The Gade Preneur Space Hadir di Banda Aceh, UMKM Lokal Didorong Naik Kelas

BANDA ACEH (Waspada.id): Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Banda Aceh kini memiliki ruang untuk memamerkan produk sekaligus mendapatkan pendampingan usaha melalui The Gade Preneur Space Aceh yang resmi dibuka di Jalan Sudirman, Desa Geuceu Ineum, Kecamatan Meuraxa, Kamis (24/9/2026).
Ruang yang diinisiasi PT Pegadaian tersebut tidak hanya disiapkan sebagai tempat memajang produk UMKM. Fasilitas ini dirancang menjadi ruang pembinaan, pelatihan dan kolaborasi untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan bisnis, literasi keuangan serta memperluas akses pasar.
Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian Eka Pebriansyah mengatakan, The Gade Preneur Space Aceh merupakan lokasi keenam yang dibuka Pegadaian. Kehadirannya merupakan bagian dari program GadePreneur untuk mendorong UMKM binaan agar dapat berkembang dan naik kelas.

Sekda Kota Banda Aceh, Jalaluddin, saat melakukan peresmian simbolis The Gade Preneur Space Aceh di Banda Aceh, Kamis (24/9/2026). Waspada.id/Hulwa Dzakira
“Harapan kita UMKM juga bisa semakin meningkat, bisa naik kelas,” kata Eka.
Menurutnya, The Gade Preneur Space Aceh merupakan hasil kolaborasi antara anggota Holding Ultra Mikro, dengan memanfaatkan aset milik BRI yang sebelumnya digunakan sebagai rumah dinas pimpinan wilayah.
Di lokasi tersebut, Pegadaian menyiapkan tiga fungsi utama, yakni Gade Store (Commerzialitation Product), Capability Center dan Ruang Kolaborasi (Event Space).
Gade Store digunakan untuk memajang produk UMKM, terutama produk makanan dan produk lokal lainnya. Sementara Capability Center menjadi ruang untuk memberikan pelatihan serta meningkatkan kapasitas pelaku usaha, termasuk dalam pengelolaan bisnis. Sedangkan Ruang Kolaborasi akan dimanfaatkan untuk kegiatan dan pertemuan yang mempertemukan Pegadaian, pelaku UMKM, masyarakat, komunitas maupun pihak lainnya.
Adapun produk UMKM yang dipajang tidak akan menetap di ruang tersebut. Pelaku usaha akan mendapatkan kesempatan secara bergiliran sehingga lebih banyak UMKM dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
“Jadi nanti sistem pajangannya akan kita rotasi. Jadi ganti-gantian dengan UMKM lain yang memang waiting list untuk mengisi di sini,” terang Eka.
Eka menyebut Pegadaian saat ini telah membina sekitar 2.000 pelaku UMKM melalui program GadePreneur, mulai dari proses seleksi, pendampingan hingga pengembangan usaha.
“Dari mulai awal seleksi kemudian juga ada pendampingan, hingga mereka bisa masuk dalam komunitas di GadePreneur,” ujarnya.
Ia menyebut, untuk pengelolaan UMKM binaan Pegadaian saat ini terdapat sekitar 1.967 UMKM, sementara kolaborasi dengan PNM diharapkan dapat memperluas jangkauan pemberdayaan.
Pada kesempatan yang sama, SEVP Micro Business Empowerment BRI Muhammad Chandra Utama mengatakan, The Gade Preneur Space juga menjadi bentuk optimalisasi aset BRI sekaligus bagian dari pemberdayaan UMKM.
Menurutnya, terdapat sekitar 34 aset BRI yang masih berada di Banda Aceh, dan enam di antaranya telah dimanfaatkan oleh Pegadaian.
Ia mengatakan ruang tersebut nantinya dapat digunakan oleh UMKM binaan Pegadaian maupun PNM untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat.
Bagi BRI Group, pemberdayaan tidak hanya berhenti pada penyediaan pembiayaan atau permodalan. Pendampingan dan peningkatan kapasitas dinilai menjadi bagian penting agar pelaku usaha mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Karena dengan naik kelasnya UMKM kita, kita yakin kesejahteraan yang bisa dimunculkan dari keberhasilan ini bisa menyebar kepada masyarakat sekitarnya dan juga tentu daerahnya,” ujar Chandra.
Pemko Banda Aceh Siapkan Kolaborasi
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Sekda Kota Banda Aceh, Jalaluddin. Menurutnya, Pemerintah Kota Banda Aceh menyambut dengan baik kehadiran The Gade Preneur Space sebagai ruang yang dapat memperkuat ekosistem UMKM di daerah tersebut.
Ia mengatakan, Banda Aceh saat ini memiliki sekitar 27.497 pelaku UMKM dengan tenaga kerja yang terserap mencapai hampir 66 ribu orang berdasarkan data yang disampaikannya dalam kegiatan tersebut.
Menurut Jalaluddin, tantangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan modal, tetapi juga kemampuan manajemen, perizinan dan akses terhadap fasilitas yang mendukung perkembangan usaha.

Executive Vice President Hubungan Kelembagaan dan Pemberdayaan PNM, Razaq Manan Ahmad (kiri), Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian Eka Pebriansyah (tengah) bersama SEVP Micro Business Empowerment BRI Muhammad Chandra Utama (kanan) dalam kegiatan peresmian The Gade Preneur Space Aceh di Banda Aceh, Kamis (24/9/2026). Waspada.id/Hulwa Dzakira
Karena itu, Pemko Banda Aceh membuka peluang kolaborasi dengan Pegadaian untuk memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui fasilitas tersebut.
“Ini bukan hanya sebuah tempat tapi sebuah ruang untuk bertemu, belajar, bertumbuh dan berkolaborasi,” katanya.
Ia juga menyebut Pemko Banda Aceh tengah membangun Banda Aceh Academy sebagai salah satu wadah untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan manajemen pelaku UMKM.
The Gade Preneur Space Aceh sendiri merupakan bagian dari upaya Pegadaian mendorong pemberdayaan ekonomi lokal dan inklusi finansial melalui pembinaan UMKM berbasis produk unggulan Aceh. Pegadaian juga menempatkan fasilitas tersebut sebagai bagian dari komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam membangun ekosistem bisnis lokal yang berdaya saing, inklusif dan berkelanjutan. (Hulwa)
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda