Breaking News
Memuat breaking news...

Stok Beras Bulog Sumut Tembus 56 Ribu Ton Siap Disalurkan

Redaksi
Redaksi
Rabu, 10 Juni 2026 - 10.35 AM WIB
Stok Beras Bulog Sumut Tembus 56 Ribu Ton Siap Disalurkan
Pimpinan Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memastikan ketersediaan stok pangan strategis di wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat ini, stok beras yang dikuasai Bulog Sumut mencapai 56.176 ton dan telah tersebar di seluruh wilayah kabupaten/kota.

Pimpinan Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto mengatakan, stok beras tersebut berada dalam kondisi siap salur, termasuk di daerah-daerah seperti Balige dan Nias.

"Kondisi stok Bulog di Sumatera Utara saat ini sangat aman. Jumlahnya sekitar 56.176 ton dan sudah tersebar merata di seluruh wilayah Sumatera Utara sehingga siap disalurkan kapan saja diperlukan," ujar Budi, Rabu (10/6/2026).

Selain beras, Bulog Sumut juga memiliki stok jagung sekitar 4.230 ton yang dipusatkan di wilayah Medan. Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan karena penyaluran jagung lebih banyak ditujukan untuk memenuhi kebutuhan peternak petelur mandiri yang terkonsentrasi di kawasan Medan, Binjai, dan Serdang Bedagai.

Sementara itu, stok minyak goreng yang dikelola Bulog mencapai sekitar 880 ribu liter dan telah didistribusikan ke seluruh wilayah Sumatera Utara.

Sedangkan untuk komoditas gula kristal putih, Bulog saat ini memiliki persediaan sekitar 430 ton guna mendukung kebutuhan masyarakat.

Bantuan Pangan

Di sisi penyaluran bantuan pangan, Bulog Sumut mencatat realisasi distribusi bantuan pangan pemerintah telah mencapai 717.528 keluarga penerima manfaat (KPM) atau sekitar 40,84 persen dari total target 1.756.846 keluarga untuk alokasi Februari-Maret 2026.

Budi menjelaskan, setiap keluarga penerima memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng secara gratis.

"Dari realisasi tersebut, kami telah menyalurkan sekitar 14.350 ton beras dan 2.870.112 liter minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat," katanya.

Menurutnya, sejumlah kendala yang sempat terjadi dalam proses distribusi, seperti cuaca buruk, gangguan pasokan listrik akibat robohnya jaringan SUTET, hingga hambatan pengemasan, kini telah berhasil diatasi.

"Kami sudah mengambil berbagai langkah antisipasi, termasuk menyediakan genset di gudang-gudang Bulog. Saat ini seluruh proses distribusi sudah terkendali dan tidak ada kendala berarti," ujarnya.

Program Bantuan Pangan Berlanjut Juli 2026

Budi juga mengungkapkan pemerintah berencana melanjutkan program bantuan pangan pada Juli 2026 setelah penyaluran tahap Februari-Maret selesai pada 30 Juni mendatang.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi pemerintah pusat, program tersebut akan kembali menyasar sekitar 33,7 juta penerima di seluruh Indonesia, termasuk sekitar 1,75 juta keluarga penerima manfaat di Sumatera Utara.

"Kebijakan ini merupakan upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan mengantisipasi dampak kenaikan harga pangan akibat berbagai faktor global. Dengan bantuan beras dan minyak goreng gratis, masyarakat yang rentan dapat tetap memperoleh akses pangan yang cukup," jelasnya.

Penyaluran Beras SPHP

Untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bulog Sumut telah menyalurkan sebanyak 17.294 ton beras sejak Maret 2026 atau sekitar 35,36 persen dari target tahunan sebesar 49.043 ton.

Menurut Budi, target penyaluran SPHP untuk Sumatera Utara berpotensi ditambah oleh pemerintah pusat guna memperkuat pasokan beras di pasar hingga akhir tahun.

"Rencananya ada penambahan target SPHP untuk Sumatera Utara. Ini berarti pasokan beras ke pasar dan Rumah Pangan Kita (RPK) akan semakin bertambah sehingga stabilitas harga dan ketersediaan beras dapat terus terjaga sampai akhir tahun," pungkasnya. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement