Terkait Perlinsos, Lily MBA Minta Pendataan Harus Jemput BolaTerkait Perlinsos, Lily MBA Minta Pendataan Harus Jemput Bola

MEDAN (Waspada.id): Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Sosial dan Kepala Lingkungan (Kepling), diminta agar ekstra kerja jemput bola memastikan seluruh warganya terdata dengan benar di Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) dari Kementerian Sosial (Kemensos).
"Dinsos jangan menunggu saja dan mengharap warga mendaftar sendiri. Tapi harus jemput bola ekstra kerja terus berkoordinasi dengan Kepling, warga mana saja yang belum terdata," tegas anggota Komisi II DPRD Medan DR Lily MBA, Jumat (14/8) menyikapi pendataan Perlinsos yang masih 35 persen di Kota Medan.
Lily juga menyayangkan Dinas Sosial bila sekedar menghimbau masyarakat yang belum terdaftar dalam Perlinsos agar segera mendaftar. "Mungkin masih banyak warga yang belum mengetahui hal itu. Maka harus dilakukan sosialisasi secara massif," ungkap Lily.
Menurut Lily, tujuannya supaya seluruh masyarakat dipastikan terdata. Terutama bagi warga kurang mampu yang selama ini belum mendapat bantuan supaya ikut menikmati Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah.
Diketahui Pemko Medan melalui Dinas Sosial mengimbau masyarakat yang belum terdaftar dalam portal Perlinsos agar segera melakukan pendaftaran. Batas akhir pendaftaran ditetapkan pada 31 Agustus 2026. Data yang terkumpul akan menjadi basis data bagi Kementerian Sosial (Kemensos) dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) Tahun Anggaran 2027.
Kepala Dinas Sosial Medan, Khoiruddin Rangkuti, mengatakan hingga Kamis (13/8) jumlah pendaftar di Medan baru sekitar 265.000 kepala keluarga (KK), atau mencapai 35 persen dari total target sebanyak 760.000 KK. Karena itu, ia meminta masyarakat yang belum terdata segera memanfaatkan waktu yang tersisa.
“Jumlah pendaftar di Kota Medan baru mencapai sekitar 265.000 KK atau 35 persen dari total target sebanyak 760.000 KK. Karena itu, kami mengimbau masyarakat yang belum terdaftar agar segera memanfaatkan sisa waktu yang ada,” ujar Khoiruddin dalam keterangan persnya.
Ia menjelaskan, Medan menjadi satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia yang ditunjuk sebagai lokasi percontohan (piloting) digitalisasi bansos. Portal Perlinsos dihadirkan untuk meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan, memudahkan masyarakat mengajukan diri sebagai calon penerima bansos, sekaligus memangkas tahapan birokrasi pengajuan bantuan.
Menurutnya, mekanisme pengajuan bansos sebelumnya mengacu pada Permensos Nomor 33 Tahun 2023. Dalam mekanisme tersebut, pengajuan harus melalui musyawarah kelurahan (muskel), penandatanganan berita acara, penginputan oleh operator SIKS-NG di kelurahan, hingga pengesahan kepala daerah sebelum data dikirim ke Kemensos.
“Lewat portal Perlinsos ini, prosesnya dipangkas sehingga sangat cepat dan tanggap. Begitu warga mendaftar, sistem akan langsung memberikan respons awal apakah yang bersangkutan layak menerima bantuan atau tidak, untuk kemudian data tersebut diolah lebih lanjut,” jelasnya.
Dinsos Medan telah menyiagakan sekitar 5.080 agen yang tersebar di berbagai wilayah. Agen tersebut terdiri atas pegawai Dinas Sosial, camat, lurah, kepala lingkungan (kepling), Ketua Tim Penggerak PKK Lingkungan, hingga kelompok Dasawisma.
Sementara melalui jalur mandiri, masyarakat dapat mengunduh aplikasi portal Perlinsos dan melakukan pendaftaran menggunakan telepon seluler masing-masing. Khusus pendaftaran mandiri, warga wajib terlebih dahulu mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Aktivasi IKD dapat dilakukan di kantor kelurahan, kecamatan, maupun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Medan. (wsp.id)
























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda