Sulap Lahan Sempit Jadi Kebun Produktif, Mahasiswa KKNT UNA Kenalkan Hidroponik ke Siswa MAS MuliaSulap Lahan Sempit Jadi Kebun Produktif, Mahasiswa KKNT UNA Kenalkan Hidroponik ke Siswa MAS Mulia

SEI BALAI, Batubara (Waspada.id): Lahan sempit bukan alasan untuk berhenti bertani. Pesan itulah yang dibawa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKNT) Fakultas Pertanian Universitas Asahan (UNA) saat mengenalkan teknologi hidroponik kepada siswa MAS Mulia Sei Balai, Kabupaten Batu Bara, Senin (10/8).
Melalui program Transfer Teknologi Budidaya Sayuran Hidroponik, mahasiswa KKNT Kelompok 9 Desa Sei Balai, Fakultas Pertanian Universitas Asahan (FP UNA) mengajak siswa melihat pertanian dari sudut pandang berbeda. Bertani tidak lagi identik dengan sawah dan lahan luas, tetapi dapat dilakukan di pekarangan rumah dengan memanfaatkan teknologi sederhana.
Kegiatan yang didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Sutriono, S.P., M.Agr, tersebut berlangsung interaktif. Para siswa tidak hanya menerima penjelasan, tetapi langsung mempraktikkan tahapan budidaya hidroponik, mulai dari penyemaian benih, menyiapkan larutan nutrisi, menanam bibit hingga perawatan tanaman. Sutriono mengatakan, teknologi hidroponik menjadi salah satu alternatif pertanian modern yang dapat diterapkan masyarakat di tengah semakin terbatasnya lahan.
"Pertanian modern tidak selalu identik dengan lahan luas dan alat berat. Dengan teknologi sederhana seperti hidroponik, kita bisa bercocok tanam di mana saja, di pekarangan rumah, balkon, bahkan di dalam ruangan," ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas pengenalan teknologi, tetapi mampu menumbuhkan keberanian siswa untuk mencoba dan mengembangkan hidroponik sebagai kegiatan produktif.
"kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Pertanian UNA mendekatkan dunia akademik dengan masyarakat. Terlebih, tantangan ketahanan pangan pada masa mendatang membutuhkan generasi muda yang memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian," jelasnya.
Kepala MAS Mulia Sei Balai, Muhammad Luthfi Mustahdi, S.H., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai, praktik langsung memberikan pengalaman yang tidak diperoleh siswa hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Siswa mendapatkan pengalaman langsung yang tidak bisa mereka peroleh hanya dari buku pelajaran. Ini membuka cakrawala mereka bahwa pertanian merupakan bidang yang menjanjikan dan penuh inovasi," katanya.
Ketua Yayasan Nur Ilhami, S.P., juga menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Pertanian UNA dan mahasiswa KKNT. Edukasi hidroponik memberikan keterampilan sekaligus membuka wawasan siswa terhadap peluang pertanian masa depan.
"Mereka tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga dapat menjadi produsen yang menciptakan nilai tambah," ujarnya.
UNA Dorong Mahasiswa Jadi Agen Perubahan
Rektor Universitas Asahan, Assoc. Prof. Dr. Mangaraja Manurung, S.H., M.H., memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKNT Fakultas Pertanian tersebut. Menurutnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"Universitas Asahan berkomitmen mendorong mahasiswa agar tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial. Kegiatan KKNT ini membuktikan mahasiswa UNA mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat," katanya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UNA, Dr. Ade Fitriani Lubis, S.P., M.P., mengaku bangga terhadap mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Pihaknya terus mendorong lahirnya inovasi pertanian modern yang dapat diterapkan masyarakat.
"Hidroponik merupakan salah satu teknologi pertanian tepat guna dan sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana lahan pertanian semakin terbatas. Kami berharap apa yang telah diajarkan kepada siswa-siswi MAS Mulia dapat menjadi bekal berharga dan menginspirasi mereka untuk mencintai dunia pertanian sejak dini," katanya.
Siswa Mulai Melihat Peluang
Antusiasme siswa terlihat ketika mereka diberi kesempatan mempraktikkan langsung sistem hidroponik. Dengan penuh rasa ingin tahu, mereka menyiapkan air nutrisi, menanam bibit sayuran dan mempelajari cara merawat tanaman tanpa menggunakan media tanah. Salah seorang siswa, Puspa Rahma Aulia, mengaku kegiatan tersebut mengubah pandangannya tentang bercocok tanam.
"Saya pikir menanam itu sulit dan membutuhkan lahan luas. Ternyata dengan hidroponik, saya bisa menanam sayuran di pekarangan rumah yang sempit," ujarnya.
Ketua Kelompok KKNT 9, Nur Alfa Zuhra, mengatakan hidroponik dipilih karena dinilai menjadi salah satu solusi pertanian di tengah keterbatasan lahan.
"Hidroponik merupakan salah satu solusi pertanian masa depan. Metode ini mudah dipelajari, relatif murah dan bisa dilakukan siapa saja. Kami ingin para siswa memiliki keterampilan yang dapat langsung diaplikasikan, baik di sekolah maupun di rumah," jelasnya.
Tidak hanya memberikan pelatihan, mahasiswa KKNT Kelompok 9 juga menyiapkan modul sederhana dan sejumlah paket instalasi hidroponik untuk MAS Mulia Sei Balai. Nur Alfa berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan siswa untuk terus belajar dan mengembangkan budidaya hidroponik setelah program KKNT berakhir.
"Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti hanya pada satu hari. Kami berharap siswa terus berlatih dan mengembangkan keterampilannya, bahkan melihat hidroponik sebagai peluang usaha," tambahnya(Id.40)
































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda