Tapsel Lokus Visitasi Kepemimpinan Nasional 2026Tapsel Lokus Visitasi Kepemimpinan Nasional 2026

SIPIROK (Waspada.id): Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menjadi lokus Visitasi Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 yang diikuti 49 peserta.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Tata Kelola Penanggulangan Bencana untuk Mewujudkan Resiliensi dan Daya Saing Daerah” dan berlangsung di Aula Sarasi Lantai III Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan H. Sofian Adil Siregar, Kadis PUPR, Kepala Bappeda, Kalaksa BPBD, para Widyaiswara dan pendamping, serta 49 peserta PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan rombongan di Bumi Dalihan Natolu, Kabupaten Tapanuli Selatan.
“Kami merasa bangga dan tersanjung karena Tapanuli Selatan dipilih sebagai lokus kegiatan visitasi PKN Tingkat II. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan banyak masukan bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, khususnya dalam menyempurnakan tata kelola penanganan bencana,” ujar Bupati.
Dijelaskan, Tapanuli Selatan saat ini berada pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 25 November 2025. Tahapan tersebut direncanakan berlangsung selama tiga tahun dan saat ini memasuki tahun pertama.
Menurutnya, penanganan pascabencana membutuhkan kolaborasi dan konsolidasi lintas sektor. Sejumlah perangkat daerah, seperti Bappeda, BPBD, Dinas Sosial, Dinas PUPR, serta perangkat daerah terkait lainnya, terus bergerak secara terpadu sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

“Kita keroyok bersama untuk menangani bencana. Kata kuncinya adalah kecepatan, terutama dalam menyiapkan data yang terverifikasi dan tervalidasi. Karena sekarang semua berbasis data dan evidence based. Dengan data yang kuat, kita dapat mengambil keputusan dengan cepat dan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan,” jelasnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa bencana tersebut memberikan dampak besar terhadap kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat. Lebih dari 3.000 hektare lahan pertanian mengalami gagal panen, sementara sejumlah lahan pertanian dan perkebunan turut terdampak material banjir bandang dan longsor.
Dampak bencana juga terlihat pada pertumbuhan ekonomi Tapsel. Pada triwulan terakhir 2025, pertumbuhan ekonomi daerah turun menjadi sekitar 2,49 persen, dari sebelumnya berada di atas 5 persen.
Memasuki triwulan pertama 2026, pertumbuhan ekonomi mulai meningkat menjadi 3,49 persen, namun masih belum kembali pada kondisi sebelum bencana.
Karena itu, Bupati berharap pelaksanaan visitasi PKN Tingkat II dapat memberikan rekomendasi dan masukan strategis bagi Tapsel agar mampu mempercepat pemulihan.

“Kami ingin pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat. Tidak mudah, tetapi kita tidak boleh menyerah terhadap keadaan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menekankan pentingnya kepemimpinan adaptif, khususnya dalam menghadapi perubahan dan situasi krisis. Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga harus visioner, mampu menjadi motivator, inspirator, coach, serta teladan bagi orang-orang yang dipimpinnya.
Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Sumatera Utara Dr. Agustinus Panjaitan dalam laporannya menyampaikan bahwa Tapsel dipilih sebagai lokus visitasi bukan tanpa alasan.
Menurutnya, Tapsel merupakan laboratorium kepemimpinan nyata dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.
“Kami melihat Tapanuli Selatan tidak terpuruk. Sebaliknya, daerah ini menunjukkan gerak cepat, ketangguhan, dan kepemimpinan yang adaptif” ungkapnya.
Ia menyebutkan, terdapat sejumlah praktik baik yang menjadi perhatian dalam visitasi tersebut, antara lain transformasi tata kelola dan koordinasi lintas sektor, resiliensi dan kecepatan pemulihan, serta pembangunan berbasis mitigasi bencana.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 49 peserta PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 akan melakukan benchmarking dan kajian pada empat lokus utama, yakni BPBD, Dinas PUPR, Bappeda, dan Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Selatan.(id45)






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda