Breaking News
Memuat breaking news...

Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Medan Dorong Cakupan ASI Eksklusif untuk Cegah Stunting di Pantai Labu Pekan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 28 Juli 2026 - 8.02 PM WIB
Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Medan Dorong Cakupan ASI Eksklusif untuk Cegah Stunting di Pantai Labu Pekan
Tim dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kementerian Kesehatan Medan melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Pantai Labu Pekan, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, baru-baru ini.(Waspada.id/Idris Lubis)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PANTAI LABU (Waspada.id);Tim dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kementerian Kesehatan Medan melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Pantai Labu Pekan, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Delserdang, sebagai upaya meningkatkan cakupan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif dan mencegah stunting di wilayah pesisir.

Program yang dimulai sejak 23 Mei 2026 tersebut dilatarbelakangi rendahnya cakupan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pantai Labu yang baru mencapai 10 persen dari total 1.021 bayi. Angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 55,5 persen.

Ketua Tim PkM, Dr. Mahdiah, DCN, M.Kes, mengatakan rendahnya cakupan ASI Eksklusif dipengaruhi sejumlah faktor, seperti masih kuatnya mitos tentang menyusui, rendahnya pengetahuan gizi ibu, serta keterbatasan ekonomi masyarakat pesisir.

"Penggunaan media flash card terbukti efektif menarik perhatian para ibu. Visual yang menarik membuat mereka lebih antusias membaca, memahami, serta mempraktikkan materi menyusui secara mendalam," ujar Mahdiah saat ditemui, Selasa (28/7/26).

Program yang berlangsung selama tujuh bulan itu mengusung tema "Pemberdayaan Ibu Menyusui Melalui Edukasi Gizi dengan Media Flash Card dan Pendampingan Pemberian ASI Eksklusif." Kegiatan menyasar ibu hamil trimester III, ibu menyusui, dan kader Posyandu melalui edukasi gizi serta pendampingan praktik menyusui.

Dalam pelaksanaannya, tim yang beranggotakan Prof. Dr. Ir. Zuraidah Nasution, M.Kes, dan Dra. Ida Nurhayati, M.Kes, memperkenalkan media edukasi berupa Flash Card Gizi. Media visual tersebut memuat materi mengenai gizi seimbang, pentingnya kolostrum, teknik perlekatan menyusui yang benar, hingga penanganan masalah menyusui, seperti puting lecet dan ASI tersumbat.

Selain edukasi, peserta juga mendapatkan pelatihan pengolahan makanan tambahan bergizi berbahan pangan lokal melalui inovasi Tepung Premix Sukahitu, yakni substitusi tepung kacang hijau dan tepung daun katuk. Bahan tersebut diolah menjadi berbagai jajanan sehat, seperti bolu kukus, putu ayu, kue lapis, dan kue talam yang kaya protein, zat besi, dan nutrisi penting untuk mendukung produksi ASI sekaligus mencegah stunting.

Kegiatan turut melibatkan empat mahasiswa Jurusan Gizi, yakni Maya Floresita Siburian, Enjel P.F. Sibagariang, Elvira Kartini Lature, dan Nur Majidah Daulay, yang membantu pelaksanaan edukasi dan demonstrasi pengolahan pangan.

Program ini mendapat dukungan Pemerintah Desa Pantai Labu Pekan bersama Ketua TP PKK Lisa Hayati, S.S., M.I.Kom. Kader Posyandu juga dilibatkan sebagai ujung tombak pendampingan agar edukasi kepada ibu hamil dan ibu menyusui dapat berlanjut secara mandiri di masyarakat.

Mahdiah berharap kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat mampu meningkatkan kesadaran pentingnya ASI Eksklusif sehingga angka stunting di Kabupaten Deli Serdang dapat ditekan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Desa Pantai Labu Pekan, Samsul Bahri, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan pengabdian masyarakat menjadi bekal penting bagi masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan mengenai gizi ibu menyusui sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting di desa tersebut.(id.28/Idris Lubis)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement