Breaking News
Memuat breaking news...

Solok Diterjang Banjir Bandang dan Longsor, Puluhan Warga Mengungsi, Empat Dirawat

Redaksi
Redaksi
Selasa, 22 September 2026 - 11.21 AM WIB
Solok Diterjang Banjir Bandang dan Longsor, Puluhan Warga Mengungsi, Empat Dirawat
Kondisi Solok pasca diterjang banjir dan longsor, Senin (21/9/26).Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SOLOK (Waspada.id): Banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) malam. Bencana yang dipicu oleh hujan deras sejak Sabtu pekan lalu ini mengakibatkan akses jalan utama Padang–Solok lumpuh total dan sejumlah fasilitas umum rusak berat.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Khairul, mengonfirmasi bahwa terjangan air dan material longsor berdampak signifikan pada prasarana transportasi.

"Bencana tersebut tidak hanya berdampak pada infrastruktur jembatan, tetapi juga memengaruhi akses transportasi dari Kota Padang menuju Kabupaten Solok. Jalan dari Kota Padang ke Kabupaten Solok dilaporkan tidak bisa dilalui," ujar Khairul.

Dampak Bencana dan Kerusakan

Berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD Kabupaten Solok per Selasa (22/9/2026), peristiwa ini melumpuhkan aktivitas serta merusak infrastruktur di beberapa nagari, terutama Nagari Batang Barus dan Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang.

Fasilitas & Infrastruktur: 1 jembatan putus, sedikitnya 2 akses jalan terputus, dan 11 kantor pemerintah terdampak material longsor. Kerusakan Kendaraan: 21 unit mobil dan 7 unit sepeda motor mengalami kerusakan. Dua kendaraan (mobil boks dan minibus) sempat terjebak material longsor.

Korban Jiwa & Pengungsian: 4 orang mengalami luka-luka (3 dirawat di RSUD Arosuka dan 1 dirujuk ke Semen Padang Hospital). Sebanyak 9 KK (32 jiwa) mengungsi di dua titik lokasi penampungan.

Wakil Bupati Solok, Chandra, menyampaikan bahwa longsor terjadi dua kali secara beruntun dan Tim SAR gabungan terus menyisir lokasi terdampak untuk pemantauan serta evakuasi.

Peringatan BMKG dan Kebutuhan Mendesak

Proses evakuasi dan penanganan darurat hingga kini masih berjalan di tengah keterbatasan penerangan akibat aliran listrik yang padam. Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Decky Irmawan, mengimbau warga dan tim penolong untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.

"Akumulasi hujan yang cukup tinggi dapat meningkatkan potensi terjadinya longsor. Karena itu, kondisi cuaca dan potensi pergerakan tanah perlu terus diwaspadai, terutama oleh tim yang melakukan penanganan di lokasi," jelas Decky. Saat ini, bantuan yang paling mendesak dibutuhkan oleh para pengungsi meliputi selimut, sembako, makanan siap saji, perlengkapan wanita, serta kebutuhan bayi. BPBD mengimbau warga setempat untuk mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan.

Sumber Kompas.com

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement