Tim LPPM Unimed Terapkan Green Aquaculture Berbasis Aerator Tenaga SuryaTim LPPM Unimed Terapkan Green Aquaculture Berbasis Aerator Tenaga Surya

MEDAN (Waspada.id): Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan (Unimed) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) menerapkan inovasi teknologi tepat guna berupa konsep Green Aquaculture berbasis aerator tenaga surya di Desa Gorat Pallombuan, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, pada 1 Agustus 2026.
Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas budidaya ikan sekaligus menekan biaya operasional energi melalui pemanfaatan energi terbarukan.
Kegiatan ini dilaksanakan Tim PKM dipimpin Arwadi Sinuraya, S.T., M.T., bersama anggota Ir. Denny Haryanto Sinaga, S.Pd., M.Eng., Rudi Salman, S.T., M.T., dan Michael Fritz Immanuel Sibarani, S.T., M.T. Program ini bekerja sama dengan Innovation Centre of Renewable Sources and Waste Integration for Sustainable Energy (PUI-PT INNERWISE). Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Sistem Tenaga Listrik (Matriks) turut berperan aktif mulai dari perencanaan, instalasi, pengujian sistem, hingga sosialisasi kepada masyarakat.
Arwadi Sinuraya, S.T., M.T., mengatakan, Desa Gorat Pallombuan memiliki potensi pengembangan budidaya ikan air tawar. Salah satu unit budidaya yang menjadi sasaran kegiatan adalah kolam ikan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gorat Pallombuan sebagai bagian dari pengembangan usaha produktif desa. Namun, pengelolaan budidaya masih menghadapi kendala dalam menjaga kualitas air dan ketersediaan oksigen bagi ikan.
Salah satu persoalan utama adalah menurunnya kadar oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO), terutama pada malam hingga dini hari.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan ikan mengalami stres, menurunkan nafsu makan, memperlambat pertumbuhan, bahkan meningkatkan risiko kematian. Penggunaan aerator listrik sebenarnya dapat membantu menjaga suplai oksigen, namun pengoperasiannya secara terus-menerus meningkatkan biaya listrik dan menjadi beban bagi pengelola. Risiko semakin besar ketika terjadi pemadaman listrik pada jam-jam kritis saat kebutuhan oksigen ikan meningkat.
Katanya, sebagai solusi, Tim PKM menerapkan sistem aerator berbasis tenaga surya sebagai bagian dari konsep Green Aquaculture. Energi matahari dimanfaatkan melalui sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung pengoperasian aerator, sehingga ketergantungan terhadap listrik PLN dapat dikurangi. Sistem ini diharapkan mampu menjaga suplai oksigen pada periode rawan sekaligus meningkatkan keandalan budidaya ketika terjadi gangguan pasokan listrik.
Pemanfaatan PLTS diproyeksikan dapat memberikan penghematan biaya energi sekitar 30–50 persen, bergantung pada pola operasional sistem. Selain menekan biaya listrik, penerapan aerator tenaga surya juga diharapkan dapat mengurangi risiko kekurangan oksigen yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan tingkat kematian ikan, sehingga produktivitas usaha budidaya BUMDes dapat meningkat.
Instalasi sistem dilakukan bersama pengelola dan masyarakat setempat agar mereka memahami fungsi setiap komponen serta mampu mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri. Tim PKM juga memberikan pelatihan mengenai pengoperasian panel surya, aerator, serta pemeriksaan dan pemeliharaan sistem secara berkala. Pendekatan ini dilakukan agar teknologi yang diterapkan tetap dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan setelah kegiatan PKM selesai.
Kepala Desa Gorat Pallombuan, Hutri Sinaga, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LPPM Unimed, Tim PKM, serta mahasiswa atas penerapan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap teknologi ini dapat mendukung pengembangan usaha budidaya ikan BUMDes, meningkatkan produktivitas, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa. Program ini juga diharapkan menjadi contoh penerapan energi terbarukan pada sektor produktif desa yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.(wsp.id)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda