Stok Beras Nasional 5,17 Juta Ton, Aman hingga SetahunStok Beras Nasional 5,17 Juta Ton, Aman hingga Setahun

JAKARTA (Waspada.id): Pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman. Hingga 21 Agustus 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat mencapai 5,17 juta ton, sehingga pemerintah memiliki ruang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk saat terjadi bencana alam dan kondisi darurat.
Stok tersebut juga menjadi modal penting pemerintah untuk menjalankan berbagai program bantuan pangan melalui Perum Bulog, tanpa mengganggu ketahanan cadangan beras nasional.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah telah melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan beras, termasuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.
Bahkan, pemerintah telah menghitung kemampuan stok beras untuk memenuhi kebutuhan hingga satu tahun ke depan jika kondisi darurat terjadi.
"Karena masalah beras yang paling penting. Perintah Bapak Presiden agar bergerak cepat, menyelesaikan masalah. Dan alhamdulillah, kami sudah cek langsung. Kami sudah hitung kekuatan kita di sini sampai 1 tahun aman bahkan lebih. Jadi insya Allah aman," kata Amran, Minggu (23/8/2026).
CBP Sudah Disalurkan 1,65 Juta Ton
Meski penyaluran bantuan pangan terus dilakukan, stok CBP nasional masih berada di atas 5 juta ton. Data pemerintah mencatat, sepanjang Januari hingga 21 Agustus 2026, sebanyak 1,65 juta ton CBP telah digelontorkan untuk berbagai kebutuhan.
Penyaluran tersebut mencakup program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), bantuan pangan, serta bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana dan keadaan darurat.
Untuk program SPHP, realisasi penjualan beras pada Januari-Februari mencapai 221,05 ribu ton. Sementara penyaluran SPHP periode Maret-Agustus tercatat 678,12 ribu ton.
Adapun bantuan pangan tahap pertama telah mencapai 662,86 ribu ton. Sementara bantuan pangan tahap kedua yang mulai berjalan telah terealisasi sebanyak 32,25 ribu ton.
Pemerintah juga telah mengalokasikan 11,39 ribu ton beras untuk bantuan bencana dan keadaan darurat. Selain itu, penyaluran untuk golongan anggaran tercatat sebesar 53,68 ribu ton.
Siapkan Hampir 1 Juta Ton Bantuan Tahap Kedua
Pemerintah belum berhenti menyalurkan bantuan pangan. Untuk tahap kedua, pemerintah merencanakan penyaluran 997,2 ribu ton beras.
Bantuan tersebut akan menyasar 33,24 juta keluarga, dengan setiap keluarga memperoleh 10 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan.
Jika rencana tersebut terealisasi, pemerintah bersama Perum Bulog berpotensi menyalurkan CBP lebih dari 2 juta ton sepanjang tahun ini.
Meski volume penyaluran cukup besar, pemerintah memastikan posisi stok tetap kuat. Dengan cadangan yang masih mencapai 5,17 juta ton per 21 Agustus 2026, pemerintah memiliki ruang untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus merespons kebutuhan masyarakat ketika terjadi bencana maupun keadaan darurat.
Kondisi stok tersebut menjadi salah satu penopang pemerintah dalam memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus menjaga program bantuan pangan terus berjalan tanpa mengorbankan kecukupan cadangan nasional. (Lip6)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda