Sofyan Tan Buka Peluang Beasiswa Penuh Bagi Lulusan SLB Dwituna Harapan Baru

MEDAN (Waspada,id): Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menawarkan beasiswa penuh kepada lulusan SMA Yayasan Pendidikan Dwituna Harapan Baru Medan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Satya Terra Bhinneka.
Komitmen itu disampaikan Sofyan Tan saat mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) Dwituna Harapan Baru di Jalan Sei Batang Serangan No. 75, Medan, Rabu (14/10). Dalam kunjungan tersebut, ia menyaksikan langsung proses pendidikan serta potensi anak-anak penyandang disabilitas netra.
Kedatangannya disambut penampilan seni dari para siswa dan guru. Riki, seorang guru tunanetra, memainkan keyboard dengan terampil. Gonzano, siswa SLB tersebut, mengiringi dengan permainan drum, sementara Yosep menyumbangkan suara merdunya. Ica dan Yeti turut memeriahkan suasana melalui tarian dan nyanyian.
Penampilan itu memperlihatkan bahwa keterbatasan penglihatan bukan penghalang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan menunjukkan kemampuan mereka. Dengan pendampingan guru serta kesempatan yang tepat, mereka mampu berkarya dan tampil percaya diri.
Sofyan Tan mengaku kagum dan terharu menyaksikan semangat para siswa serta dedikasi guru dalam mendampingi proses belajar mereka. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan baginya untuk melihat lebih dekat kondisi pendidikan bagi penyandang disabilitas netra di Kota Medan.
Menurutnya, kemampuan anak-anak tampil di hadapan orang banyak menunjukkan bahwa potensi seseorang tidak dapat diukur hanya berdasarkan kondisi fisik. Pendidikan, pendampingan, dan kesempatan yang memadai menjadi faktor penting dalam membantu mereka mengembangkan kemampuan.
Selain menawarkan beasiswa penuh bagi lulusan SMA yayasan tersebut untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Satya Terra Bhinneka, Sofyan Tan juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menjalani program magang sebagai relawan di SLB Dwituna Harapan Baru.
Program itu diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi penyandang disabilitas sekaligus mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial dan pendampingan anak-anak berkebutuhan khusus.
Sofyan Tan juga mengingatkan agar perbedaan kondisi fisik tidak dipandang sebagai aib. Menurut legislator Daerah Pemilihan Sumatera Utara I tersebut, setiap manusia memiliki martabat dan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang bermakna.
“Tidak ada kata bahwa kekurangan tidak bisa melihat, kekurangan tidak bisa mendengar, tidak bisa berjalan, itu merupakan satu aib. Bukan aib, itu karena cobaan,” ujarnya.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) itu mengajak masyarakat menilai seseorang bukan semata-mata berdasarkan penampilan fisik, melainkan dari hati, sikap, dan perbuatannya terhadap sesama.
“Ada orang yang kelihatan fisiknya normal, tapi hatinya tidak normal. Bukankah lebih baik kita berjiwa normal, berhati mulia, daripada orang yang selalu menganggap dirinya sempurna, tetapi dia membawa aib dan menyengsarakan hidup orang lain?” tuturnya.
Ia berharap perhatian terhadap pendidikan inklusif terus ditingkatkan agar anak-anak penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk belajar, mengembangkan potensi, dan meraih masa depan.
Pembina Yayasan Pendidikan Dwituna Harapan Baru, Lindawaty, didampingi Kepala Sekolah SLB Harapan Baru Lie Afni, Bendahara Yayasan Miss Merlyn, para guru, staf, dan orang tua siswa, menyampaikan pentingnya perhatian berkelanjutan terhadap pendidikan anak-anak penyandang disabilitas netra, termasuk mereka yang memiliki disabilitas majemuk.
Menurut Lindawaty, pendidikan tidak hanya bertujuan memberikan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membangun kemandirian, kepercayaan diri, serta keterampilan agar anak-anak dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Para siswa dibekali kemampuan membaca dan menulis huruf braille serta keterampilan melalui kegiatan musik, tari, dan aktivitas lainnya. Mereka juga menggunakan tongkat putih sebagai alat bantu mobilitas untuk mengenali lingkungan dan bergerak lebih mandiri.
Lindawaty berharap semakin banyak pihak memberikan perhatian terhadap pendidikan penyandang disabilitas sehingga setiap anak memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang, tanpa dibatasi kondisi fisik yang dimiliki. (wsp.id)
Berita Terkait
























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda