Breaking News
Memuat breaking news...

Steven Hao, Pendiri Startup AI Jadi Orang Terkaya Termuda di Forbes 400

Redaksi
Redaksi
Senin, 28 September 2026 - 7.55 AM WIB
Steven Hao, Pendiri Startup AI Jadi Orang Terkaya Termuda di Forbes 400
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Demam kecerdasan buatan (AI) kembali melahirkan miliarder muda. Steven Hao, 30, salah satu pendiri startup coding AI Cognition, masuk dalam daftar Forbes 400 2026 dan tercatat sebagai orang terkaya termuda dalam daftar tersebut.

Kekayaan Hao diperkirakan mencapai US$5,8 miliar atau sekitar Rp103,9 triliun, dengan asumsi kurs Rp17.930 per dolar AS.

Melansir VnExpress, Senin (28/9/2026), Hao debut di daftar Forbes 400 2026 setelah valuasi Cognition melonjak menjadi US$48 miliar atau sekitar Rp860,6 triliun. Kenaikan tersebut terjadi setelah Cognition memperoleh pendanaan sebesar US$2 miliar atau Rp35,8 triliun pada bulan ini.

Hao menjadi orang termuda dalam daftar tersebut, mengungguli pendiri Anduril, Palmer Luckey, 33, yang memiliki kekayaan bersih sekitar US$5,9 miliar atau Rp105,7 triliun, menurut Forbes.

Hao merupakan satu dari 34 pendatang baru dalam Forbes 400 tahun ini yang dirilis pada Selasa, 22 September 2026. Kekayaan minimum untuk masuk daftar tersebut juga mencapai rekor, yakni US$4,4 miliar atau sekitar Rp78,8 triliun.

Perhitungan kekayaan bersih dalam daftar tersebut menggunakan data hingga 4 September 2026.

Startup AI Cognition Melonjak

Cognition didirikan pada 2023 dan dikenal melalui agen coding AI bernama Devin. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu menulis dan memperbaiki perangkat lunak.

Sejumlah perusahaan besar tercatat menjadi pelanggan Cognition, termasuk Citibank dan perusahaan fintech Ramp.

Hao merupakan salah satu pendiri sekaligus Chief Technology Officer (CTO) Cognition. Ia juga menjadi pemegang saham pendiri terbesar di perusahaan tersebut.

Dua pendiri lainnya, yakni CEO Scott Wu dan Chief Product Officer (CPO) Walden Yan, juga menjadi miliarder setelah putaran pendanaan terbaru Cognition. Namun, kekayaan keduanya belum mencapai batas untuk masuk daftar Forbes 400.

Kekayaan Steven Hao Naik Empat Kali Lipat

Lonjakan valuasi Cognition membuat kekayaan Hao meningkat pesat dalam waktu relatif singkat.

Cognition sebelumnya memiliki valuasi sekitar US$10,2 miliar atau Rp182,8 triliun setelah memperoleh pendanaan US$400 juta atau Rp7,1 triliun pada September 2025.

Selanjutnya, perusahaan memperoleh lebih dari US$1 miliar atau Rp17,9 triliun pada Mei 2026 dengan valuasi sekitar US$26 miliar atau Rp466,1 triliun, menurut Bloomberg.

Pada Agustus 2026, Cognition disebut tengah membahas putaran pendanaan berikutnya dengan investor yang berpotensi mendorong valuasi perusahaan hingga sedikitnya US$40 miliar atau Rp717,2 triliun.

Pembicaraan tersebut akhirnya menghasilkan pendanaan US$2 miliar pada bulan ini dengan valuasi Cognition mencapai US$48 miliar.

Lonjakan valuasi tersebut ikut mendorong kekayaan Hao hingga menjadi salah satu miliarder teknologi termuda di Amerika Serikat.

Ledakan AI Melahirkan Miliarder Muda

Kisah Hao menjadi bagian dari munculnya generasi baru miliarder muda Amerika Serikat yang membangun kekayaan melalui bisnis berbasis AI.

Sebanyak 10 orang berusia di bawah 40 tahun masuk dalam daftar Forbes 400 tahun ini. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat empat orang.

Dari 10 orang tersebut, tujuh merupakan pendatang baru dan seluruhnya membangun kekayaan melalui bisnis yang berkaitan dengan AI.

Secara keseluruhan, 10 orang termuda dalam daftar Forbes 400 memiliki kekayaan gabungan mencapai US$169 miliar atau sekitar Rp3.030 triliun.

Steven Hao Punya Prestasi di Bidang Informatika

Sebelum menjadi miliarder melalui startup AI, Hao telah memiliki rekam jejak kuat di bidang teknologi dan pemrograman.

Ia memenangkan medali emas Olimpiade Internasional Informatika pada 2014. Rekan pendirinya, Wu dan Yan, juga merupakan peraih medali emas dalam kompetisi pemrograman untuk siswa sekolah menengah atas.

Ketiganya kemudian bertemu dalam lingkungan kompetisi pemrograman dan akhirnya membangun Cognition bersama.

Hao merupakan lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) dengan gelar sarjana ilmu komputer dan matematika pada 2018, berdasarkan profil LinkedIn-nya.

Setelah lulus, ia memulai karier sebagai software engineer di Scale AI, perusahaan pelabelan data yang didirikan bersama oleh miliarder Alexandr Wang. Hao bekerja di perusahaan tersebut hingga 2022.

Forbes pertama kali memprediksi Hao akan menjadi miliarder pada Januari 2026 ketika Cognition memiliki valuasi US$10,2 miliar atau sekitar Rp182,8 triliun.

Berdasarkan dokumen keuangan yang ditinjau Forbes saat itu, kekayaan Hao diperkirakan sekitar US$1,3 miliar atau Rp23,3 triliun berdasarkan nilai saham yang dimilikinya di Cognition.

Dalam waktu kurang dari setahun, estimasi kekayaan tersebut melonjak hingga beberapa kali lipat seiring meroketnya valuasi startup AI yang dibangunnya. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement