T. Almusri Kembali Berkarya, Boim Riza Duet Pantun Jodoh


SIGLI (Waspada.id): Perjalanan panjang T. Almusri Ali Bayuna dalam melahirkan puluhan album kini berlanjut lewat Pantun Jodoh. Karya pencipta lagu Aceh tersebut dibawakan Boim Riza dan Riska dalam balutan pop Melayu.
Lagu Pantun Jodoh menjadi karya terbaru Boim Riza setelah merilis Balasan Gaseh Meutuka. Kali ini, ia menggandeng Riska untuk berduet dalam lagu ciptaan T. Almusri Ali Bayuna, musisi sekaligus pencipta lagu yang telah lama berkecimpung di industri musik Aceh.
Lagu tersebut diaransemen oleh Repelita dan diproduksi Zoya Record pada 2026. Sementara itu, Amel dipercaya sebagai artis talent dalam produksi video klip.
Kehadiran Pantun Jodoh menjadi bagian dari perjalanan musikal Boim Riza dalam mengeksplorasi lagu-lagu bernuansa Melayu. Perpaduan vokal Boim Riza dan Riska diharapkan memberikan warna tersendiri bagi lagu yang mengangkat tema percintaan tersebut.
Perjalanan Panjang T. Almusri Ali Bayuna
Di balik lagu Pantun Jodoh, T. Almusri Ali Bayuna memiliki rekam jejak panjang sebagai musisi dan pencipta lagu. Ia mengaku telah menghasilkan 48 album dalam format video compact disc (VCD) dan kaset pita.
Sepanjang perjalanan kariernya, ia telah mempercayakan karya-karyanya kepada sejumlah penyanyi Aceh, di antaranya Fatahillah, Ani Is, Norna, Dede Adam, Shopan Sopian, Marwan L, Fatimah Amir, dan Risky Chandra.
Beberapa album yang pernah digarapnya antara lain Raket Bak Pisang, Saket Mangat, Raket Pisang Dua, Azan Suboeh, Saharani, Mariana, dan Laoet Selat Malaka.

Boim Riza berbincang dengan Amel di lokasi syuting video klip lagu Pantun Jodoh, Rabu (21/10).Waspada.id/Ist
Selain lagu-lagu populer, T. Almusri juga menggarap album kasidah yang mengangkat pesan keagamaan dan sosial. Tiga di antaranya berjudul Allahhummaftahli, Blang Padang Masyarakat, dan Layatahlem Daan Aneuk Yatim, dengan vokal dipercayakan kepada Risky Chandra.
Tak hanya menciptakan lagu untuk penyanyi lain, T. Almusri juga pernah membawakan karyanya sendiri melalui album Jaeh Bak Mata dan Mariana Dua.
Perjalanan tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam berkarya, sekaligus keterlibatannya dalam menghadirkan lagu-lagu Aceh melalui beragam penyanyi dan genre musik.
Boim Riza dengan Nuansa Melayu
Salah satu daya tarik Pantun Jodoh adalah karakter vokal Boim Riza yang memiliki nuansa musik Melayu klasik. Warna vokalnya mengingatkan pada referensi musikal penyanyi legendaris seperti Broery Marantika, Ahmad Jais, dan P. Ramlee, meskipun ketiganya memiliki karakter suara dan gaya bernyanyi yang berbeda.
Broery dikenal dengan penghayatan emosional yang kuat, Ahmad Jais dengan lenggok Melayu yang khas, sedangkan P. Ramlee memiliki gaya vokal lembut dan ekspresif.
Nuansa tersebut menjadi referensi untuk menggambarkan warna musikal yang dapat dieksplorasi Boim Riza dalam membawakan lagu pop Melayu. Bersama Riska, ia menghadirkan duet yang diharapkan mampu menghidupkan pesan romantis dalam Pantun Jodoh.
Melalui karya ini, T. Almusri Ali Bayuna kembali memperkenalkan ciptaannya kepada penikmat musik. Setelah puluhan album yang lahir pada era VCD dan kaset pita, Pantun Jodoh menjadi bagian dari perjalanan berikutnya dalam kiprahnya sebagai pencipta lagu Aceh.
Di tengah perubahan industri musik menuju platform digital, kolaborasi T. Almusri, Boim Riza, dan Riska menjadi salah satu upaya menjaga keberlanjutan karya pop Melayu agar tetap mendapat tempat di telinga pendengar. (id69)
Berita Terkait












































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda