Tapsel Wujudkan 1.000 Kolam dan 10.000 Hektare JagungTapsel Wujudkan 1.000 Kolam dan 10.000 Hektare Jagung

Niat Bupati H. Gus Irawan Pasaribu menjadikan petani Tapanuli Selatan 'Tuan di Tanah Sendiri' dan menciptakan Swasembada pangan di 15 Kecamatan, memiliki peluang besar untuk terwujud.
Saat ini 1.000 kolam sudah terwujud. Selanjutnya mewujudkan 10.000 hektare jagung yang saat ini sudah mendekati realisasi di seluruh Kecamatan.
Awalnya Bupati Tapsel ingin mewujudkan 1.000 hektare jagung. Namun melihat masih luasnya lahan kosong di berbagai kecamatan dan tinggi nya animo masyarakat, maka target itu ditingkatkan menjadi 10.000 hektare jagung.
Terbaru Bupati Tapsel panen jagung di lahan masyarakat di Desa Dapparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH).
Binsar Marpaung, pemilik lahan, menyebut awalnya mereka akan menanam jagung di lahan seluas 50 Ha. Namun karena kendala berbagai hal seperti alat mesin pertanian (alsintan) dan modal, maka jadilah hanya 20 Ha.

"Untuk 1 hektare jagung kita butuh modal antara Rp9 juta sampai Rp13 juta. Tergantung kondisi lahan. Kami mohon perhatian dan bantuan pak Bupati, karena hampir semua kami olah secara manual," kata Binsar Marpaung.
Bupati Tapsel, menegaskan tidak boleh lagi ada lahan pertanian yang dibiarkan menganggur. Pemerintah telah menyiapkan dukungan permodalan bagi petani melalui Bank Sumut dengan bunga 0 persen pada tahun pertama.
Gus mengatakan, pengembangan jagung menjadi satu upaya Pemkab Tapsel meningkatkan produktivitas pertanian. Juga pertumbuhan ekonomi daerah yang terdampak bencana akhir tahun 2025. Bencana itu sebabkan 3.000 Ha sawah gagal panen.
Menurutnya, Gerakan 10.000 Ha Jagung terus didorong untuk mengoptimalkan potensi lahan yang ada. Desa Damparan Haunatas berpotensi menjadi sentra pengembangan jagung. Karena masih punya puluhan hektare lahan yang bisa dikembangkan.

Untuk mempercepat perluasan areal tanam, Pemkab Tapsel mendorong mekanisasi pertanian. Termasuk penyediaan alat berat, mesin rotary dan mesin pemipil jagung. Namun, pembukaan lahan tetap harus memastikan lahan ada di Area Penggunaan Lain (APL).
Pemkab Tapsel akan memberi pendampingan melalui penyuluh pertanian. Juga kepastian pasar hasil produksi melalui offtaker yang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Tokoh masyarakat Damparan, Pdt. J. Marpaung, menyebut desa tersebut memiliki sekitar 120 kepala keluarga. Produktivitas jagung dapat mencapai 5–6 ton per hektare.
Bupati Gus Irawan akan membangun ekosistem pertanian secara menyeluruh, mulai dari lahan, modal, bibit, pupuk, pendampingan, mekanisasi hingga kepastian pasar. (Id45)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda