Breaking News
Memuat breaking news...

Sumut Halal Fest Dibuka, Sertifikasi Halal Peluang UMKM Sumut Tingkatkan Kepercayaan Konsumen Dan Pasar

Redaksi
Redaksi
Rabu, 26 Agustus 2026 - 9.33 PM WIB
Sumut Halal Fest Dibuka, Sertifikasi Halal Peluang UMKM Sumut Tingkatkan Kepercayaan Konsumen Dan Pasar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengatakan peningkatan jumlah produk halal dari Sumut diyakini akan membuka peluang pasar yang lebih luas seiring dengan semakin berkembangnya halal lifestyle. Ia menilai Sumut memiliki potensi besar karena didukung banyak pengusaha dan UMKM.

Hal itu disampaikannya dalam sambutan saat menghadiri pembukaan Sumut Halal Fest 2026 di pelataran eks Medan Club Medan, Rabu (26/8) pagi. Kegiatan ini dibuka resmi Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution.

“Sumatera Utara memiliki banyak pengusaha dan UMKM. Dengan semakin meningkatnya produk dari Sumatera Utara maka akan semakin terbuka peluang untuk memperluas pasar dan eningkatkan penjualan UMKM . Halal lifestyle saat ini juga semakin luas, sehingga sertifikasi halal menjadi salah satu peluang bagi produk UMKM Sumatera Utara untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar,” ujar Ahmad Haikal Hasan.

Ahmad Haikal Hasan yang akrab dipanggil Babe Haikal mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota dan pemangku kepentingan untuk menjadikan akselerasi sertifikasi halal sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.

Menurutnya, akselerasi halal tidak boleh berhenti pada pemenuhan kewajiban sertifikasi, tetapi harus diarahkan untuk menggerakkan pelaku usaha, memperkuat industri, membuka akses pasar, meningkatkan daya saing produk daerah, dan pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi perekonomian Sumatera Utara.

Selain Gubsu, pembukaan Sumut Halal Fest di Medan dihadiri para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara serta jajaran pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Sumut Halal Fest 2026 berlangsung selama 2 hari, Rabu dan Kamis 26-27 Agustus 2026 menghadirkan empat rangkaian utama kegiatan yaitu Workshop 1.000 Sertifikasi Halal UMKM Sumatera Utara, Seminar Nasional bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara dan Himpunan Doktor Ekonomi Syariah (HADESYA), Rapat Penyusunan Program Kerja Ekonomi Syariah bersama KDEKS Sumatera Utara, serta Tabligh Akbar bersama Ustaz Nasional Hilman Fauzi.

Menurut Babe Haikal, potensi UMKM, perdagangan, industri, pariwisata, serta beragam produk unggulan daerah dapat menjadi bagian dari rantai nilai halal nasional dan global. Karena itu, ia mendorong agar potensi tersebut dipetakan dan dikembangkan secara terintegrasi, sehingga setiap daerah dapat mengambil peran sesuai keunggulan masing-masing.

“Sumatera Utara jangan hanya menjadi pasar. Kita ingin Sumatera Utara menjadi bagian dari kekuatan produsen halal Indonesia. Produk-produk unggulan daerah harus kita dorong agar naik kelas dan mampu menembus pasar nasional maupun internasional,” tegasnya.

Potensi Besar Industri Halal

Sementara itu, Gubsu Bobby Afif Nasution mengatakan industri halal bukan semata-mata dikaitkan dengan keagamaan. "Mari kita lihat potensi besarnya. Bagi umat Muslim, halal merupakan kewajiban, tetapi bagi masyarakat lainnya, industri halal juga merupakan potensi ekonomi yang dapat kita kembangkan bersama,” ujar Bobby.

Ia menilai keberagaman karakteristik masyarakat di Sumatera Utara tidak menjadi hambatan bagi pengembangan ekosistem halal. Sebaliknya, berbagai potensi daerah, termasuk pariwisata, UMKM, perdagangan, dan industri, justru dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.

Untuk itu, Gubsu mendorong peningkatan pemberian insentif sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari 1.000 menjadi 5.000 UMKM per tahun. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat penguatan ekosistem halal sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal Sumut di pasar global. Ia menilai jumlah UMKM yang telah memiliki sertifikasi halal masih sangat kecil dibandingkan total pelaku UMKM di Sumut.

"Masih ada Rp. 1,3 jutaan lagi yang harus disertifikasi halal. Karena itu, saya minta ditambah minimal setahun 5.000 UMKM diberi insentif halal gratis mulai tahun depan," usul Bobby.

Menurut Bobby, industri dan produk halal semakin diminati masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM Sumut untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk.

“Industri halal dan produk halal semakin diminati masyarakat, baik nasional maupun global. Karena itu, kita perlu terus meningkatkan sertifikasi halal bagi UMKM di Sumatera Utara agar semakin banyak produk unggulan daerah yang memenuhi standar halal, memiliki daya saing, dan dapat menjadi penggerak perekonomian Sumatera Utara,” ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Ameriza M Moessa menyampaikan, pengembangan ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara. Ekonomi syariah tidak hanya mencakup keuangan syariah, tetapi juga Halal Value Chain, antara lain makanan dan minuman halal, modest fashion, kosmetik, pariwisata ramah muslim, pertanian, industri kreatif, UMKM, dan ekonomi pesantren.

“Ekonomi syariah bukan lagi sekadar sektor yang terbatas, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi riil dan memiliki potensi menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang semakin penting, termasuk bagi Sumatera Utara,” ujarnya.

Sumut Halal Fest 2026 menghadirkan empat rangkaian utama, yaitu Workshop 1.000 Sertifikasi Halal UMKM Sumatera Utara, Seminar Nasional bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara dan Himpunan Doktor Ekonomi Syariah (HADESYA), Rapat Penyusunan Program Kerja Ekonomi Syariah bersama KDEKS Sumatera Utara, serta Tabligh Akbar bersama Ustaz Nasional Hilman Fauzi.

Melalui kegiatan tersebut, Sumut Halal Fest 2026 diharapkan menjadi starting point penguatan ekosistem ekonomi syariah Sumatera Utara yang lebih terintegrasi.

Sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, BPJPH, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, ulama, komunitas, dan UMKM diharapkan mampu mendorong Sumatera Utara tidak hanya menjadi pasar produk halal, tetapi juga menjadi produsen dan bagian dari rantai pasok halal nasional dan global. (id08)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement