Breaking News
Memuat breaking news...

Tiga Pelajar Terciduk Minum Tuak di Taman Pala Indah, Satpol PP Aceh Selatan Telusuri Jaringan Pemasok

Redaksi
Redaksi
Minggu, 18 Oktober 2026 - 10.09 AM WIB
Tiga Pelajar Terciduk Minum Tuak di Taman Pala Indah, Satpol PP Aceh Selatan Telusuri Jaringan Pemasok
Tiga pelajar terciduk minum tuak di Taman Pala Indah, Tapaktuan Sabtu (17/10) malam. (Waspada.id/Hendrik)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

TAPAKTUAN (Waspada.id): Taman Pala Indah, salah satu ruang publik di jantung Kota Tapaktuan, Aceh Selatan, menjadi lokasi penertiban minuman keras pada Sabtu (17/10) malam. Enam pemuda kedapatan mengonsumsi tuak, tiga di antaranya masih berstatus pelajar.

Penindakan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Selatan itu tidak berhenti pada para peminum. Petugas turut mengamankan seorang terduga penjual beserta 15 liter tuak yang disebut-sebut dipasok dari Sibolangit, Sumatera Utara.

Temuan tersebut membuka penyelidikan lebih lanjut terhadap dugaan jalur peredaran minuman keras dari luar daerah yang masuk ke Aceh Selatan.

Kepala Satpol PP dan WH Aceh Selatan, Erdiansyah, S.Pd., mengatakan keterlibatan pelajar dalam kasus tersebut menjadi perhatian serius pihaknya. Apalagi, aktivitas mengonsumsi minuman terlarang itu berlangsung di kawasan ruang publik.

“Ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Generasi muda, terlebih yang masih berstatus pelajar, seharusnya dapat menjauhi minuman terlarang dan kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun masa depan mereka,” ujar Erdiansyah.

Menurut dia, keenam pemuda yang diamankan akan menjalani pembinaan agar memahami konsekuensi perbuatannya dan tidak kembali mengulangi tindakan serupa.

Sementara itu, terhadap penjual yang diamankan secara terpisah, petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan asal barang dan pola distribusinya.

Dari keterangan awal penjual, sebanyak 15 liter tuak yang disita petugas disebut berasal dari Sibolangit. Namun, informasi tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.

“Kami tidak hanya melakukan penanganan terhadap mereka yang mengonsumsi, tetapi juga menelusuri aktivitas penjualannya. Keterangan yang telah diperoleh akan kami dalami untuk mengetahui sumber pasokan dan jalur peredarannya,” tegas Erdiansyah.

Ia memastikan penanganan terhadap pihak-pihak yang diamankan akan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Satpol PP dan WH Aceh Selatan juga berencana memperketat pengawasan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan menjadi tempat konsumsi maupun transaksi minuman terlarang.

Erdiansyah menegaskan, ruang publik semestinya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat, bukan dimanfaatkan untuk aktivitas yang melanggar ketentuan hukum dan norma yang berlaku di Aceh.

Selain penertiban, pihaknya menilai pengawasan keluarga dan lingkungan sosial menjadi bagian penting dalam mencegah keterlibatan remaja, khususnya pelajar, dalam penyalahgunaan minuman keras.

“Kami mengharapkan dukungan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, melindungi generasi muda, serta mendukung upaya pemerintah daerah dalam mencegah peredaran minuman terlarang di Aceh Selatan,” pungkasnya. (id85)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement