Breaking News
Memuat breaking news...

Stok Beras 25 Juta Ton, Mentan Klaim Cukup hingga Juli 2027 Tanpa Impor

Redaksi
Redaksi
Selasa, 27 Oktober 2026 - 7.58 AM WIB
Stok Beras 25 Juta Ton, Mentan Klaim Cukup hingga Juli 2027 Tanpa Impor
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengklaim ketersediaan beras nasional mencapai 25 juta ton, yang disebut sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengklaim ketersediaan beras nasional mencapai 25 juta ton, yang disebut sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Dengan kebutuhan konsumsi sekitar 2,5 juta ton per bulan, jumlah tersebut diklaim mampu memenuhi kebutuhan beras nasional hingga Juli 2027 tanpa harus mengandalkan impor.

Pemerintah menyatakan, stok beras masih dalam kondisi aman meskipun Indonesia menghadapi ancaman fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan dan mengganggu produksi pertanian. Sejumlah langkah antisipasi disiapkan untuk menjaga produktivitas padi sekaligus memastikan pasokan beras tetap tersedia.

Amran menyampaikan hal tersebut seusai rapat koordinasi terkait ketahanan pangan di Jakarta, Senin (26/10/2026). Ia menegaskan ketersediaan beras nasional saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

"Insyaallah stok kita aman, aman untuk sampai bulan Juli untuk beras. Stok kita tertinggi sepanjang sejarah saat ini," ujar Amran usai rapat koordinasi terkait ketahanan pangan di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Amran menjelaskan, angka ketersediaan beras sebesar 25 juta ton yang dipaparkan pemerintah terdiri atas beberapa komponen. Rinciannya, sekitar 10 juta ton berasal dari standing crop atau tanaman padi yang masih berada di lahan, 10 juta ton berada di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) serta rumah tangga, dan 4,5 juta ton tersimpan di Perum Bulog.

Dengan asumsi kebutuhan konsumsi beras nasional mencapai 2,5 juta ton setiap bulan, pemerintah memperkirakan ketersediaan tersebut dapat mencukupi kebutuhan selama sekitar 10 bulan.

"25 bagi 2,5 juta berarti itu 10 bulan ke depan, sampai bulan Juli insyaallah aman," katanya.

Meski demikian, angka ketersediaan tersebut mencakup beras yang tersimpan di berbagai sektor serta potensi produksi dari tanaman padi yang masih berada di lahan. Karena itu, komponen-komponen tersebut perlu dibedakan dari stok beras siap salur yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasar saat ini.

Dua Tahun Tanpa Impor Beras

Selain mengklaim stok beras mencapai rekor tertinggi, Amran menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada beras selama dua tahun berturut-turut pada masa pemerintahan saat ini.

Ia mengatakan, Indonesia tidak melakukan impor beras pada tahun lalu maupun tahun ini. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil upaya pemerintah memperkuat produksi pangan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

"Yang pertama kami sampaikan bahwasannya pangan kita, khususnya beras yang menjadi pangan strategis itu dua tahun pemerintahan saat ini swasembada berkelanjutan. Tahun lalu tidak ada impor, tahun ini juga tidak ada impor," ujarnya.

Untuk mempertahankan capaian tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah guna menjaga produksi padi, terutama menghadapi ancaman El Nino yang berpotensi mengurangi ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Langkah antisipasi yang dilakukan meliputi program pompanisasi untuk mendukung pengairan lahan, optimalisasi lahan (oplah), perbaikan jaringan irigasi, serta penggunaan benih yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.

Pemerintah berharap berbagai upaya tersebut dapat menjaga produktivitas pertanian dan mencegah penurunan produksi beras ketika kondisi cuaca menjadi kurang menguntungkan.

Ketahanan stok dan keberlanjutan produksi menjadi faktor penting untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi. Selain menjaga ketersediaan pasokan, pemerintah juga perlu memastikan distribusi beras berjalan lancar agar stok yang tersedia dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement