Breaking News
Memuat breaking news...

Summer Course Psikologi Dan CeDMA USU Perkuat Ketahanan Bencana Berbasis Komunitas

Redaksi
Redaksi
Senin, 26 Oktober 2026 - 10.31 PM WIB
Summer Course Psikologi Dan CeDMA USU Perkuat Ketahanan Bencana Berbasis Komunitas
Sesi partisipan Offline SC di DLCB USU. Waspada.id /ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id) — Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Center for Disaster Management and Adaptation (CeDMA) USU menggelar Summer Course 2026 untuk memperkuat kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui pendekatan partisipatif berbasis komunitas.

Program bertajuk “Participatory Psychosocial Safety Mapping and Family Disaster Resilience for Building a Resilient Aek Ngadol” ini berlangsung pada 23–30 Oktober 2026. Kegiatan tersebut berfokus pada pemetaan keselamatan psikososial secara partisipatif serta penguatan ketahanan keluarga dalam menghadapi risiko bencana, khususnya di Desa Aek Ngadol.

Program ini diikuti 161 pendaftar, terdiri atas 135 peserta daring dan 26 peserta luring. Pelaksanaannya menggunakan metode hybrid yang menggabungkan pembelajaran jarak jauh dan tatap muka.

Pembukaan kegiatan dihadiri Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., Dekan Fakultas Psikologi USU Prof. dr. Dr. Dewi Masyithah Darlan, DAP&E.MPDH.Sp.Park, serta jajaran wakil dekan.

Dalam sambutannya, Himsar mengatakan Summer Course perdana tersebut terinspirasi dari semangat USU Peduli, pengembangan kelembagaan, dan upaya tanggap darurat terhadap bencana.

Summer Course Psikologi Dan CeDMA USU Perkuat Ketahanan Bencana Berbasis Komunitas

Presentasi Prof.Taksiah A. Majid dari USM, Malaysia. Waspada.id/ist

Hadirkan Akademisi Nasional dan Internasional

Pada sesi daring, 23 Oktober 2026, kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi dari dalam maupun luar negeri yang membahas berbagai pendekatan dalam pengurangan risiko bencana dan pengelolaan lingkungan.

Assoc. Prof. Fumigashi Murae dari University of Kitakyushu, Jepang, memaparkan pendekatan berbasis komunitas untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana alam. Materi yang disampaikan juga mencakup pemanfaatan peta kebencanaan sebagai sarana pembelajaran lingkungan bagi siswa sekolah dasar serta transformasi Kota Kitakyushu dari kawasan industri dengan tingkat polusi tinggi menjadi kota yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, Dr. Solomon K.M. Huno dari Asian Institute of Technology (AIT), Thailand, membahas perubahan iklim, pengelolaan limbah berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan kebijakan lingkungan di kawasan Asia-Pasifik.

Dr. Julius Incilo Jiminez dari Mariano Marcos State University, Filipina, menyampaikan materi tentang hidrologi geospasial, pemodelan iklim, pengelolaan sumber daya air terpadu, serta mitigasi banjir. Pembahasannya antara lain mencakup pemodelan daerah aliran sungai menggunakan metode SWAT.

Adapun Prof. Dr. Ir. Taksiah A. Majid dari Universiti Sains Malaysia memaparkan pendidikan kebencanaan bagi siswa sekolah dasar serta hasil penelitiannya mengenai gempa bumi, tsunami, banjir, angin puting beliung, dan desain bangunan tahan gempa.

Pada sesi luring, peserta juga mendapatkan pemaparan dari Kepala BMKG Sumatera Utara Dr. Hendro Nugroho, S.T., M.Si., dan Kepala BPBD Sumatera Utara Tuahta Ramajaya Saragih, A.P., M.Si. Keduanya memberikan perspektif mengenai pentingnya tanggap bencana dan penguatan kesiapsiagaan masyarakat.

Summer Course Psikologi Dan CeDMA USU Perkuat Ketahanan Bencana Berbasis Komunitas

Sesi foto panitia Summer Courses Psikologi dan CeDMA USU 2026. Waspada.id/ist

Perkuat Ketahanan Keluarga dan Masyarakat

Panitia pelaksana, Assoc. Prof. Ameilia Zuliyanti Siregar, S.Si., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa melalui program ini, USU mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mengenali kondisi lingkungan, memetakan sumber daya dan dukungan yang tersedia, serta merumuskan langkah kesiapsiagaan sesuai kebutuhan setempat.

Menurutnya, pendekatan partisipatif menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan masyarakat karena upaya pengurangan risiko bencana tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah dan lembaga terkait, tetapi juga pada kesiapan keluarga serta keterlibatan warga.

Dr. Meuthia Nauly, S.Psi., M.Si., menambahkan bahwa penguatan kesiapsiagaan perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Melalui pemetaan partisipatif dan penyusunan rencana darurat, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan komunikasi keluarga, memperkuat semangat gotong royong, mengenali potensi risiko, serta mengambil keputusan secara tepat dalam situasi darurat.

Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan Desa Aek Ngadol sebagai komunitas yang lebih siap, aman, inklusif, dan tangguh dalam menghadapi bencana.

Summer Course Psikologi Dan CeDMA USU Perkuat Ketahanan Bencana Berbasis Komunitas

Flyer SC Psikologi dan CeDMA USU 2026. Waspada.id/ist

Dukung SDGs dan Kolaborasi Global

Program Summer Course 2026 terbuka bagi mahasiswa sarjana dan pascasarjana, peneliti, akademisi, serta praktisi di bidang kebencanaan, baik dari dalam maupun luar negeri

Adapun partisipan sebanyak 12 negara, dari Filipina, Malaysia, Thailand, Timor Leste, Mali, Nigeria, Pakistan, Bangladesh, Afghanistan, Yaman, Nepal, Indonesia.

Peserta berkesempatan memperoleh pengakuan kredit akademik sebesar dua satuan kredit semester (SKS), sekaligus memperluas jejaring dan kolaborasi dengan akademisi serta pakar internasional.

Materi pembelajaran juga dikaitkan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi pengentasan kemiskinan, penghapusan kelaparan, kesehatan dan kesejahteraan, kota dan permukiman berkelanjutan, penanganan perubahan iklim, perlindungan ekosistem daratan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta yang hadir secara langsung mengikuti kunjungan lapangan ke tiga wilayah, yakni Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk mempertemukan materi akademik dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memperkuat pemahaman peserta mengenai tantangan pengurangan risiko bencana di wilayah Sumatera Utara. (id142)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement