Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Soekirman: Nostalgia Buku Lawas Bisa Bangkitkan Potensi Medan sebagai Kota Penerbit

Redaksi
Redaksi
Kamis, 5 November 2026 - 9.20 PM WIB
Soekirman: Nostalgia Buku Lawas Bisa Bangkitkan Potensi Medan sebagai Kota Penerbit
Soekirman.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): Pameran buku lawas yang digagas Dewan Harian Daerah (DHD) 45 di Gedung Juang 45, Jalan Pemuda Nomor 17, Medan, menjadi momentum membangkitkan kembali potensi Kota Medan sebagai kota penerbitan sekaligus memperkuat budaya literasi di Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan Soekirman, kolektor buku, penulis, sekaligus pengurus Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Sumatera Utara, saat mengunjungi pameran buku lawas, Rabu (5/11/26) sore.

Menurut Soekirman, Medan sejak zaman kolonial telah dikenal sebagai salah satu pusat penerbitan media, mulai dari surat kabar, buku hingga majalah. Sejumlah sastrawan dan penyair asal Medan serta Sumatera Utara juga telah memberikan warna penting dalam perkembangan sastra dan dunia perbukuan nasional.

Soekirman: Nostalgia Buku Lawas Bisa Bangkitkan Potensi Medan sebagai Kota Penerbit

Di antaranya Amir Hamzah, Hamka, Chairil Anwar, Willem Iskander, Basyral Hamidi Harahap, Sutan Takdir Alisjahbana, Matumona, Z. Pangaduan Lubis, Bokor Hutasuhut, dan Hamsad Rangkuti.

Selain melahirkan banyak sastrawan, Medan juga memiliki sejarah penerbitan yang cukup kuat. Sejumlah surat kabar seperti Deli Varekam dan Pewarta Deli pernah mewarnai perkembangan pers di kota ini.

Begitu pula dengan penerbit dan percetakan buku seperti Percetakan Indonesia, Hasmar, Maju Medan, Bin Harun, Fa. Harris, dan Monora yang memiliki kontribusi dalam perkembangan industri perbukuan di Medan.

Soekirman: Nostalgia Buku Lawas Bisa Bangkitkan Potensi Medan sebagai Kota Penerbit

"Karena itu, momentum Hari Pahlawan ke-81 yang ditandai dengan pameran buku lawas ini menjadi ajang nostalgia bagi pembaca buku sekaligus mempertemukan pembaca dengan pengarang, penerbit, IKAPI, serta organisasi perangkat daerah dan pemerintah untuk bersama-sama memajukan budaya literasi di Sumatera Utara," ujarnya.

Soekirman juga mengusulkan agar pameran tersebut tidak hanya menjadi ajang memamerkan koleksi buku lama, tetapi dikembangkan menjadi kegiatan pendataan dan penelitian sejarah perbukuan di Medan.

Salah satu hal yang perlu ditelusuri, menurutnya, adalah keberadaan buku tertua yang ada di Medan, tempat penerbitannya, serta siapa yang saat ini merawat dan menyimpannya.

Dari pendataan tersebut, dapat dikembangkan kajian mengenai sejarah produksi buku, mulai dari bahan yang digunakan, teknik pencetakan hingga kualitas penjilidan. Dengan demikian, buku-buku lawas dapat menjadi artefak sejarah sekaligus sumber pengetahuan bagi generasi mendatang.

Lebih lanjut, Soekirman yang juga memiliki Taman Bacaan Masyarakat (TBM) mengusulkan agar DHD 45 menjadikan pameran buku lawas sebagai agenda rutin dengan tema yang berbeda-beda.

Beberapa kegiatan yang dapat dikembangkan antara lain pameran buku berbahasa daerah, diskusi atau ngobrol buku, serta pembahasan prospek penerbitan dan bisnis perbukuan di era digital.

Soekirman: Nostalgia Buku Lawas Bisa Bangkitkan Potensi Medan sebagai Kota Penerbit

Ia juga mendorong kerja sama dengan perpustakaan daerah untuk mendigitalisasi koleksi buku langka dari bentuk cetak (hardcopy) menjadi buku elektronik (ebook).

"Kerja sama dengan perpustakaan daerah perlu dilakukan agar buku-buku yang sudah langka di Medan tetap memiliki arsip digital dan dapat diakses sebagai sumber pengetahuan bagi masyarakat," pungkasnya.

Menurut Soekirman, upaya tersebut penting agar sejarah panjang Medan sebagai kota penerbitan tidak sekadar menjadi kenangan, tetapi dapat dihidupkan kembali sebagai potensi pengembangan literasi dan industri perbukuan di masa mendatang.(id.28)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement