STB HKBP Laguboti Wisuda 38 Wisudawati


MEDAN (Waapada.id); Sekolah Tinggi Bibelvrouw (STB) HKBP Laguboti mewisuda 38 wisudawati dalam acara yang berlangsung di Aula STB HKBP Laguboti, Jumat (4/9). Wisuda mengangkat tema tahunan HKBP 2026, “Dipanggil untuk Melayani, Diutus untuk Mewariskan Iman” yang diambil dari Ulangan 6:4-9.
Tema tersebut dijabarkan dalam subtema, “Dengan bekal pendidikan teologi, lulusan STB HKBP diutus menjadi pelayan yang setia dalam mengajarkan, menghidupi, dan meneruskan iman kepada generasi mendatang.”
Ketua STB HKBP, Pdt. Maruhum Simangunsong, mengatakan pendidikan teologi di STB HKBP tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan, tetapi juga membentuk iman, karakter, dan semangat misi para mahasiswa agar siap menghadapi berbagai tantangan pelayanan.“STB HKBP dipanggil mempersiapkan generasi muda untuk menggumuli teologi dan misi gereja, dari masa lalu hingga masa depan,” ujarnya dalam laporan.
Ia menambahkan, pendidikan formal merupakan salah satu sarana strategis untuk mewariskan iman. Karena itu, para lulusan diharapkan mampu mengajarkan, menghidupi, dan meneruskan iman kepada generasi berikutnya melalui pelayanan yang nyata.
Sejalan dengan tema wisuda, penelitian tugas akhir para lulusan juga mengangkat berbagai persoalan kehidupan, antara lain isu lingkungan hidup, gender, penyandang disabilitas, serta persoalan sosial lainnya. Kajian tersebut diarahkan untuk menghasilkan pendekatan pelayanan yang kontekstual, inklusif, dan transformatif.
Dalam bimbingan pastoral, Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, mengapresiasi para wisudawati dan mengingatkan pentingnya pengajaran iman dimulai dari keluarga sebagai lingkungan terkecil gereja.Ia juga mengajak para lulusan untuk mencintai dan menjaga lingkungan hidup sebagai bagian dari tanggung jawab iman terhadap karya Allah.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Kristen Ditjen Bimas Kristen, Dr. Suwarsono, S.PAK., MM, menilai STB HKBP memiliki keunikan dalam menghasilkan perempuan-perempuan penginjil sekaligus mempertahankan kekhasan pendidikan Bibelvrouw di tengah perkembangan zaman.Menurutnya, identitas dan tradisi yang dimiliki STB HKBP menjadi kekuatan untuk terus berkontribusi dalam pengajaran iman dan pelayanan gerejawi.
Ketua STB HKBP juga menegaskan komitmen institusi untuk terus meningkatkan tata kelola dan kualitas pendidikan. Hal tersebut sejalan dengan Rencana Induk Pengembangan STB HKBP untuk menjadi salah satu perguruan tinggi yang dikenal secara internasional.Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi di STB HKBP, lanjutnya, tidak terlepas dari dukungan pimpinan HKBP, YPTT, dosen, tenaga kependidikan, sivitas akademika, jemaat, pemerintah, dan masyarakat.
Acara wisuda turut dihadiri Kepala Departemen Diakonia HKBP Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min., Praeses Distrik IV Toba Pdt. Ebsan Hutabarat, M.Th., Praeses Distrik XI Toba Hasundutan Pdt. Marganda Lubis, M.I.Kom., pengurus YPTT HKBP, pelayan full timer HKBP, alumni STB HKBP, perwakilan Pemerintah Kabupaten Toba, pimpinan perguruan tinggi di Tapanuli, pimpinan BRI dan BTN Cabang Balige, Muspika Laguboti, serta tokoh masyarakat.Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Para wisudawati diharapkan mampu menjalankan panggilan pelayanan dengan setia serta menjadi bagian dari upaya meneruskan iman kepada generasi mendatang. (Wsp.id)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda