Breaking News
Memuat breaking news...

Srikandi dan Dokter Berikan Edukasi Memilih Jajanan Sehat Buat Siswa SMP/MTs Al-Huda

Redaksi
Redaksi
Rabu, 26 Agustus 2026 - 7.58 PM WIB
Srikandi dan Dokter Berikan Edukasi Memilih Jajanan Sehat Buat Siswa SMP/MTs Al-Huda
SRIKANDI bersama petugas medis memberikan edukasi "Jajanan Cerdas" buat para siswa SMP/MTs Al-Huda di Desa Pulau Sembilan, Kec. Pangkalansusu. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PANGKALANSUSU (Waspada.id): Srikandi dan dokter perusahaan PT PLN Indonesia Power UBP Pangkalansusu berikan edukasi kesehatan bertajuk "Jajanan Cerdas, Tubuh Sehat” buat para siswa SMP/MTs Al-Huda di Desa Pulau Sembilan, Kec. Pangkalansusu, Rabu (26/8).

Kegiatan sosialisasi ini dalam rangka memberi edukasi bagi para siswa sebagai generasi muda untuk bagaimana meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga pola hidup sehat melalui pemilihan jajanan yang sehat dan higienis.

Hadir dalam acara sosialisasi tersebut antaralain, para jajaran pegawai PT PLN Indonesia Power berkolaborasi dengan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna, dokter dari perusahaan, Srikandi dan Persatuan Pegawai.

Kegiatan edukasi yang berkolaborasi dengan dokter dari perusahaan ini menjadi salah satu program dari Srikandi Movement Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Pangkalansusu, yakni Goes to School.

Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada para siswa SMP/MTs Al-Huda Pulau Sembilan mengenai pentingnya memilih makanan dan minuman yang aman, bersih, bergizi, serta sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Lewat edukasi ini, Srikandi dan dokter dari perusahaan mengajak siswa untuk lebih kritis dalam memilih jajanan yang dikonsumsi sehari-hari, baik dari sisi kebersihan, kandungan nilai gizi maupun cara penyajiannya.

Dalam kegiatan tersebut, dr. Ayu Riza Hani, menyampaikan bahwa kebiasaan memilih makanan sehat perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Menurutnya, jajanan yang dipilih bukan sekadar untuk menghilangkan rasa lapar, tapi juga menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan energi dan gizi untuk mendukung aktivitas belajar dan pertumbuhan.

“Semua anak-anak yang hadir disini lebih bisa bijak lagi dalam memilih makanan dengan mengingat dan menjaga keseimbangan porsi dan gizi makanan. Komposisi seimbang itu, yakni 50% adalah sayur, 25% protein dan 25% adalah karbohidrat” ujar dr Ayu Riza Hani.

Ia menyampaikan sejumlah pesan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain memilih jajanan yang aman dan bersih, memperhatikan kandungan gizi, menghindari makanan dan minuman yang berisiko bagi kesehatan, serta mencukupi kebutuhan air putih.

“Memilih jajanan bukan hanya soal rasa dan harga, tetapi juga tentang menjaga kesehatan tubuh. Anak-anak perlu dibiasakan untuk memilih makanan yang aman, bersih dan bergizi karena apa yang mereka konsumsi hari ini akan mendukung pertumbuhan, aktivitas belajar dan kesehatan mereka di masa depan," ujarnya.

Dokter dari perusahaan 'plat merah' ini menghimbau kepada pelajar agar menjadi anak yang cerdas memilih jajanan. "Perhatikan kebersihan, kandungan gizi dan keamanan makanan. Kurangi makanan yang terlalu manis, asin atau berminyak, dan jangan lupa cukupi kebutuhan air putih. Jajanan cerdas membuat, tubuh sehat, belajar lebih semangat dan prestasi pun meningkat," kata dr. Ayu Riza Hani.

Melalui kegiatan edukasi ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya jajanan sehat, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut ketika memilih makanan di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.

Kegiatan ini merupakan upaya membangun generasi sadar kesehatan. Dengan membiasakan “jajan cerdas”, anak-anak diharapkan dapat tumbuh lebih sehat, aktif, memiliki energi untuk belajar, serta mampu mencapai prestasi secara optimal.

Sebagai bentuk apresiasi, para Srikandi memberikan souvenir untuk peserta yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar sebagai bentuk pemahaman dari materi yang sudah disampaikan.(id24)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement