Sukses Pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Fajar Alfian Menjadi Juara Denmark Open 2026


Oleh: Indra Efendi Rangkuti
Tahun 2026 ibarat menjadi momen kebangkitan bagi pasangan ganda putra andalan Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri/Fajar Alfian, atau yang sering disebut duet Fikri/Fajar. Setelah pada Juli 2026 sukses menjadi juara turnamen Super 750 Japan Open 2026 dan turnamen Super 1000 China Open 2026, kini duet Fikri/Fajar menjadi juara turnamen Super 750 Denmark Open 2026.
Denmark Open 2026 ibarat menjadi panggung kebangkitan bagi duet Fikri/Fajar setelah gagal meraih gelar di Kejuaraan Dunia 2026 dan hanya meraih medali perunggu di nomor perorangan Asian Games 2026. Kondisi ini sempat membuat banyak pihak meragukan duet Fikri/Fajar bakal sukses di Denmark Open 2026, meskipun keduanya menjadi bagian dari tim beregu putra Indonesia yang meraih medali emas di Asian Games 2026 setelah penantian selama 28 tahun.
Keberhasilan ini menjadikan duet Fikri/Fajar sebagai ganda putra terbaik Indonesia saat ini dan salah satu yang terkuat di pentas bulutangkis internasional. Konsistensi tentu menjadi target pasangan racikan pelatih Antonius Budi Ariantho ini di turnamen-turnamen bulutangkis internasional selanjutnya.
Keberhasilan duet Fikri/Fajar ini juga memupus memori buruk Indonesia di Thomas Cup 2026 yang digelar di Denmark. Saat itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tim Indonesia tersingkir di babak penyisihan Thomas Cup.
Denmark Open 2026, yang merupakan turnamen Super 750, digelar pada 13–18 Oktober 2026 di Arena Fyn, Odense, Denmark. Pasangan-pasangan ganda putra terbaik dunia tampil di turnamen ini.
Di babak awal Denmark Open 2026, duet Fikri/Fajar menaklukkan pasangan andalan Denmark, Kim Astrup/Anders Rasmussen, dengan straight game 24-22 dan 21-14. Di babak 16 besar, Fikri/Fajar kembali mengalahkan pasangan Denmark, Rasmus Kjær/Christian F. Kjær, dengan straight game 21-19 dan 21-10.
Di babak delapan besar, duet Fikri/Fajar dengan gemilang menyingkirkan pasangan Thailand, Pakkapon Teeraratsakul/Peeratchai Sukphun. Secara meyakinkan, duet Fikri/Fajar menaklukkan Pakkapon Teeraratsakul/Peeratchai Sukphun dengan straight game 21-17 dan 21-16.
Kemenangan atas Pakkapon Teeraratsakul/Peeratchai Sukphun ini semakin menambah kepercayaan diri Fikri/Fajar dalam menghadapi laga semifinal melawan salah satu pasangan terbaik dunia asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang. Apalagi, duet Fikri/Fajar termotivasi membalas kekalahan dari Liang Wei Keng/Wang Chang pada final nomor beregu dan semifinal nomor perorangan Asian Games 2026 lalu.
Melalui pertarungan ketat, duet Fikri/Fajar menaklukkan Liang Wei Keng/Wang Chang. Pertandingan tersebut diwarnai dua kartu kuning yang diterima Fikri dan Fajar. Mereka menang dengan rubber game 21-16, 16-21, dan 21-16.
Kemenangan Fikri/Fajar ini mengobati kekecewaan Indonesia atas kegagalan para pebulutangkis Indonesia yang sebelumnya terhenti di babak delapan besar, yaitu Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani.
Di final, duet Fikri/Fajar menghadapi pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Duet Aaron Chia/Soh Wooi Yik lolos ke final setelah pada semifinal menaklukkan pasangan ganda putra terkuat dunia saat ini yang juga menempati peringkat satu dunia asal Korea Selatan, Seo Seung Jae/Kim Won Ho, dengan straight game 21-14 dan 21-18.

Pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Fajar Alfian dan pasangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik di podium Juara Denmark Open 2026
Ini merupakan pertemuan kelima antara duet Fikri/Fajar dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Kedua pasangan berimbang dengan skor 2-2 dalam empat pertemuan sebelumnya. Pada pertemuan terakhir di semifinal turnamen Super 1000 Malaysia Open, Januari 2026 lalu, duet Fikri/Fajar takluk dari Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan straight game 21-23 dan 18-21.
Final ganda putra Denmark Open 2026 berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026, di Arena Fyn, Odense, Denmark. Final ini ibarat reuni bagi Fikri dan Fajar karena pelatih ganda putra Malaysia, Herry Iman Pierngadi, merupakan sosok yang pernah melatih Fikri dan Fajar di Pelatnas PBSI.
Demikian juga dengan pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, yang ketika aktif bermain pernah dilatih Herry Iman Pierngadi di Pelatnas PBSI.
Pasangan Fikri/Fajar memasuki lapangan dengan wajah tenang dan rileks tanpa beban menghadapi pasangan terbaik dunia saat ini asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Set pertama dimulai dengan kejar-mengejar angka pada awal pertandingan antara kedua pasangan. Namun, duet Fikri/Fajar tidak memberi kesempatan kepada Aaron Chia/Soh Wooi Yik untuk mengembangkan permainan. Akhirnya, pada set pertama ini, duet Fikri/Fajar unggul dengan skor 21-8.
Pada jeda set pertama dan kedua, pelatih Antonius Budi Ariantho memberikan instruksi agar Fikri dan Fajar terus menekan Aaron Chia/Soh Wooi Yik serta mengurangi kesalahan sendiri.

Muhammad Shohibul Fikri dan Fajar Alfian berangkulan penuh rasa gembira usai memastikan diri menjadi Juara Ganda Putra Denmark Open 2026
Pada set kedua, duet Fikri/Fajar tampil semakin percaya diri. Mereka terus menekan Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Sempat tertinggal pada awal pertandingan, duet Fikri/Fajar akhirnya mampu mengejar. Setelah menyamakan kedudukan, mereka terus mencecar Aaron Chia/Soh Wooi Yik hingga pasangan Malaysia tersebut dibuat tidak berkutik.
Akhirnya, set kedua dimenangkan dengan gemilang oleh pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Fajar Alfian dengan skor 21-11. Kemenangan tersebut sekaligus memastikan duet Fikri/Fajar menjadi juara ganda putra Denmark Open 2026.
Begitu servis Muhammad Shohibul Fikri tidak mampu dikembalikan dengan sempurna oleh Aaron Chia dan membentur net, meledaklah kebahagiaan di wajah pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Fajar Alfian. Keduanya berangkulan dengan diliputi kegembiraan dan kebahagiaan.
Setelah menyalami Aaron Chia dan Soh Wooi Yik, keduanya mendatangi pelatih Antonius Budi Ariantho dan menyalami sang pelatih dengan penuh kegembiraan.
Setelah berdoa sebagai wujud syukur atas kesuksesan yang mereka raih, Fikri dan Fajar kembali ke lapangan dan melakukan selebrasi ala goyang "Pacu Jalur". Setelah itu, keduanya memberikan penghormatan kepada para suporter Indonesia yang hadir di Arena Fyn, Odense, Denmark.
Kemudian, diiringi gemuruh penonton yang hadir di arena, Fikri dan Fajar melangkah dan berdiri di podium juara, disambut tepuk tangan meriah para penonton yang terhibur dengan aksi memikat mereka pada laga final ini. Tak lupa, Fikri dan Fajar mengajak sang pelatih, Antonius Budi Ariantho, serta ofisial tim Indonesia untuk berfoto bersama di podium juara.

Muhammad Shohibul Fikri dan Fajar Alfian melakukan selebrasi usai memastikan diri menjadi Juara Ganda Putra Denmark Open 2026
Kemenangan ini memberikan kebahagiaan besar bagi dunia bulutangkis Indonesia. Fikri/Fajar menuntaskan dahaga gelar juara Indonesia di turnamen bulutangkis level Super 750. Ini merupakan gelar juara Super 750 kedua yang diraih Fikri dan Fajar setelah Japan Open 2026 pada 19 Juli 2026 lalu. Semoga ini menjadi awal kebangkitan bulutangkis Indonesia pada 2026.
Keberhasilan duet Fikri/Fajar ini menjadikan mereka pasangan ganda putra Indonesia kesembilan yang menjadi juara ganda putra Denmark Open sejak turnamen tersebut pertama kali digelar pada 1936.
Sebelumnya, pasangan ganda putra Indonesia yang menjadi juara Denmark Open adalah Tjun Tjun/Johan Wahyudi, Christian Hadinata/Ade Chandra, Denny Kantono/Antonius Budi Ariantho, Ricky A. Soebagdja/Rexy Mainaky, Flandy Limpele/Eng Hian, Markis Kido/Hendra Setiawan, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, serta Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian.
Prestasi ini juga membuat Fajar Alfian mencatatkan sukses sebagai pemain ganda putra Indonesia pertama yang menjuarai Denmark Open dengan pasangan berbeda. Sebelumnya, pada 2022, Fajar Alfian yang berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto sukses menjadi juara ganda putra Denmark Open. Pelatih duet Rian/Fajar saat itu adalah Herry Iman Pierngadi.
Antonius Budi Ariantho juga sukses menyamai prestasi mantan pelatihnya di Pelatnas PBSI, Christian Hadinata, yang sukses menjuarai ganda putra Denmark Open sebagai pemain dan pelatih. Sebelumnya, pada 1994, Antonius Budi Ariantho yang berpasangan dengan Denny Kantono sukses menjuarai Denmark Open. Pelatih mereka saat itu adalah Christian Hadinata.

Muhammad Shohibul Fikri berdoa sebagai rasa syukur usai menjadi Juara Ganda Putra Denmark Open 2026 bersama Fajar Alfian
Tentu, dunia bulutangkis Indonesia berharap pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Fajar Alfian bisa konsisten berprestasi. Apalagi, keduanya menjadi satu-satunya pasangan pebulutangkis Indonesia yang berjaya di turnamen level Super 750 dan Super 1000 sejak 2025 hingga 2026.
Dengan semangat dan kegigihan yang mereka perlihatkan di Denmark Open 2026 ini, optimisme muncul bahwa pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Fajar Alfian akan kembali meraih kesuksesan di turnamen-turnamen bergengsi selanjutnya pada 2026, terutama BWF World Tour Finals 2026.
Selamat dan sukses untuk Muhammad Shohibul Fikri dan Fajar Alfian. Semoga mereka terus berjaya di pentas bulutangkis internasional. WASPADA.id
Penulis adalah pemerhati olahraga.
Berita Terkait

































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda