Telusuri Dugaan Pencemaran Limbah: Komisi IV DPRK Aceh Tamiang Sambangi PKS Tanjung Seumantoh


ACEH TAMIANG (Waspada.id): Komisi IV DPRK Aceh Tamiang menyambangi manajemen Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tanjung Seumantoh PTPN IV REG VI, Kecamatan Karang Baru dalam upaya menindaklanjuti dugaan pencemaran air di aliran parit lingkungan masyarakat di Kecamatan Karang Baru hingga Kampung Lhok Meudang Ara,Kecamatan Manyak Payed beberapa waktu lalu.
Koordinasi dengan Manajemen PKS Tanjung Seumantoh yang dilakukan Komisi IV DPRK Aceh Tamiang untuk menggali informasi tentang dugaan pencemaran air yang sempat berubah warna kehitam-hitaman di aliran parit lingkungan masyarakat yang berada di Kecamatan Karang Baru dan Kecamatan Manyak Payed yang hingga saat ini belum diketahui sumbernya.
Dalam pertemuan pada Senin (2/11/2026) tersebut langsung dimpimpin Ketua Komisi IV DPRK Aceh Tamiang, Syarifuddin, didampingi Muhammad Yunus,S.Pd, Wakil Ketua, Hajarul Aswat, A.Md dan Sadikin sebagai anggota Komisi IV.Sementara dari Manajemen PKS Tanjung Suemantoh juga langsung dihadiri Armiadi, Manajer Unit PKS Tanjung Seumantoh PTPN IV REG VI dan M.Syahfriddani Azwar, Maskep dan Wildani Huda,Asisten Tata Usaha dan Personalia serta beberapa staf lainnya dari unsur manajemen perusahaan.
Syarifuddin, Ketua Komisi IV DPRK Aceh Tamiang menyampaikan, bahwa pihaknya meminta penjelasan terkait dugaan pencemaran air di aliran parit lingkungan masyarakat beberapa waktu lalu yang sempat mengkhawatirkan warga, apakah ada kebocoran limbah dari hasil pengolahan pabrik.
Manajer PKS Tanjung Seumantoh, Armiadi dengan tegas menyampaikan,bahwa tidak ada kebocoran atau luapan air limbah dari kolam limbah pabrik. “Saat munculnya isu dugaan adanya pencemaran limbah di parit masyarakat,kita langsung melakukan pengecekan lapangan pada kolam limbah dan pipa pembuangan akhir dari kolam limbah,dan tidak ada air limbah pabrik yang mengalir ke lingkungan masyarakat,”ujarnya.
Pihaknya juga melakukan pengecekan lapangan pada aliran air parit yang saat itu sempat menimbulkan warna kehitam-hitaman, “air yang berwarna hitam itu berasal dari bagian hulu,dari pabrik PKS kami pastikan tidak ada air dari kolam limbah yang meluap ke parit lingkungan masyarakat,”tegasnya lagi.
Mendapat penjelasan tersebut,Komisi IV DPRK Aceh Tamiang meminta agar PKS Tanjung Seumantoh untuk terus menjaga air limbahnya jangan sampai meluap kelingkungan masyarakat,terutama saat intensitas hujan tinggi. “Karena air limbah yang mencemari parit lingkungan masyarakat memberikan dampak buruk terhadap sektor pertanian,tambak dan usaha lainnya,”ucap Syarifuddin.
Sementara itu, Hajarul Aswat,anggota Komisi IV DPRK Aceh Tamiang terkait hal tersebut meminta kepada instansi terkait di jajaran Pemkab Aceh Tamiang dapat membangun komunikasi dengan perusahaan yang beroperasi di kawasan aliran parit yang sempat diduga terjadinya pencemaran untuk melakukan pembersihan (normalisasi) agar aliran parit tersebut bisa bersih kembali.
“Terkait dugaan pencemaran air di parit masyarakat,Komisi IV sebelumnya juga sudah meninjau titik sumur tua milik Pertamina Rantau yang terlihat ada mengeluarkan air kehitam-hitaman dari lokasi titik sumur minyak itu,”sebut Hajarul Aswat sembari menyampaikan,pada titik sumur minyak ini telah di perbaiki dan tidak ada lagi air yang keluar dari sumur minyak dimaksud.
Hajarul Aswat meminta juga Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tamiang untuk segera menyampaikan ke publik terkait sampel air yang telah diambil untuk dilakukan uji laboratarium. “Hasil uji laboratarium harus disampaikan ke masyarakat sehingga masyarakat mengetahui sumber dari air parit yang sempat berubah warna kehitam-hitaman,”pungkas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh Tamiang.(id76)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda