Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Tiga Pria, Sita 20 Paket Sabu dan 1 Paket Ganja


KUTACANE (Waspada.id): Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Aceh Tenggara mengamankan tiga pria terlibat penyalahgunaan narkotika, Rabu (02/09/2026) sekitar pukul 17.40 WIB.
Ketiga pria tersebut berinisial SA, 22, FR, 30, dan MK, 32. SA. dan FR. merupakan warga Desa Pulonas Baru, Kecamatan Lawe Bulan, sedangkan MK berdomisili di Desa Lawe Hijo, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara.
Pengungkapan bermula dari informasi masyarakat mengenai maraknya peredaran sabu di kawasan tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, personel melakukan penyelidikan dan menemukan ketiga pria sedang berkumpul di sebuah pondok yang diduga kerap digunakan sebagai tempat transaksi narkotika. Saat petugas mendatangi lokasi, ketiganya langsung diamankan. Dari pemeriksaan awal, ditemukan alat hisap sabu (bong) yang digunakan secara bersama-sama.
Penggeledahan kemudian dilanjutkan terhadap ketiga tersangka. Dari saku F.R. (30), petugas menemukan satu paket ganja seberat 0,78 gram. Yang bersangkutan mengakui barang tersebut miliknya.
Pemeriksaan terhadap pondok juga dilakukan. Di balik dinding triplek, ditemukan sebuah dompet berisi 20 paket sabu dengan berat bruto keseluruhan 2,29 gram. Selain itu, petugas turut mengamankan uang tunai Rp80.000, gunting, mancis, kaleng, pipet, serta plastik kosong yang berkaitan dengan aktivitas narkotika.
Dalam pemeriksaan awal, F.R. mengakui 20 paket sabu tersebut miliknya, serta mengakui alat hisap yang ditemukan digunakan bersama-sama dan berkaitan dengan sabu yang disita.
Ketiga pria beserta seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Polres Aceh Tenggara untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.
Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA., melalui Kasi Humas Ipda Patar mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkotika di lingkungan masing-masing.
“Setiap informasi masyarakat menjadi langkah penting untuk menyelamatkan generasi muda dan menjaga Aceh Tenggara tetap aman dari ancaman narkotika,” ujarnya. (Id80)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda