Terima Aspirasi Mahasiswa USK, Plt Sekda Aceh: Pemerintah Tidak Eksklusif, Komunikasi Tetap Terbuka


BANDA ACEH (Waspada.id): Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Taufik menerima langsung aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) terkait penanganan pemulihan pascabencana di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis (10/9). Ia menegaskan Pemerintah Aceh terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat, serta menjamin ruang komunikasi tetap dibuka setiap saat.
"Kami tidak eksklusif, kami juga masyarakat biasa. Hanya saja posisi saat ini berbeda, kami diamanatkan di pemerintah untuk membangun kesejahteraan masyarakat," ujar Taufik.
Ia menambahkan seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni mempercepat pemulihan di sektor pendidikan, kesehatan, hingga penyediaan hunian bagi warga terdampak.

Pemerintah Aceh telah menggelar rapat evaluasi bersama seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan akan memperkuat komunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar persoalan di lapangan segera ditindaklanjuti. Posko informasi terkait penanganan pascabencana juga telah dibuka untuk menjamin akses publik terhadap perkembangan terkini.
"Kami sadar bukan super power. Kami buka komunikasi dengan semua pihak," tegasnya. Ia berharap dialog tidak berhenti pada aksi hari ini, melainkan berkelanjutan guna mengawal proses pemulihan bersama.

Sementara itu, mahasiswa yang dipimpin jajaran BEM USK menyampaikan sejumlah temuan. Masih ditemukan sarana pendidikan dan infrastruktur yang rusak namun belum tertangani, terutama di wilayah Gayo Lues.
Mahasiswa juga meminta transparansi penggunaan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi, serta menyoroti keterbatasan fasilitas kesehatan dan rendahnya penyerapan anggaran Transfer ke Daerah untuk penanganan bencana.

Pertemuan berlangsung secara langsung dan diakhiri dengan kesepakatan untuk memperkuat sinergi serta komunikasi berkelanjutan antara pemerintah dan elemen masyarakat.(hulwa)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda