Breaking News
Memuat breaking news...

The Fed Naikkan Suku Bunga, Wamenkeu Ungkap Dampaknya ke Surat Utang RI

Redaksi
Redaksi
Jumat, 18 September 2026 - 8.59 AM WIB
The Fed Naikkan Suku Bunga, Wamenkeu Ungkap Dampaknya ke Surat Utang RI
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) menjadi perhatian pemerintah Indonesia karena berpotensi memengaruhi pasar surat utang, termasuk obligasi pemerintah yang diterbitkan dalam valuta asing.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan, kebijakan The Fed yang kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4,00% berpotensi mendorong penyesuaian harga atau repricing pada global bond yang diterbitkan Pemerintah Indonesia.

Meski demikian, Juda menilai dampaknya masih berada dalam batas yang wajar.

"Ya ini saya kira itu tentu saja ada repricing ya, tapi saya kira kita masih dalam level yang wajar lah," ujarnya ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9).

Panda Bond Tetap Diterbitkan

Selain global bond, pemerintah juga memastikan rencana penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dalam denominasi Yuan China atau Panda Bond tetap berjalan.

"Panda bond tetap," ujar mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia tersebut.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah masih melanjutkan strategi pembiayaan melalui penerbitan surat utang dalam berbagai mata uang, meskipun kondisi pasar global menghadapi perubahan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Kenaikan suku bunga The Fed kali ini disebut sebagai kenaikan pertama sejak 2023. Bank sentral AS juga memberikan sinyal bahwa masih terdapat peluang kenaikan suku bunga satu kali lagi hingga akhir tahun.

The Fed Fokus Tekan Inflasi

The Fed menyatakan kenaikan suku bunga tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menekan inflasi yang masih tinggi. Tekanan inflasi turut dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dan sejumlah faktor lainnya.

Dikutip AFP, keputusan kenaikan suku bunga tersebut diambil secara bulat dengan suara 12-0 oleh anggota Federal Open Market Committee (FOMC).

"Inflasi masih berada di level tinggi. Kebijakan yang diambil hari ini diharapkan dapat mendukung kembalinya inflasi ke target The Fed sebesar 2 persen secara lebih cepat," tulis The Fed dalam rilis resminya.

Kenaikan suku bunga AS menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pemerintah dan pelaku pasar karena perubahan tingkat suku bunga global dapat memengaruhi biaya pendanaan serta harga surat utang di pasar internasional.

Bagi Indonesia, potensi repricing pada global bond menjadi bagian dari dinamika pasar yang perlu diantisipasi, sementara pemerintah tetap mempertahankan rencana penerbitan Panda Bond. (cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement