Breaking News
Memuat breaking news...

Tekan Inflasi Nataru, Mendagri Usul Subsidi Listrik, BBM, dan Tiket Pesawat

Redaksi
Redaksi
Selasa, 27 Oktober 2026 - 8.06 AM WIB
Tekan Inflasi Nataru, Mendagri Usul Subsidi Listrik, BBM, dan Tiket Pesawat
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan tiga langkah strategis untuk menekan inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan tiga langkah strategis untuk menekan inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), yakni subsidi listrik, penambahan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, serta subsidi angkutan udara. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan permintaan barang dan jasa selama libur akhir tahun.

Selain tiga usulan tersebut, Tito mendorong penguatan bantuan sosial dan pelaksanaan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Pemerintah daerah juga diminta berperan aktif membantu masyarakat yang membutuhkan sesuai kemampuan anggaran masing-masing.

Usulan itu disampaikan Tito seusai Rapat Koordinasi Bidang Pangan yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Tito mengatakan, subsidi listrik menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan pemerintah untuk menekan tekanan inflasi. Ia merujuk pada kebijakan serupa yang pernah diterapkan sebelumnya dan dinilai mampu mendorong deflasi.

"Di antaranya adalah mungkin subsidi listrik, ya, 1.200 watt. Itu pernah kita lakukan dan itu langsung deflasi." ujarnya pada kesempatan tersebut.

Usulan kedua berkaitan dengan penambahan pasokan BBM bersubsidi. Menurut Tito, ketersediaan energi perlu dijaga untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru.

"Kemudian subsidi lain adalah subsidi mungkin BBM, yang subsidi BBM-nya supply-nya produksinya mungkin ditambah." imbuhnya.

Sementara itu, usulan ketiga menyasar sektor transportasi udara. Tito menilai tarif penerbangan perlu mendapat perhatian karena tingginya permintaan perjalanan berpotensi mendorong kenaikan harga tiket dan memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi.

Ia meminta Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, berkoordinasi dengan maskapai penerbangan agar penetapan tarif tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.

"Keuntungan kan tetap ada, tapi jangan ngambil keuntungan maksimal supaya tidak berpengaruh kepada inflasi," kata Tito.

Bantuan Sosial dan Operasi Pasar Diperkuat

Di luar tiga usulan subsidi tersebut, Tito menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat melalui penguatan bantuan sosial, baik dalam bentuk tunai maupun nontunai, termasuk bantuan pangan.

Pemerintah daerah juga didorong memanfaatkan kapasitas anggaran untuk membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan, terutama ketika harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

Upaya pengendalian inflasi juga perlu dilakukan melalui operasi pasar yang melibatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, dan instansi terkait lainnya.

Pelaksanaan operasi pasar diharapkan mengacu pada data dan kondisi masing-masing daerah, terutama untuk komoditas yang mengalami kenaikan harga dan membutuhkan intervensi pemerintah.

Langkah tersebut menjadi penting menjelang Nataru karena peningkatan permintaan dapat terjadi secara bersamaan pada sejumlah komoditas pangan, energi, dan jasa transportasi.

Inflasi Desember Diwaspadai Tembus 3,5 Persen

Tito menjelaskan, periode Desember berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan permintaan barang serta jasa selama libur akhir tahun.

Perjalanan menggunakan transportasi udara, laut, dan darat diperkirakan meningkat. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi tarif transportasi maupun harga sejumlah kebutuhan masyarakat.

"Karena baseline di bulan Desember itu relatif cukup rendah, maka perlu ada semacam subsidi. Supaya jangan sampai Desember year on year itu menaik-naik ke angka 3,5, di atas 3,5%," ujar Tito.

Ia memaparkan, inflasi tahunan atau year on year (yoy) pada September 2026 tercatat sebesar 3,28%. Angka tersebut masih berada dalam rentang target pemerintah, yakni 1,5% hingga 3,5%.

Meski demikian, inflasi bulanan atau month to month (mtm) pada September tercatat meningkat 0,30% dibandingkan Agustus. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi kelompok makanan dan minuman, khususnya cabai rawit dan cabai merah.

Menurut Tito, kenaikan harga kedua komoditas tersebut berkaitan dengan berkurangnya produksi di sejumlah daerah akibat kekeringan.

Sementara itu, harga beras secara umum masih relatif stabil. Namun, sejumlah daerah mencatat harga beras yang berada di atas harga acuan pemerintah.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Bulog telah melakukan intervensi di 134 daerah guna menjaga stabilitas harga dan memastikan keterjangkauan beras bagi masyarakat.

Pemerintah berharap kombinasi kebijakan subsidi, bantuan sosial, dan operasi pasar dapat meredam tekanan inflasi menjelang akhir tahun. Dengan demikian, peningkatan aktivitas ekonomi selama libur Nataru diharapkan tidak diikuti lonjakan harga yang membebani daya beli masyarakat. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement