Tgk H Muhibuthibri: Akhlak Mulia Kunci Meraih Kebahagiaan


ACEH BESAR (Waspada.id): Akhlak mulia adalah kunci untuk meraih kebahagiaan hidup. Tanpa akhlak maka kehidupan akan kacau balau dan tidak akan terjadi kebahagiaan seperti yang didambakan.
Tanpa akhlak maka mereka yang kuat akan menindas yang lemah, mereka yang pintar mengakali yang bodoh, dan mereka yang kaya akan menindas yang miskin. Penguasa yang tidak berakhlak akan berbuat zalim kepada rakyatnya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Panti Sosial Anak Jroh Naguna (UPTD PSAJN) Dinas Sosial Aceh, Tgk. H. Muhibuthibri, menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid As-Sajidin Komplek Tanjung, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (11/09/2026), bertepatan 29 Rabiul Awal 1448 H.
Tgk Muhibuthibri menjelaskan, bagi umat Islam sudah menjadi keyakinan, tanpa akhlak mulia maka akan sulit memperoleh kebahagiaan hidup, karena hanya dengan akhlak mulia akan terjauhi dari hal-hal yang dapat merusak dan mencelakakan. Misalnya tidak amanah, suka berbohong, memfitnah, mengadu domba, kikir, hasut, takabbur, terlalu mencintai harta, serta tidak peduli pada orang lain.
“Manakala sifat-sifat yang dimaksudkan itu berhasil dijauhkan dari masyarakat, maka ketenteraman, kenyamanan, dan kebahagiaan akan terjadi dengan sendirinya,” tegasnya.
Menurut Tgk Muhibuthibri, para penguasa, para ilmuan, orang kuat, serta orang kaya, jika mereka menyandang akhlak mulia, maka kelebihan yang dimilikinya itu justru akan digunakan untuk melindungi mereka yang lemah, yang miskin, serta siapa saja yang perlu dibantu atau diselamatkan.
Pertanyaannya kemudian, ungkap Tgk Muhibuthibri, bagaimana caranya agar akhlak anak bangsa ini bisa menjadi lebih baik. Tentu jawabannya sudah ada pada sumber akhlak itu sendiri yaitu Al-Quran dan sunnah Rasulullah saw.
Dia menjelaskan, untuk mengimplementasikan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari, beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain, pertama, memberikan teladan atau contoh perbuatan yang baik. Seorang ayah atau ibu harus mampu memberi contoh dan keteladanan kepada anak-anaknya.
Demikian pula, seorang guru harus memberi contoh atau keteladanan kepada murid-muridnya, seorang pemimpin memberikan contoh dan keteladanan kepada bawahannya, seorang gubernur dan presiden memberikan contoh dan keteladanan kepada rakyatnya.
Kedua, mengendalikan diri dan keluarga agar bergaul dengan orang baik atau orang yang berakhlak mulia. Ibratnya, jika bergaul dengan penjual minyak wangi, jika pun tidak membelinya paling tidak mendapatkan bau wanginya. Dan bila bergaul dengan tukang pandai besi, jika apinya tidak memercik ke pakainmu, paling tidak kamu akan mendapatkan bau asapnya yang tidak sedap.
Ketiga, dengan cara berbuat ikhlas, sesuai dengan doa seorang muslim yang sering dibaca dalam setiap shalat, “Inna shalati, wanusuki, wamah yahya, wamati lillahi robbil ‘alamin.” Artinya, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Tuhan seluruh alam.
“Dengan demikian aktivitas apapun yang kita lakukan maka tujuan utamanya untuk mendapatkan ridha Allah Swt. Perbuatan yang demikian akan dapat merubah akhlak dan prilaku menjadi lebih baik karena merasa diawasi oleh Allah Swt,” tambahnya.
Keempat, upaya memperbaiki akhlak adalah dengan cara meningkatkan keilmuan, sesuai perintah Allah Swt dalam Al-Quran. “Iqra’ bismirabbikal ladzi khalaq”. Artinya, bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.
Ayat ini memerintahkan manusia supaya selalu berusaha meningkatkan keilmuan terutama dengan membaca. Tirulah ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk, tentu diharapkan kita semakin berilmu maka seseorang itu akan semakin tawaduk, bukan sebaliknya semakin berilmu semakin sombong.
Kelima, upaya selanjutnya memperbaiki akhlak adalah dengan cara bersosialisasi, sebagaimana kita maklum bahwa manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa hidup berdampingan dengan yang lain.
“Maka di sinilah fungsi interaksi sosial berlaku, biasanya kalau lingkungannya baik maka kita juga akan menjadi baik, demikian sebaliknya,” pungkasnya.(id66)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda