Tidak Semudah Membalikkan Telapak Tangan: YSLI Lestarikan Satwa Dilindungi Tuntong Laut

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Deputy Bisnis PT. Pegadaian (Persero) Area Aceh, Sahputra Adriansyah, mewakili Kanwil wilayah 1 Medan sangat mengapresiasi kinerja Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI) terhadap pelestarian satwa dilindungi Tuntong Laut (Borneoensis). Upaya ini bukan pekerjaan yang semudah membalikkan telapak tangan dikerjakan oleh banyak kalangan.
"Pegadaian ingin berada dalam gerakan bersama untuk menjaga lingkungan, dimana lingkungan ini ketika kita memiliki pemahaman yang sama, gerak yang sama dan langkah yang sama ujungnya nanti kita bisa memberikan sesuatu yang baik untuk alam dan lingkungan disekitar kita," ungkap Sahputra Adriansyah dalam kegiatannya melepasliarkan 300 anakan (tukik) Tuntong Laut dan penanaman 500 batang pohon mangrove di pantai Ujung Tamiang atau dengan sebutan Kuala Pusong Kapal, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (19/9/2026).
Disebutkan,kedatangan dirinya dan beserta jajaran dari Pegadaian bukan semata-mata sebagai pemberi dukungan saja terhadap sebuah kegiatan yang dilakukan YSLI terhadap pelestarian Tuntong Laut dan ekosistemnya, tetapi dalam hal ini pihak Pegadaian yang ingin dari sebuah gerakan bersama untuk menjaga lingkungan.
"Ketika kita memiliki pemahaman, langkah dan tujuan yang sama, tentunya ini penting bagi generasi penerus kita kedepannya agar bisa terus menjaga kelestarian lingkungan serta habitat tuntong laut yang nyaris punah, " sebutnya.

Menurut Sahputra, tuntong laut bukan hanya sekadar satwa, tetapi ini juga merupakan bagian dari ekosistem pesisir, sungai, mangrove dan pantai yang pastinya menjadi kekayaan alam di Aceh Tamiang.
Ketika berbicara tentang laut, ada satu hal yang sangat bermakna dalam penyampaian Adriansyah, yaitu tentang peran dan tanggungjawab menjaga kelangsungan hidup satwa tuntong laut beserta ekosistemnya.
"Yang akan kita lakukan hari ini, yaitu pelepasan tukik tuntong laut, karena ini bukanlah akhir dari sebuah kegiatan kita, tapi adalah awal dari sebuah tanggung jawab untuk memastikan habitatnya tetap terjaga, tanggung jawab untuk memastikan masyarakat tetap ikut menjaganya, "ungkapnya lagi.
Adriansyah menyampaikan, dari 7000 tukik yang telah dilepasliarkan oleh Yayasan Satucita Lestari Indonesia sejak tahun 2012 lalu, nantinya bisa menjadi penyokong ekosistem yang ada di sekitar Kabupaten Aceh Tamiang.
Secara gamblang Adriansyah menyatakan apresiasi yang sangat luar biasa kepada Ketua YSLI beserta tim pengurus dan crew kerja.Pasalnya, hal seperti ini masih ada pihak-pihak yang sangat peduli dengan perkembangan lingkungan yang ada disekelilingnya.
Adriansyah mengemukakan, saat ini pihak Pegadaian telah berkolaborasi dengan Yayasan YSLI dalam kegiatan tersebut. Dia berharap ini bisa menjadi langkah awal untuk terus menjadi penyemangat bagi masyarakat sekitar untuk berkiprah dan berperan dalam menjaga ekosistem, manggrove berserta satwa tuntong laut. (Id76).














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda