TIM Aksara UGN P.Sidimpuan Turun ke Desa, Bangun Ekosistem Ekonomi Pascabencana

P.SIDIMPUAN (Waspada.id): Dosen dan mahasiswa Universitas Graha Nusantara (UGN) Padangsidimpuan yang tergabung dalam Tim Aksara Tahun 2026 turun tangan membangun ekosistem ekonomi Desa Sabungan Sipabangun, Kecamatan P.Sidimpuan Hutamimbaru, Kota P.Sidimpuan, pascabencana.
Tim UGN Padangsidimpuan yang terjun ke Desa Sabungan Sipabangun melalui Program Aksara (Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan) Mahasiswa Tahun 2026 terdiri dari Yuni Rhamayanti, S.Pd., M.Pd., Dr. Angelia Utari Harahap, S.Pt., M.P., dan Khairunnisa Samosir, S.Kom., M.Kom., sebagai tim dosen pelaksana.
Program yang bertajuk "Implementasi Lanjutan Living Lab Ekosistem Desa Pascabencana untuk Penguatan Ekonomi Kreatif UMKM melalui Frozen Food Multikomoditas dan Edu-Marketplace Digital" ini melibatkan 22 mahasiswa dari berbagai program studi yang tergabung dalam UKM ALIF (Almumtaz Learning & Innovation Forum) UGN P.Sidimpuan.

Dosen dan mahasiswa UGN P.Sidimpuan diabadikan saat akan memberikan edukasi tentang Frozen Food Multikomoditas kepada warga Desa Sabungan Sipabangun. Waspada.id/ist.
Yuni Rhamayanti, S.Pd., M.Pd., selaku ketua tim, Minggu (8/11/2026), mengatakan Program Aksara Mahasiswa tersebut menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi desa. Program ini mengintegrasikan sektor pertanian, perikanan, peternakan, pengolahan pangan, hingga pemasaran digital.
Mitra sasaran program ini, ucapnya, meliputi Kelompok Tani Mandiri Sejahtera dan kelompok ibu PKK Desa Sabungan Sipabangun. Kegiatan yang bertujuan memperkuat ekonomi kreatif dan UMKM ini dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026.
Pendanaannya sendiri bersumber dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia serta dukungan dana bersama (sharing) Pemerintah Desa Sabungan Sipabangun.
Kegiatan yang direncanakan berlangsung hingga 31 Desember 2026 ini mendapat apresiasi dari Kepala Desa Sabungan Sipabangun, Ikhwandi, SKM., Ketua Kelompok Tani Guru Mangatak Pane, Ketua PKK Ny. Mardiani Nasution, S.E., serta masyarakat setempat.

Dosen UGN P.Sidimpuan Yuni Rhamayanti, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Angelia Utari Harahap, S.Pt., M.P. (memegang mikrofon) saat memberikan pemahaman kepada warga tentang kemandirian ekonomi. Waspada.id/ist.
Bangun Ekosistem dari Hulu ke Hilir
Program ini merupakan bagian dari kerangka Mahasiswa Berdampak melalui Program Aksi Aksara Tahun 2026 dengan menjadikan desa sebagai laboratorium pembelajaran dan penerapan inovasi secara langsung serta melibatkan masyarakat sebagai mitra utama.
Melalui pendekatan tersebut, tim mahasiswa yang dipimpin Hemasari Harahap tidak hanya menerapkan teori akademik, tetapi juga berkolaborasi dengan masyarakat untuk mengembangkan solusi atas persoalan ekonomi, sosial, dan lingkungan berdasarkan potensi lokal pascabencana.
Yuni Rhamayanti, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan, ada tiga komponen utama yang diintegrasikan dalam program ini. Pertama, kelompok tani berperan menyediakan bahan baku melalui kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan.
Kedua, kelompok ibu PKK mengolah hasil produksi tersebut menjadi berbagai produk makanan beku atau frozen food yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Ketiga, Edu-Marketplace Digital menjadi sarana penguatan administrasi usaha, pencatatan produksi, pengembangan katalog, branding, serta pemasaran produk agar mampu menjangkau konsumen lebih luas.
"Dengan demikian, terbentuk rantai ekonomi desa yang saling terhubung, mulai dari produksi bahan baku, pengolahan, hingga pemasaran," paparnya.
Targetnya, potensi desa tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga berkembang menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan dan kemandirian keluarga.
Salah satu inovasi yang dikembangkan dalam kegiatan tersebut, lanjut Yuni Rhamayanti, yakni ekosistem smart farming multikomoditas melalui integrasi teknologi akuaponik, hidroponik, dan peternakan.
Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan budi daya ikan nila dan lele, tanaman sayuran seperti selada, pakcoy, kangkung, seledri, serta daun bawang, sekaligus pengembangan peternakan ayam petelur dalam satu ekosistem produksi pangan terpadu.
Kemudian, hasil produksinya diarahkan untuk mendukung pengembangan UMKM kuliner, termasuk diversifikasi produk frozen food seperti bakso, dengan memperhatikan kualitas, standardisasi pengolahan, dan pengemasan.
Sedangkan pemanfaatan Edu-Marketplace Digital diharapkan mampu mendorong transformasi pengelolaan usaha kelompok tani dan UMKM agar lebih tertata, modern, dan memiliki akses pasar yang lebih luas.

Kepala Desa Sabungan Sipabangun, Ikhwandi, SKM. (memegang mikrofon). Waspada.id/ist
Pelatihan dan Aksi Nyata di Lapangan
Yuni Rhamayanti, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, sebelum diterjunkan ke lapangan untuk melakukan aksi nyata, mahasiswa yang tergabung dalam UKM ALIF UGN P.Sidimpuan terlebih dahulu diberikan bimbingan dan pelatihan agar program tersebut berdampak nyata bagi masyarakat.
Pelaksanaan program dirancang melalui lima tahapan, yakni sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan.
Keterlibatan 22 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika, Agroteknologi, Peternakan, Agribisnis, Bisnis Digital, dan Ilmu Komputer menjadi kekuatan tersendiri dalam menghadirkan pendekatan lintas disiplin.
"Setiap mahasiswa ditargetkan memenuhi minimal 160 Jam Kerja Efektif Mahasiswa (JKEM) per orang, dengan sedikitnya tiga kali kunjungan lapangan dosen selama pelaksanaan program," tutupnya.
Dr. Angelia Utari Harahap, S.Pt., M.P., menambahkan, teknologi akuaponik multikomoditas mengintegrasikan budi daya ikan (nila dan lele), sayuran (selada, pakcoy, kangkung, seledri, dan daun bawang), serta peternakan (ayam petelur) dalam satu ekosistem produksi pangan. (id46).
Berita Terkait












































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda