TBM dan IKBAS Gelar Festival Basara 2026 di Deliserdang


TANJUNGMORAWA (Waspada.id): Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan komunitas sastra yang tergabung dalam Ikatan Komunitas Bahasa dan Sastra (IKBAS) Kabupaten Deliserdang menggelar Festival Bahasa, Sastra dan Ragam Budaya (Basara) 2026, Sabtu (17/10/26).
Kegiatan berlangsung di Pelataran Majelis Sastra Melayu Serdang/TBM Kurnia, Kecamatan Tanjungmorawa.
Festival dalam rangka menyambut Bulan Bahasa dan Sastra 2026 ini berangkat dari keresahan terhadap kurangnya pemahaman dan kepedulian generasi muda terhadap bahasa, sastra, dan keragaman budaya.
Penanggung jawab kegiatan, Muhdi Kurnia, menjelaskan bahwa komunitas literasi perlu menghadirkan kegiatan yang beragam. Membaca dan menulis tetap menjadi fondasi, sementara ruang berekspresi, berkarya, dan berkompetisi dapat menjaga antusiasme masyarakat untuk terus terlibat.
Melalui Festival Basara, kolaborasi antarkomunitas diharapkan menjadi pemantik kreativitas dan inovasi masyarakat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Berbagai perlombaan digelar, yakni Lomba Mewarnai Aksara Arab Melayu tingkat TK, Lomba Syair tingkat SD/SMP/SMA-sederajat, Lomba Musikalisasi Puisi tingkat SMP/SMA-sederajat, Lomba Mendongeng tingkat guru, serta Olimpiade Bahasa dan Sastra tingkat umum.
Festival juga menghadirkan seminar dan workshop, serta agenda penting yaitu launching buku cerita anak berbasis budaya lokal yang telah ber-ISBN.

Bunda Literasi Kabupaten Deliserdang, yang diwakili Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Deliserdang, Dona Rudi Akmal Tambunan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif penyelenggara. Di tengah efisiensi anggaran, komunitas tetap berkontribusi bagi daerah melalui kegiatan literasi dan kebudayaan. Ia berharap masyarakat, komunitas, dan pemerintah kabupaten terus bergandengan tangan untuk membangun Deli Serdang ke arah yang lebih baik.
Turut hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deliserdang, Muhammad Salim, S.P., M.Si, perwakilan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Agus Mulia, Hasan Al Banna, dan Wartono, yang turut menjadi juri serta narasumber seminar dan workshop, Sekretaris Kecamatan Tanjungmorawa, Fuad Ihkwan Hasibuan, S.STP., M.M, serta Kepala Desa Limau Manis, Dodi Syahputra.
Muhdi menyampaikan terima kasih kepada Ketua Panitia Muhammad Dedi, S.S, dan seluruh panitia, serta pihak yang mendukung kegiatan. Ia berharap Festival Basara dapat berlangsung setiap tahun dan menjadi bagian dari kalender kegiatan Kabupaten Deliserdang.
"Semangat festival ini turut menjadi pengingat bahwa keberlanjutan bahasa, sastra dan ragam budaya bergantung pada kesediaan setiap generasi untuk merawat dan meneruskannya. Bahasa dirawat dalam tuturan,
sastra dihidupkan lewat penciptaan, budaya dijaga dengan keteladanan, agar anak cucu tak kehilangan identitas dan warisan," kata Muhdi.(id.28/Idris Lubis)
Berita Terkait






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda