Tiga Wakil Rektor UM Tapsel Dilantik, Digitalisasi dan Produktivitas Riset Jadi Agenda 2026–2030


P.SIDIMPUAN (Waspada.id): Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM Tapsel) memprioritaskan peningkatan mutu akademik, percepatan digitalisasi, produktivitas riset, dan perluasan kolaborasi sebagai agenda strategis dalam empat tahun ke depan (2026–2030).
Komitmen untuk melakukan transformasi guna memperkuat tata kelola perguruan tinggi, meningkatkan daya saing lulusan, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat ditegaskan Rektor UM Tapsel, Assoc. Prof. Dr. Darliana Sormin, M.A., saat melantik tiga wakil rektor masa bakti 2026–2030 di Aula UM Tapsel, Jalan Sutan Mohd. Arief, Padangsidimpuan, Rabu (21/10/2026).
Ketiga wakil rektor UM Tapsel yang dilantik, yakni Iskandar Safri Hasibuan, M.Pd., sebagai Wakil Rektor I Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Akademik, Riset, dan Inovasi; Dr. Rosmaimunah Siregar, M.A., sebagai Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Sumber Daya Manusia (SDM), dan Digitalisasi; serta Sahlan Tuah, M.Pd., sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni.

Sahlan Tuah, M.Pd., selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni UM Tapsel, menandatangani berita acara pelantikan di hadapan Rektor UM Tapsel dan perwakilan PP Muhammadiyah, Rabu (21/10/2026). Waspada.id/Ist.
Pelantikan itu dihadiri Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, PW Muhammadiyah Sumatera Utara, Badan Pembina Harian UM Tapsel, LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, unsur pemerintah daerah, Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, organisasi otonom Muhammadiyah, Senat Universitas, serta sivitas akademika UM Tapsel.
Assoc. Prof. Dr. Darliana Sormin, M.A., menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pemenuhan struktur organisasi, melainkan peneguhan amanah untuk membawa UM Tapsel tumbuh sebagai perguruan tinggi yang berkualitas, profesional, adaptif, dan berdampak.
"Jabatan pimpinan merupakan sarana pengabdian untuk melayani, menyelesaikan persoalan, dan menghadirkan kemajuan yang manfaatnya dapat dirasakan sivitas akademika maupun masyarakat luas," tegasnya.
Bangun Semangat Growing Together
Rektor UM Tapsel, Assoc. Prof. Dr. Darliana Sormin, M.A., menegaskan bahwa untuk memperkuat langkah transformasi kelembagaan UM Tapsel, dibutuhkan kerja keras dan semangat yang sama dari seluruh sivitas akademika UM Tapsel.
"Kemajuan universitas membutuhkan kerja kolektif, integritas, serta kesamaan arah dari seluruh unsur kelembagaan," ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa hal tersebut sejalan dengan tema pelantikan, yakni "UMTS Growing Together: Bertumbuh Bersama, Memperkuat Tata Kelola, Meningkatkan Mutu dan Menghadirkan Dampak bagi Masyarakat".
Rektor berharap pelantikan tiga wakil rektor UM Tapsel tersebut dapat memperkuat pelaksanaan lima agenda strategis dalam empat tahun ke depan (2026–2030) demi kemajuan UM Tapsel.
Lima arah strategis itu, yakni pertama, peningkatan mutu akademik dan akreditasi. Kedua, penguatan SDM dan budaya kerja profesional. Ketiga, peningkatan penelitian, publikasi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Keempat, penguatan tata kelola, digitalisasi, dan kemandirian institusi. Kelima, pengembangan mahasiswa, lulusan, serta jejaring kemitraan.
Agenda tersebut diharapkan diterjemahkan ke dalam program kerja tahunan dengan target yang jelas, terukur, dan dapat dievaluasi. Dengan demikian, setiap kebijakan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi diwujudkan melalui pelaksanaan program yang konsisten dan akuntabel.
Darliana mengajak seluruh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra universitas menjadikan semangat Growing Together sebagai komitmen bersama.
Pertumbuhan UM Tapsel, menurutnya, harus dibangun melalui keikhlasan, disiplin, kerja keras, profesionalisme, dan orientasi pada kemaslahatan sesuai dengan nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah.

Rektor UM Tapsel, Assoc. Prof. Dr. Darliana Sormin, M.A., dan Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D., dari PP Muhammadiyah, berfoto bersama tiga wakil rektor UM Tapsel yang dilantik, Rabu (21/10/2026). Waspada.id/Ist.
Empat Prodi Raih Akreditasi Unggul
Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D., dari Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menekankan pentingnya sinergi perguruan tinggi, khususnya di kawasan Sumatera Utara bagian selatan.
Kolaborasi dinilai menjadi strategi penting untuk memperkuat kapasitas bersama dan memperluas manfaat pendidikan tinggi. Perguruan tinggi diharapkan tidak terjebak dalam persaingan yang tidak produktif, tetapi saling mendukung dalam pengembangan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam pengembangan akademik, ucapnya, kurikulum berbasis teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi salah satu arah yang perlu diperkuat. Sementara itu, bidang keuangan dan SDM diarahkan pada peningkatan efisiensi, digitalisasi sistem, serta penataan sarana dan prasarana.
Bidang kemahasiswaan juga didorong untuk mengoptimalkan pembinaan mahasiswa, meningkatkan kualitas lulusan, serta memperluas jejaring alumni dan kemitraan.
"Di bidang mutu akademik, UM Tapsel mencatat perkembangan positif dengan empat program studi berstatus akreditasi Unggul. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kualitas pembelajaran, tata kelola akademik, dan daya saing lulusan," tuturnya.
Saat ini, paparnya, UM Tapsel memiliki lima fakultas dengan 19 program studi, termasuk satu program profesi. Peningkatan mutu akademik tersebut berjalan beriringan dengan penguatan penelitian, publikasi ilmiah, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sepanjang 2026, UM Tapsel mencatat 104 kegiatan penelitian dan 69 kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Produktivitas ilmiahnya tercermin dari 464 publikasi yang dilaporkan, terdiri atas tujuh publikasi Scopus, 363 publikasi Sinta, dan 94 publikasi ber-ISBN.
Universitas juga menghasilkan 46 produk inovasi atau kekayaan intelektual serta menjalin 55 kerja sama pada tingkat lokal, nasional, dan internasional.
Ia berharap capaian tersebut menjadi landasan untuk melanjutkan peningkatan kualitas secara berkelanjutan.
"Akreditasi Unggul tidak boleh diposisikan sebagai titik akhir, melainkan sebagai dorongan untuk memperkuat budaya mutu, meningkatkan produktivitas riset, mengembangkan inovasi, dan memastikan hasil kerja perguruan tinggi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," harapnya.
Melalui kepemimpinan baru dan capaian akademik yang terus berkembang, UM Tapsel berkomitmen memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif terhadap perubahan teknologi, dan berkontribusi bagi pembangunan masyarakat.
Komitmen tersebut sejalan dengan cita-cita UM Tapsel menjadi "Oase Ilmu di Bumi Tapanuli", yang melahirkan generasi berkualitas, kader Persyarikatan, kader umat, dan kader bangsa. (Id46)
Berita Terkait

































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda