Breaking News
Memuat breaking news...

SMM PTN-Barat 2026 Targetkan 32 Ribu Peminat, Buka Kesempatan Lulusan Hingga 10 Tahun

Redaksi
Redaksi
Selasa, 12 Mei 2026 - 2.29 PM WIB
SMM PTN-Barat 2026 Targetkan 32 Ribu Peminat, Buka Kesempatan Lulusan Hingga 10 Tahun
Panitia SMM PTN-Barat dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (11/5/2026).(waspada/dian)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMM PTN-Barat) 2026 menargetkan 32 ribu peminat dengan melibatkan 27 perguruan tinggi negeri (PTN) di wilayah Sumatera, Kalimantan Barat, dan Jawa bagian Barat. Panitia juga menegaskan pengawasan ketat untuk mencegah praktik joki dan kecurangan dalam ujian berbasis komputer (CBT).

Ketua Panitia SMM PTN-Barat sekaligus Rektor Universitas Bangka Belitung, Ibrahim, mengatakan konsorsium SMM PTN-Barat telah berjalan selama satu dekade sebagai upaya menghadirkan proses seleksi mandiri yang lebih transparan dan akuntabel.

“Tahun ini kita berkolaborasi dengan 27 Perguruan Tinggi Negeri di wilayah Barat dengan hampir 1.000 program studi dan daya tampung sekitar 20.000 kursi,” ujar Ibrahim dalam konferensi pers grand launching SMM PTN-Barat 2026 di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Ibrahim didampingi Prof Suhendrayatna

Ketua Gugus Tugas SMMPTN Barat, Sekretaris Tim SMM PTN Barat Prof Supriyanto dan Koordinator Bidang Sospro SMMPTN-Barat 2026 Ahmad Bahrudin.

Ia menjelaskan, hingga grand launching digelar, jumlah pendaftar telah mencapai lebih dari 2.000 peserta meski pengumuman hasil SNBT belum keluar. Menurutnya, hal itu menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap jalur SMM PTN-Barat terus meningkat.

Panitia mencatat, total program studi yang dibuka mencapai 1.013 prodi dengan kuota 20.035 mahasiswa baru. Tiga kampus dengan daya tampung terbesar yakni Universitas Riau, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Jambi.

"Biaya pendaftaran tahun ini ditetapkan sebesar Rp375 ribu dan belum mengalami kenaikan,"kata Ibrahim.

Ibrahim menegaskan seluruh Pedoman Operasional Baku (POB), termasuk daya tampung, mekanisme seleksi, pembobotan soal, hingga masa sanggah diunggah secara terbuka melalui laman resmi SMM PTN-Barat.

“Kalau peserta merasa ada yang janggal setelah pengumuman, mereka bisa mengajukan sanggah dan kami wajib menjawab serta menjelaskan,” katanya.

Panitia juga memastikan seluruh rangkaian seleksi selesai sebelum Juli 2026 sesuai arahan kementerian. Pengumuman akhir dijadwalkan pada 30 Juni 2026.

Dalam kesempatan itu, Ibrahim mengungkapkan modus kecurangan yang paling sering diantisipasi adalah penggunaan joki saat ujian. Karena itu, proses verifikasi identitas peserta saat memasuki ruang ujian diperketat.

“Screening saat peserta masuk ruang ujian menjadi salah satu yang paling krusial. Foto peserta dan identitasnya benar-benar dicocokkan,” ujarnya.

Selain joki, panitia juga mengantisipasi penggunaan alat bantu ilegal seperti kamera tersembunyi di pulpen hingga perangkat komunikasi kecil di telinga peserta.

Panitia menyebut pengawasan dilakukan bersama masing-masing PTN penyelenggara, serta melibatkan pengawasan dari Komisi Pemberantasan Korupsi dan inspektorat kementerian.

Ibrahim mengatakan program studi favorit dalam SMM PTN-Barat masih didominasi prodi Kedokteran. Selain itu, prodi sosial seperti Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, dan Hukum juga menjadi pilihan utama peserta.

Meski demikian, ia menegaskan kampus tidak akan menutup prodi yang peminatnya rendah karena tetap memiliki kontribusi penting terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

“Prodi seperti Kimia dan Fisika mungkin peminatnya tidak sebesar prodi lain, tetapi kontribusi prestasi dan medali justru banyak lahir dari sana,” ujarnya.

SMM PTN-Barat 2026 juga membuka kesempatan bagi lulusan SMA sederajat hingga 5 bahkan 10 tahun terakhir di sejumlah kampus. Beberapa kampus yang membuka peluang tersebut antara lain ISBI Aceh, ISI Padang Panjang, Universitas Jambi, Universitas Teuku Umar, Universitas Samudra, Universitas Maritim Raja Ali Haji, UPN Veteran Jakarta, serta UIN Batusangkar.

Menurut panitia, kebijakan itu bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang sempat menunda kuliah karena faktor ekonomi maupun pekerjaan.

“Ketika dia sudah daftar, semua diperlakukan sama. Tidak ada kuota khusus berdasarkan usia,” kata Ibrahim.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement