SMKN 1 Badiri Masih Belajar di Tenda Pascabencana, 520 Siswa Menanti Gedung Baru

TAPTENG (Waspada.id): Hampir setahun setelah bencana banjir menerjang Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada November 2025 lalu, para siswa SMK Negeri 1 Badiri hingga kini masih menjalani proses belajar mengajar dalam kondisi darurat.
Pantauan pada Senin (5/10/2026), ratusan siswa terlihat mengikuti pembelajaran di sejumlah ruang darurat dan tenda bantuan yang didirikan pemerintah. Meski sarana belajar masih terbatas, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung secara normal.

Kepala SMK Negeri 1 Badiri, Kardi Simanjuntak, mengatakan sekolah yang dipimpinnya mengalami kerusakan berat setelah diterjang banjir saat bencana melanda Tapteng pada November 2025.
“Sejak bencana November 2025 lalu, sekolah kami hancur diterjang banjir. Banyak bangunan dan ruangan sekolah yang rusak berat, bahkan ada ruangan yang hilang,” ujar Kardi.

Menurutnya, saat ini sebanyak 520 siswa tetap mengikuti proses pendidikan dengan memanfaatkan 12 ruang darurat serta tenda bantuan yang didirikan pemerintah.
Kardi mengatakan kondisi tersebut memang jauh dari ideal, namun pihak sekolah bersama para guru berupaya memastikan proses pembelajaran tetap berjalan sehingga para siswa tidak kehilangan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan.
“Kami tetap berusaha agar anak-anak bisa belajar seperti biasa meskipun kondisinya masih darurat,” katanya.

Ia menyampaikan kabar baik bahwa pembangunan kembali gedung sekolah diharapkan segera dimulai. Lokasi pembangunan direncanakan berada di lahan yang dinilai lebih aman dan merupakan aset milik Kementerian Pertanian.
“Informasinya, kemungkinan dalam minggu ini sudah mulai dibangun kembali gedung baru di lahan yang aman milik Kementerian Pertanian,” ungkapnya.
Kardi berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga para siswa SMK Negeri 1 Badiri segera meninggalkan tenda dan ruang belajar darurat.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat anak-anak sudah bisa kembali bersekolah di ruangan yang baru dan lebih layak,” harapnya.

Sementara itu, pantauan di lokasi menunjukkan para siswa tetap antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar. Guru memberikan materi pembelajaran di tengah keterbatasan fasilitas yang ada.
Kondisi tersebut menjadi gambaran perjuangan dunia pendidikan Tapteng dalam mempertahankan proses belajar mengajar setelah bencana. Di tengah keterbatasan sarana, para siswa SMK Negeri 1 Badiri tetap datang ke sekolah dan mengikuti pelajaran demi melanjutkan pendidikan mereka. (Tnk)


















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda