Tapteng Kembali Diterjang Banjir; Warga Tukka Menangis Minta PertolonganTapteng Kembali Diterjang Banjir; Warga Tukka Menangis Minta Pertolongan

TAPTENG (Waspada.id): Duka kembali menyelimuti warga Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Saat proses pemulihan pascabanjir sebelumnya belum tuntas, banjir kembali menerjang sejumlah wilayah setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu selama dua hari berturut-turut.
Luapan sejumlah sungai mengakibatkan permukiman warga di Kecamatan Tukka dan beberapa wilayah lainnya kembali terendam. Derasnya arus air membuat benteng-benteng darurat yang dibangun warga di sekitar rumah tidak mampu lagi menahan terjangan banjir.
Selain merendam rumah dan merusak perabotan, banjir juga menggenangi lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.
Suasana haru terlihat di Kecamatan Tukka. Salah seorang warga, Eka Suryani Pasaribu, tak kuasa membendung air mata saat melihat permukaan air terus naik hingga nyaris memasuki rumahnya.
"Allahu Akbar, tolong kami ya Allah. Airnya sudah sangat besar, sedikit lagi masuk ke rumah," ucapnya dengan suara bergetar, Sabtu (18/7/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir terjadi sejak Jumat (17/7/2026) hingga Sabtu (18/7/2026) dan berdampak di sejumlah wilayah, di antaranya Kelurahan Sipange, Hutanabolon, Bonalumban, Pondok Batu, Lopian, serta Kecamatan Pinangsori.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah, Erianto Tambunan, menjelaskan banjir di Kelurahan Sipange disebabkan meluapnya Sungai Aek Sigala-gala akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu.
Sementara itu, di Kelurahan Hutanabolon, banjir dipicu meluapnya Sungai Aek Harse dan Sungai Aek Sigala-gala. Adapun di Kelurahan Bonalumban, jebolnya tanggul Sungai Aek Siaili mengakibatkan air menggenangi permukiman warga hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Merespons bencana tersebut, tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah langsung diterjunkan ke lokasi terdampak. Petugas mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman sekaligus menyisir rumah-rumah untuk memastikan tidak ada warga yang masih terjebak banjir.
Hingga Minggu (19/7/2026), banjir di Kelurahan Sipange, Bonalumban, Hutanabolon, Kecamatan Badiri, dan Kecamatan Pinangsori dilaporkan mulai surut. Meski demikian, petugas tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
"Kami masih tetap siaga di lokasi banjir hingga kondisi benar-benar aman," kata Erianto.***































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda