Subandi Apresiasi Percepatan Pembangunan Sumut, Nias Jadi PerhatianSubandi Apresiasi Percepatan Pembangunan Sumut, Nias Jadi Perhatian

MEDAN (Waspada.id): Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Gerindra, HM Subandi, mengapresiasi langkah Gubernur Sumut Bobby Nasution yang terus mendorong percepatan pembangunan di berbagai wilayah, termasuk Kepulauan Nias.
Menurut Subandi, perhatian pemerintah provinsi terhadap daerah kepulauan dan wilayah tertinggal menunjukkan adanya upaya pemerataan pembangunan. Ia menilai percepatan pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan dasar, terutama bidang kesehatan.
Subandi juga mengapresiasi program transformasi puskesmas yang dilakukan Pemprovsu . Program tersebut tidak hanya menyasar 17 puskesmas, tetapi mencakup 21 puskesmas yang tersebar di 17 kabupaten.
Melalui program tersebut, puskesmas rawat inap diperkuat menjadi fasilitas dengan layanan yang lebih lengkap dan spesialistik. Pengembangan meliputi rehabilitasi gedung, penambahan ruang, fasilitas persalinan, alat kesehatan, telemedisin hingga dukungan tenaga dokter spesialis.
“Ini langkah yang positif karena masyarakat di daerah, khususnya pelosok, membutuhkan akses pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan berkualitas. Jangan sampai semua pasien harus menumpuk di rumah sakit kabupaten,” ujar Subandi, akhir pekan lalu.
Ia juga menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur di Kepulauan Nias melalui program Ngantor Bareng yang dilakukan Pemprovsu. Program tersebut diarahkan untuk mempercepat pembangunan jalan strategis, jembatan, serta fasilitas pendukung logistik dan kesehatan.
Sejumlah ruas jalan strategis di Nias Utara, antara lain Lotu-Lahewa sepanjang 2,5 kilometer dan Lotu-Tuhemberuwa sepanjang 4 kilometer, mulai mendapat perhatian setelah puluhan tahun belum tersentuh pengaspalan.
Selain itu, pembangunan dan perbaikan konektivitas Nias Selatan-Nias Barat serta sejumlah koridor lainnya juga didorong. Pembangunan jembatan beton dan jembatan gantung melalui kerja sama Satgas Karya Bakti TNI AD dan masyarakat turut menjadi bagian dari upaya membuka akses antarwilayah.
Menurut Subandi, pembangunan infrastruktur di Nias tidak boleh berhenti pada pembangunan jalan dan jembatan. Fasilitas pendukung seperti pelabuhan terpadu, gudang logistik dan peningkatan fungsi puskesmas juga harus menjadi perhatian.
“Pembangunan harus dilakukan secara terintegrasi. Infrastruktur jalan, jembatan, kesehatan dan logistik harus saling mendukung sehingga dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Disepakati
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama DPRD Sumut menyepakati Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA-PPAS P-APBD) Sumut 2026.
Dalam rancangan perubahan tersebut, pendapatan daerah diproyeksikan meningkat dari Rp11,66 triliun menjadi Rp12,92 triliun atau bertambah sekitar Rp1,26 triliun. Sementara belanja daerah naik dari Rp11,68 triliun menjadi Rp13,36 triliun, atau bertambah sekitar Rp1,68 triliun.
Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan dalam Rapat Paripurna DPRD Sumut di Gedung Dewan, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (21/8/2026).
Gubsu Bobby Nasution, didampingi Wakil Gubernur Surya dan Pj Sekda Timur Tumanggor, menandatangani nota kesepakatan bersama Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus dan para wakil ketua DPRD Sumut.
Kenaikan belanja tersebut antara lain diarahkan untuk mendukung percepatan program pembangunan fisik, khususnya jalan, jembatan dan bidang cipta karya.
Bobby meminta seluruh daerah mempercepat realisasi pembangunan fisik maupun nonfisik. Percepatan diperlukan karena pelaksanaan anggaran telah memasuki akhir triwulan III dan pekerjaan fisik harus dikebut sebelum kondisi cuaca memasuki musim hujan.
“Hari ini yang juga perlu kita percepat tentu pelaksanaan pembangunan fisik. Kenapa? Karena kita tidak ingin ada kendala nanti kalau menjelang akhir tahun,” ujar Bobby.
Selain pembangunan fisik, Bobby meminta percepatan realisasi anggaran bidang kesejahteraan rakyat, termasuk bantuan sosial, bantuan rumah ibadah, organisasi kemasyarakatan dan bantuan lainnya.
“Khususnya kepada Biro Kesra agar segera mempercepat realisasi anggarannya,” katanya.
Bobby mengatakan percepatan pembangunan juga dilakukan melalui peninjauan langsung ke berbagai wilayah. Saat ini, dirinya bersama Wakil Gubernur Surya dan jajaran tengah melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Nias untuk memastikan program pembangunan berjalan sesuai target.
“Yang pasti kita rancang sebelum akhir tahun ini, akan berkantor di wilayah lainnya setelah Kepulauan Nias,” ujarnya.
Setelah Kepulauan Nias, Pemprov Sumut berencana melakukan pola serupa di kawasan Tabagsel, Pantai Timur dan Dataran Tinggi Sumut.
Sementara itu, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus mengapresiasi langkah gubernur dalam mendorong percepatan pembangunan di seluruh wilayah Sumut.
Ia berharap kesepakatan KUA-PPAS P-APBD 2026 segera ditindaklanjuti melalui pembahasan Ranperda P-APBD Sumut 2026 sesuai tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan. (wsp.id)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda