkembang di dunia kerja," tandasnya. (id09)
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda