Tembok Penahan Tanah Jalan Dibangun, Nadi Ekonomi Sibolangit-Sibiru-biru Tersambung Lagi


DELI SERDANG (Waspada.id): Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Jalan Penen Martelu, Desa Suka Maju, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang kini tengah berjalan. Proyek senilai Rp 6,1 miliar yang bersumber dari Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan 2026 ini diharapkan selesai pada Desember 2026.
TKD Tambahan (Tambahan Transfer ke Daerah) adalah alokasi dana tambahan dari pemerintah pusat yang disalurkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah—khususnya guna mempercepat rehabilitasi, rekonstruksi, serta pemulihan wilayah yang terdampak bencana atau untuk mendukung penanganan kebutuhan mendesak lainnya
Dari TKD Tambahan sebesar Rp 493,85 miliar, Deli Serdang mengalokasikan Rp 281,29 miliar untuk sektor infrastruktur. Sisanya digunakan untuk bidang pendidikan sebanyak Rp 77,98 miliar, kesehatan Rp 17,64 miliar, pertanian Rp 11,30 miliar, serta urusan pemerintahan lainnya sebesar Rp 105,65 miliar.
Jalur ini adalah akses yang vital bagi masyarakat, terputus akibat longsor akhir tahun lalu. Dengan pembangunan TPT ini, akses jalan diharapkan kembali berfungsi sepenuhnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang, Suparno, saat diwawancarai di Jalan Penen Martelu, Desa Suka Maju, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (16/10/2026). (Dok. Tim Media Satgas PRR)
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang, Suparno, menjelaskan jalan yang ambruk tersebut merupakan urat nadi dua kecamatan.
"Selain sebagai jalur pengangkut hasil pertanian dan perkebunan, di sepanjang jalan ini juga terdapat sejumlah objek wisata seperti pemandian alam dan air panas. Jalan ini sangat penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya saat meninjau lokasi, Jumat (16/10).
Pengerjaan terus dikebut. Progres pembangunannya saat ini baru mencapai 10 persen. Di lokasi sudah ada pemasangan 32 titik penyangga bore pile. Meski kondisi medan yang curam serta menyulitkan pengangkutan material, Suparno menegaskan pihaknya tetap optimistis pekerjaan selesai tepat waktu.
"Saya akan memastikan pengawasan berjalan ketat, agar pengerjaan segera diselesaikan dan tidak melewati batas tahun anggaran," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Deli Serdang, Mukti Ali Harahap, menjelaskan bahwa tembok penahan tanah ini adalah syarat mutlak sebelum jalan dapat dibangun kembali.
"Tanpa TPT, tidak mungkin kita bangun jalan ini dengan aman. Struktur penahan tanah harus berdiri lebih dulu untuk menjamin keamanan jangka panjang," ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kawasan Sibolangit dan sekitarnya merupakan daerah rawan longsor. "Ada 11 titik rawan bencana di wilayah kita, terutama di kawasan berbukit. Pembangunan ini sekaligus menjadi langkah mitigasi agar masyarakat bisa melintas dengan aman dan nyaman," tambah Mukti.
Masyarakat berharap pembangunan berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga aktivitas pengiriman hasil bumi ke pasar serta mobilitas warga dan wisatawan dapat kembali normal.
Pada rapat koordinasi di Posko Nasional Satgas PRR, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis 15 Oktober 2026, Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, menegaskan adanya TKD Tambahan dalam rangka memperkuat keuangan daerah. Diharapkan, pemulihan dapat menjalankan pemulihan secara bersamaan dengan pekerjaan pemerintah pusat.
“Jangan sampai enggak dimanfaatkan. Tujuan-tujuan kita adalah kami memperjuangkan tambahan TKD tersebut dua kali di bulan Februari dan di bulan Agustus, tujuannya adalah memperkuat kemampuan keuangan daerah sehingga daerah juga bisa bergerak paralel,” ujar Tito.
Jelasnya, pemerintah pusat sudah menyalurkan tambahan TKD sebesar Rp 10,6 triliun. Dengan dukungan ini maka perlu diterjemahkan menjadi kegiatan pemulihan dengan menentukan prioritas berdasar kebutuhan yang mendesak.
“Ini sudah tinggal waktu yang pendek, Oktober, November, Desember. Tidak hanya mengandalkan pemerintah pusat, daerah juga bergerak, membantu masyarakat di bidang-bidang yang terdampak,” tegasnya.
Berita Terkait




































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda