Breaking News
Memuat breaking news...

Tambang Emas Martabe Kian Hijau Berkat 7 Inovasi Energi Pintar PTAR

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 13 Juni 2026 - 2.38 PM WIB
Tambang Emas Martabe Kian Hijau Berkat 7 Inovasi Energi Pintar PTAR
PTAR mengolah oli bekas dengan teknologi HFS untuk mendukung proses peledakan yang ramah lingkungan. (Waspada.id/ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAPSEL (Waspada.id): PT Agincourt Resources (PTAR) pengelola Tambang Emas Martabe di Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan, membuktikan bahwa industri pertambangan skala besar bisa berjalan beriringan dengan kelestarian alam.

Demikian penjelasan tertulis pihak perusahaan yang diterima wartawan usai mengikuti webiner "Clean Energy Goes Viral: Gen-Z Dalam Transisi Energy" yang salah satu sponsornya adalah PT Agincourt Resources, Sabtu (13/6/2026).

Dijelaskan, PTAR menerapkan berbagai teknologi canggih untuk memangkas emisi karbon dan menghemat energi secara masif. Sudah ada tujuh langkah hijau nan cerdas yang dilakukan PTAR untuk menjaga bumi tetap lestari:

Pertama, sejak tahun 2022, PTAR telah memanfaatkan energi surya dengan membangun instalasi panel surya (Solar PV) berkapasitas 2,0 MWp. Menggunakan sistem on-grid rooftop, panel surya ini tersebar di 42 bangunan yang mencakup area high land, low land, dan mess karyawan.

PTAR memasang panel surya di 42 bangunan Tambang Emas Martabe sebagai bagian dari pemanfaatan energi terbarukan. (Waspada.id/ist)

​Kedua, PTAR mengadopsi alat berat ramah lingkungan yaitu ekskavator Komatsu HB365-1. Berkat teknologi hybrid hasil kolaborasi PT United Tractors Tbk dan Komatsu ini, konsumsi bahan bakar berhasil ditekan hingga 17 persen dan emisi karbon berkurang sebanyak 13 kg per jam.

​Ketiga, dalam mendukung energi bersih di Indonesia. PTAR telah menggunakan 275.000 unit Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN. Jumlah ini setara dengan 275 Megawatt hour (MWh) listrik yang bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT).

Keempat, PTAR dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil adalah transisi ke B40, campuran 40 persen biodiesel dan 60 pesen solar. Langkah ini efektif menurunkan emisi gas rumah kaca dari kendaraan operasional tambang.

Kelima, dqlam pemrosesan (processing), PTAR memasang instalasi Slip Energy Recovery (SER). Alat ini berfungsi menangkap dan meregenerasi daya listrik yang slip agar bisa digunakan kembali. Potensi penghematan energi di bagian pemrosesan mencapai 6,49 persen setiap bulannya.

Keenam, proses penghancuran batuan emas kini jauh lebih hemat energi berkat teknologi Closed-Loop Energy Reclamation yang dilengkapi dengan Intelligent Torque Control (ITC).

Teknologi ini menyesuaikan kecepatan giling berdasarkan kerasnya batuan, sekaligus menangkap kembali energi panas yang terbuang. Hasilnya, konsumsi listrik sukses dipangkas sebesar 4.931 GJ!

​Ketujuh, PTAR memanfaatan minyak pelumas (oli) bekas menggunakan teknologi Hypobaric Fraction Separator. Melalui proses pemanasan, filtrasi, pemisahan tekanan rendah, dan pendinginan, oli bekas ini disulap menjadi bahan substitusi bahan bakar proses peledakan (blasting).

Program ini berhasil menggantikan penggunaan solar dengan memanfaatkan 80 persen limbah oli bekas. Sepanjang tahun saja, PTAR mengolah 155,25 ton oli bekas, yang setara dengan memangkas potensi pemanasan global sebesar 441.975,09 ton CO2ek.

​Melalui kombinasi pemanfaatan matahari, teknologi hybrid, kecerdasan buatan pada mesin, hingga daur ulang limbah oli. PTAR membuktikan operasional tambang emas bisa bertransformasi menjadi industri yang jauh lebih bersih, efisien, dan bertanggung jawab bagi masa depan. (Id45)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement