Soal Napi Kabur, Kalapas Narkotika Kelas IIB Langsa Tegaskan Masih Terus Memburu


LANGSA (Waspada.id): Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Langsa, Anggit Yongki Setiawan, A.Md., IP., S.H., menegaskan bahwa pihaknya masih terus memburu narapidana asal Aceh Utara, Muhammad Yacob alias Acob, yang divonis penjara seumur hidup dalam kasus sabu. Acob kabur dengan cara merusak jendela, masuk ke gorong-gorong, dan memanjat tembok Lapas Narkotika Kelas IIB Langsa.
Hal itu ditegaskan Anggit Yongki Setiawan kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).
"Sampai saat ini kita terus berupaya melakukan pencarian napi tersebut. Kita terus berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak-pihak terkait lainnya. Kita doakan saja semoga segera ketemu," sebutnya.
Anggit menjelaskan, Acob kabur pada Senin (19/10/2026) menjelang subuh. Aksinya diduga sudah direncanakan secara matang. Narapidana berbadan kurus kecil itu merupakan pindahan dari Banda Aceh. Ia menghuni sel khusus seorang diri karena didiagnosis menderita TBC paru.
Menjelang salat subuh, ia menggergaji jendela sel menggunakan gergaji besi yang diduga telah disiapkan sebelumnya. Setelah keluar dari sel, Acob menyusup ke dalam gorong-gorong saluran pembuangan air lapas. Ia kembali merusak jeruji besi gorong-gorong yang sudah keropos.
Puncaknya, untuk memanjat tembok lapas setinggi lebih dari 10 meter, Acob diduga mendapat bantuan dari luar. Sebuah tali tambang kapal nelayan diduga telah disiapkan rekannya dan dilemparkan dari luar tembok ke dalam.
"Aksi nekat itu baru diketahui sipir pada pagi harinya, saat sel khusus ditemukan dalam keadaan kosong. Padahal, sekitar pukul 04.00 WIB, Acob masih terlihat di dalam sel," terangnya.
Hingga kini, petugas Lapas Narkotika Langsa disebar ke sejumlah titik yang diduga menjadi tempat persembunyian, termasuk terminal dan tempat umum lainnya. Tim juga menelusuri keberadaan keluarga serta orang-orang yang pernah menjenguknya.
"Kita sudah berkoordinasi dengan Polres, Kodim, Koramil, Polsek, kemudian dengan geuchik, keluarga, orang tua, ataupun istrinya. Koordinasi juga dilakukan dengan perangkat gampong dan tim identifikasi kepolisian," jelas Anggit.
Lapas Narkotika Langsa saat ini dihuni 364 warga binaan. Evaluasi pengamanan perlu dilakukan di tengah keterbatasan petugas, sebut Anggit yang pernah bertugas di Lapas Nusakambangan itu.
Meski demikian, program pembinaan tetap berjalan, mulai dari kegiatan keagamaan, kedisiplinan, olahraga, kesenian, hingga keterampilan pertanian untuk mendukung ketahanan pangan bagi para narapidana.
"Kita berharap Acob segera ditemukan agar kronologi lengkap pelariannya bisa terungkap," tandas Anggit Yongki Setiawan. (id75)
Berita Terkait









































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda