The Fed Naikkan Bunga Acuan, Rupiah dan Harga Emas Tertekan

MEDAN (Waspada.id): Pasar keuangan kembali menghadapi tekanan setelah Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya menjadi 4%. Kebijakan tersebut turut mendorong penguatan dolar AS dan memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta harga emas dunia.
Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, tekanan di pasar keuangan pada perdagangan hari ini, Kamis (17/9) mulai mereda setelah adanya sentimen positif dari kenaikan cadangan minyak Amerika Serikat.
Harga minyak mentah dunia tercatat turun dan diperdagangkan di kisaran US$105,6 per barel. Penurunan harga minyak tersebut dinilai dapat membantu meredakan tekanan, baik di pasar keuangan maupun pasar komoditas, termasuk emas.
“Tekanan pasar keuangan pada perdagangan hari ini mereda setelah AS menunjukan kenaikan cadangan minyaknya sendiri. Harga minyak mentah pada perdagangan hari ini ditransaksikan turun dikisaran $105.6 per barelnya. Penurunan harga minyak mentah tersebut akan meredakan tekanan pada pasar keuangan maupun pasar komoditas seperti emas,” ujar Gunawan, Kamis (17/9).
Di pasar saham, IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini menguat ke level 6.455, mengikuti mayoritas bursa saham Asia yang juga bergerak di zona hijau.
Namun, Gunawan melihat penguatan bursa saham Asia masih relatif terbatas. Sebagian bursa bahkan masih mencatat koreksi tipis.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pasar masih dibayangi risiko geopolitik. Meski kenaikan cadangan minyak AS memberikan sentimen positif, memburuknya konflik sewaktu-waktu dapat kembali memicu aksi jual di pasar keuangan.
“Ini menunjukan bahwa sekalipun cadangan minyak AS bisa menjadi sentimen positif bagi pasar saham. Namun resiko konflik yang bisa saja sewaktu-waktu memburuk dapat memicu terjadinya pembalikan arah, dan mendorong koreksi pada IHSG maupun Rupiah,” jelasnya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah kembali melemah dan berada di level Rp17.740 per dolar AS.
Gunawan menilai salah satu faktor yang menekan rupiah berasal dari kebijakan The Fed yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 4%.
Kebijakan tersebut, menurutnya, menunjukkan respons bank sentral AS terhadap tekanan inflasi sekaligus tekanan jual yang terjadi di pasar US Treasury.
“Di sisi lain kebijakan Bank Sentral AS yang menaikkan bunga acuan menjadi 4% menunjukan bahwa The Fed merespon tekanan inflasi serta tekanan jual pada US Treasury dengan mengetatkan kebijakan moneternya,” katanya.
Kenaikan suku bunga The Fed kemudian turut mendorong USD Index menembus level 100. Penguatan dolar AS tersebut menjadi salah satu faktor yang memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah.
Gunawan mengingatkan, penguatan USD Index perlu dicermati karena dapat berdampak terhadap pasar surat berharga domestik dalam jangka panjang.
“Kenaikan USD Index ini cukup berbahaya bagi Rupiah dalam jangka panjang, karena besar kemungkinan akan memicu demand atau permintaan imbal hasil yang lebih tinggi pada surat berharga di tanah air,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut juga membuka kemungkinan adanya penyesuaian kebijakan suku bunga di dalam negeri apabila tekanan terhadap rupiah dan pasar keuangan berlanjut.
“Dan bukan tidak mungkin nantinya BI akan melakukan penyesuaian besaran bunga acuannya, sejalan dengan kemungkinan langkah yang akan diambil Bank Sentral di belahan negara lainnya,” tambah Gunawan.
Harga Emas Ikut Tertekan
Selain rupiah, penguatan dolar AS setelah kenaikan suku bunga The Fed juga memberikan tekanan terhadap harga emas dunia.
Gunawan menyebut harga emas kembali melemah dan berada di kisaran US$4.287 per troy ounce, atau sekitar Rp2,45 juta per gram.
“Terpisah harga emas dunia pada perdagangan hari ini kembali melemah. US Dolar diuntungkan dengan kenaikan The Fed Fund Rate, dan menekan harga emas ke kisaran level $4.287 per on story, atau sekitar 2.45 juta per gram nya,” pungkasnya.
Dengan demikian, pasar keuangan domestik masih akan mencermati pergerakan dolar AS, harga minyak dunia, kebijakan bank sentral global, serta perkembangan konflik geopolitik yang berpotensi memengaruhi arah rupiah, IHSG, dan harga emas. (id09)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda